Jumat, 27 Februari 2009

Narkoba


Pengedar Sabu-Sabu Antar LP Dibongkar

TANGERANG – Satuan Tugas Interdiction Bandara Soekarno-Hatta (BSH) berhasil membongkar jaringan pengedar sabu-sabu antar lembaga pemasyarakatan (LP) Cipinang Jakarta dan Sempaja Samarinda Kalimantan Timur. 4 orang tersangka berhasil diamankan, mereka adalah FR selaku kurir, SH pemilik sabu-sabu, THR dan HD selaku pemasok sabu-sabu dari Surabaya. Barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 210 gram sabu-sabu, handphone. 2 buah laptop, pembukuan transaksi narkoba, dan sejumlah uang tunai.
Kapolres Metro Bandara Soekarno-Hatta (BSH) Kombes Guntur Setyanto mengatakan, terungkapnya pengedar narboba jenis sabu-sabu antar LP berawal dari ditemukannya 200 gram sabu-sabu dri dalam beberapa paket domestic tujuan Samarinda. Setelah dilakukan pengembangan, petugas berhasil menangkap kurir yang berinisal FR dengan barang bukti berupa handphone, uang hasil penjualan sabu-sabu.
“Setelah diinterogasi, FR mengaku barang tersebut milik seseorang yang berinisial SH di Samarinda. Petugas kemudian melakukan pengembangan ke Samarinda,” kata Guntur saat ekspose di kantor Bea Cukai BSH, Jumat (27/2).
Setelah dikembangkan, Polisi kemudian menangkap SH di rumahnya di Jalan Adam Malik Blok A No.58 RT 24 Perum Citra Griya Kelurahan Karang Asam Kecamatan Sungai Kujang Kota Samarinda. Dirumah SH, polisi menemukan 3 paket sabu-sabu seberat 10 gram. Tersangka mengaku mendapatkan sabu-sabu dari THR dan H di Surabaya.
“Jaringan yang dibongkar agak besar. Sabu-sabu yang didapatkan berasal dari LP Cipinang. Rencananya akan dimasukan ke LP Sampaja. Polisi juga sudah mengetahui orang yang menerima paket di dalam LP. Orangnya juga dihukum akibat kasus yang sama selama 2 tahun. Seharusnya dia sudah bebas bersyarat, karena kasus ini pembebasannya ditangguhkan,” jelas Guntur.
Kasat Narkoba Polres Metro Bandara Kompol Liliek Lestari mengatakan, nilai setia 1 gram sabu-sabu sebesar Rp 2,1 juta. Total nilai barang sebesar Rp 441 juta. “Tidak menutup kemingkinan, sabu-sabu yang diederkan juga masuk ke dalam Lp lainnya diseluruh Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bea Cukai BSH Rahmat Subagio mengatakan, pihaknya juga berhasil mengamankan 298 ribu butir ekstasi pada 31 Desember 2008 lalu. Barang tersebut diamankan petugas X-Ray gudang gapura angkasa di area kargo. Ketika dilakukan pemeriksaan barang kiriman ekspedisi PT Mex Berlian Dirgantara sebanyak 10 karto dari Jakarta tujuan Surabaya. Petugas menemukan 3 karton yang berisi pil berlogo LL. Setelah diperiksa, pil tersebut ternyata ekstasi.
“Petugas berhasil menangkap pria dengan inisial P (44). Kami akan terus mengetatkan pengamanan di bandara,” kata Rahmat yang juga ketua Satgas Interdiction. (mg-dedi)

Puskesmas Pamulang

Puskesmas Pamulang Dibobol Maling

KOTA TANGSEL – Tempat-tempat pelayanan kesehatan masyarakat ternyata tidak lepas dari intaian pencuri. Buktinya, Puskesmas Pamulang yang terletak di jalan Surya Kencana berhasil dibobol kawanan maling, Jumat (27/2) dini hari. Satu unit central unit processor (CPU) di ruang tata usaha raib digondol maling. Parahnya lagi, di dalam CPU terdapat data keluaraga miskin (Gakin) di Kecamatan Pamulang dan pelatihan kerja karyawan.
Kepala Puskesmas Pamulang drg Unna Romadhona mengaku, peristiwa percurian baru diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Ketika salah seorang petugas ingin menyalakan komputer, ternyata CPU sudah tidak ada.
“Mengetahui ada pencurian, kami langsung melaporkan hal ini ke Polsek Pamulang,” kata Unna.
Menurut Unna, kemungkinan pencuri masuk kedalam puskesmas sekitar pukul 23.50 WIB. Sebab, saat itu, dr Tulus dan Syaiful penjaga puskesmas sedang memsukand ata Gakin kedalam komputer. Pencuri masuk kedalam puskesmas tanpa diketahui. Setelah sumua orang pergi, pencuri mulai menggasak barang berharga di dalam puskesmas.
"Maling tersebut masuk kedalam ruangan askes tanpa melakukan perusakan pintu. Semuanya dalam keadaan baik-baik saja,” katanya lagi.
Diakuinya, hingga kini pihaknya belum mengetahui mengenai adanya indikasi keterlibatan orang dalam kasus pencurian ini. Sebab, seluruh ruangan sudah dikunci sebelum ditinggalkan. Akibat kejadian ini, Puskesmas Pamulang ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 3,5 juta.
"Saya sudah tanyakan dan mereka mengatakan tidak ada orang yang mencurigakan dan semua ruangan terkunci. Keamanan harus tetap jadi prioritas utama. Kami akan perketat untuk pengunjung,” terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Pamulang AKP Heru Purnomo membenarkan, pihaknya sudah menerima laporan dari pihak Puskesmas Pamulang terkait kasus pencurian. Hingga, kini petugas masih melakukan penyelidikan secara intensif.
"Belum bisa dipastikan apakah ada keterlibatan orang dalam. Semuanya masih dalam penyelidikan," katanya. (mg-dedi)

Pemerkosaan

Pemandu Karaoke Diperkosa WNA

KOTA TANGERANG – Susi Lisa (21) salah seorang pemandu karaoke di Kings Karakoe Komplek Pinangsia Lippo karawaci diperkosa salah seorang tamunya. Wanita yang tinggal di Jalan Tohir RT 2/13 Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat diperkosa warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan yang bernama Jung Jaehung (21), Kamis (26/2) lalu.
Perisitiwa itu berawal ketika Susi Lisa Apriani dengan temannya bernama Sinta Rosmiati,24, diminta WNA tersebut untuk "memandu" berkaraoke. Rupanya, tidak hanya minta "ditemani" bernyanyi, WNA yang bersama satu orang temannya itu juga minta dilayani layaknya suami istri. Entah apakah karena minuman keras atau karena hasratnya memang sedang ingin dilayani, Jung Jaehung pun tidak bisa mengontrol dirinya meminta dengan paksa Susi Lisa Apriani untuk melayaninya.
"Dia melakukannya di kamar mandi," ucap seorang petugas keamanan di kompleks Pinangsia yang namanya enggan dikorankan.
Meski sempat menolak dan meronta wanita malang itu pun akhirnya menyerah juga. "Tetapi dia tidak mabuk, karena di sini tidak jual minuman keras. Pagi harinya,wanita itu langsung melaporkan hal itu ke Polres Metro Kota Tangerang,” katatanya. (mg-dedi)

Demo Buruh

Buruh Pabrik Benang Tuntuk Kenaikan Upah

TANGERANG – Ratusan buruh PT Fiberindo Inti prima di Jalan Raya Serang KM 12 Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang melakukand emo di depan pabriknya, Jumat (27/2). Dalam aksinya, para buruh pabrik yang memproduksi benang tekstil tersebut menuntut agar pihak perusahaan membayarkan gaji buruh sesuai dengan upah minimum Kabupaten (UMK) Tangerang sebesar Rp 1.055.000. pasalnya, hingga kini perusahaan hanya sanggup membayar gaji buruh sebesar Rp 1.010.000 per bulan.
Seorang buruh sempat pingsan akibat kelelahan ketika melakukan demo. Buruh yang bernama Ratih tersebut pingsa ketiak rekan-rekannya sedang berusaha masuk ke dalam pabrik. Ratih langsung dievakusi ke pos satpam untuk mendapatkan pertolongan oleh rekan-rekannya sesame buruh.
Dalam demo ini, par buruh juga meneriaki truk pembawa benang yang masih keluar masuk pabrik. Mereka meminta seluruh aktivitas di dalam pabrik dihentikan, “Berhenti loh. Kalo nggak dibakar,” teriak salah seorang buruh.
Ketua DPC SPSI Kabupaten Tangerang Arsadi mengatakan, pihak perusahaan tidak menyanggupi membayar gaji karyawan sesuai UMK 2009 yang sudah ditetapkan gubernur banten. Pihak perusahaan hanya mampu membayar gaji sebesar Rp 1.010.000 per bulannya. Jumlah tersebut masih kurang dari nilai UMK.
“Ada selisih sekitar Rp 40 ribu. Perusahaan tidak mapu membayar gaji karyawan secara penuh,” terang Arsadi kepada Banten Raya Post.
Menurutnya, pihak perusahaan tidak dapat semudah itu membayar gaji buruh tidak berdasarkan nilai UMK. Berdasarkan ketentuan dalan undang-undang ketenagakerjaan, untuk melakukan penangguhan gaji harus memenuhi syarat. Yaitu harus ada laporan resmi dari akuntan public dan data produksi selam 2 tahun terakhir.
“Data pendukung yang diperikan perusahaan tidak kuat untuk melakukan penangguhan gaji,” bebernya.
Setelah dilakukan pembicaraan, pihak perusahaan hanya memberikan informasi tidak dapat memberikan peutusan yang tetap kepada buruh mengenai besarnya gaji. Pihak perusahaan harsu melakukan pertemuan dengan direksiterlebih dahulu sebelum mengambil keputusan kenaikan gaji.
“Tadi ada opsi dari buruh. Kalau mereka tidak dapat mampu menaikan gaji buruhd alam 3 hari kedepan. Buruh akan melakukan demo yang lebih besar lagi. Senin (2/3) buruh akan melakukan long march dari pabrik ke Dinas Tenaga Kerja dan transmigasi (Disnakertrasn) Kabupaten Tangerang,” ancamnya. (mg-dedi)

Kamis, 26 Februari 2009

SD Mau Roboh di Tangerang

8 SD di Rajeg Mengkhawatirkan

TANGERANG – Sebanyak 8 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang dalam kondisi yang sangat mengkhawtirkan. Selain sudah tidak layak huni, sekolah tersebut juga hampir roboh. Kedelapan sekolah tersebut adalah SDN Kampung Baru II di Desa Pangarengan, SDN Sukatani IV di Kelurahan Sukatani, serta SDN Rancabango II di Desa Lembang Sari, SDN Rajeg I dan II, SDN Rancabango III, SDN Sukatani II, dan SDN Mekar Sari II.
Tokoh Masyarakat Rajeg Komarudin mengatakan, kondisi 8 sekolah dasar sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, beberapa sekolah belum pernah direhab sejak dibangun. Sekolah yang belum pernah diperbaiki adalah SDN Kampung Baru II, SDN Sukatani IV, dan SDN Rancabango II. Hampir semua dinding sekolah yang dibangun awal tahun 1980-an tersebut sudah lapuk.
“Perbaikan sekolah sudah sangat mendesak. Keselamatan dan kenyamanan siswa dan guru terancam dengan gedung yang hampir roboh,” katanya, kemarin.
Meski kondisi bangunan tak layak huni, kegiatan belajar di sekolah itu tetap berlangsung tiap hari. Namun siswa terpaksa menggunakan ruangan yang dianggap masih bisa digunakan, walupun kondisinya tak jauh beda.
Selain perlu direhabilitasi, terdapat gedung sekolah yang membutuhkan perbaikan sebagian ruang kelas, antara lain tambahan ruang kelas SDN Rajeg I dan II, perbaikan SDN Rancabango III, SDN Sukatani II, dan SDN Mekar Sari II.
"Separuh bangunan sudah tidak digunakan lagi. Guru maupun siswa khawatir dengan kejadian yang tak diinginkan, termasuk roboh bila ada hujan disertai angin besar," kata Komarudin.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Ahmmad Kurtubi Suud mengatakan, masyarakat Rajeg telah menyampaikan usulan agar bangunan-bangunan SD tak layak pakai segera diperbaiki. Aspirasi tersebut disuarakan melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) Kecamatan Rajeg pekan lalu.
"Pada 2010 masalah infrastruktur pendidikan ini harus dituntaskan penanganannya, malah jika memungkinkan dibangun menggunakan dana perubahan APBD 2009. Saya kira cukup prioritas untuk ditangani," kata Kurtubi.
Camat Rajeg, Ujat Sudradjat, mengakui terdapat beberapa SD yang perlu diprioritaskan perbaikannya. "Terutama sekolah-sekolah yang dibangun saat era Inpres, karena sudah tua sekaligus butuh perbaikan," katanya. (mg-dedi)

PJU Rusak

34 PJU Dirusak Warga

KOTA TANGSEL – Berdasarkan data di Polsek Serpong dan Polsek Cisauk Kota Tangerang Selatan, sebanyak 34 buah lampu penerangan jalan umum (PJU) sepanjang jalur lingkar selatan (JLS), Jalan Raya Ciputat-Pamulang, dan sebagian Serpong sengaja dirusak oleh warga. Pengerusakan dilakukan dengan cara menembakan lapu PJU yang tergantung hingga pecah dan tidak menyala lagi.
Kapolsek Cisauk AKP Wimpy Santoso mengaku, menemukan beberapa kesengajaan tindak perusakan yang dilakuan sekelompok orang. Tujuannya masih belum dapat dipastikan. Namun dampak dariperusakan PJU itu sangat tinggi.
“Kita akui saja angka perampasan motor di lintasan JLS sering terjadi. Karena lampu PJU nya rusak semua. Ini baru satu contoh saja,” ujarnya.
Dari sejumlah lokasi yang diperiksa, lanjutnya, sering ditemukan batu kecil di lokasi tiang-tiang PJU. Pecahan kaca bohlam dan kaca lampu bersereakan di sekitar jalan. Itu menjadi bukti adanya tindak perusakan. Apalagi, sambung dia sangat tidak mungkin lampu PJU itu rusak dalam kondisi pecah di semua titik PJU. Kondisi tersebut memperkuat adanya tindak kesengjaan yang dilakukan sekolompok orang.
“Sampai sekarang belum ditemukan pelakunya. Tapi kita bakal terus memburu para perusakan aset negara itu,” terang Wempy.
Berdasarkan temuan di lokasi, Wempy memperkirakan, perusak lampu PJU itu menggunakan senapan angin atau ketapel. Sasarannya adalah bola lampu yang ada di PJU. Menurutnya kondisi tersebut telah lama disampaikan ke pemerintah daerah. Namun belum juga mendapat tanggapan.
Wakapolsek Serpong Iptu Agus S menambahkan, kasus perusakan lampu PJU semakin sering terjadi. Sayangnya pemerintah tidak segera memperbaikinya. Padahal rusaknya PJU tersebut sangat mengancama keselamatna pengguna jalan. Selain itu pula, lanjut dia peluang terjadinya tindak kejahatan di jalanan bakal meningkat. Meski tak menutup kemungkinan pelaku perusak lampu PJU adalah kelompok tindak kejatanan jalanan.
“Jadi pelaku kejahatna itu sengaja merusaknya. Agar mempermudah operasi kriminalnya,” pungkas Agus. (mg-dedi)

Calo di PLN Serpong

Warga Keluhkan Calo di PLN Serpong

KOTA TANGSEL – Puluhan warga Serpong Kota Tangerang Selatan dan sekitarnya yang kerap membayar rekening listrik di kantor PLN Area Pelayanan (AP) Serpong mengeluhkan banyaknya calo yang berkeliaran. Para calo tersebut menawari setiap warga yang ingin menambah daya listrik dengan cepat.
Namun, warga harus membayar biaya yang lebih mahal ketimbang jalur resminya. Untuk warga yang ingin menambah daya dari 900 watt menjadi 1.300 watt dipungut biaya yang jauh dari tarif resminya antara Rp 800 ribu hingga Rp 1,3 juta.
Padahal tarif resminya untuk menaikan daya yang sama hanya Rp 300 ribu. Sedangkan biaya penambahan daya dari 900 watt menjadi 2.300 watt hanya Rp 600 ribu.
Salah satu warga, Ratna mengaku, dirinya kerap ditawari calo ketika membayar listrik. Calo tersebut menjanjikan dapat mempercepat proses penambahan daya listrik.
“Aksi calo sangat menggangu warga. Mereka selalu mengikuti warga yang datang ke PLN. Saya minta pihak PLN segera menertibkan calo tersebut,” harap warga BSD Sektor VIII tersebut, Kamis (26/2).
Manajer APL PLN Serpong Heri mengaku, belum pernah mendengar adanya calo yang berkeliaran di PLN AP Serpong. Warga harus memberikan bukti kalau ada praktik percaloaan penambahan daya listrik.
“Jangan percaya kepada orang yang menyebutkan bahwa penambahan daya tidak bisa, lebih baik langsung bertanya kepada petugas PLN di loket tersedia.” bebernya.
Dikatakan Heri, penambahan daya listrik di BSD dan Serpong masih mungkin karena masih tersedia cukup persediaannya. Hanya saja di beberapa wilayah memang penambahan daya harus menunggu, terkait jaringannya yang penuh.
Jika memang ada oknum PLN yang meminta imbalan terhadap pemohon daya listrik dimohon untuk langsung melaporkan kepadanya. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat mau memberi informasi ke PLN setempat.
“Kalau ada orang dalam bekerjasama dengan calo, catat namanya. Saya akan tindak,” tegasnya. (mg-dedi)

Rabu, 25 Februari 2009

DBD

Pasien DBD Antri di Puskemas Pamulang

KOTA TANGSEL - Puskesmas Pamulang mulai kewalahan menangani pasian Demam Berdarah Dengue (DBD). Semua bangsal yang tersedia di puskesmas itu penuh. Terpaksa pasien DBD harus antre untuk mendapatkan rawat inap.
Kepala Puskesmas Pamulang Unna Ramadhona mengaku, ketersedian bangsal rawat inap sangat minim. Padahal jumlah pasien yang dilayani puskesmas terus meningkat. ”Kita hanya punya 8 bangsal saja. Itu saja sudah penuh dengan pasien DBD. Terpaksa ada yang tak bisa dirawat di puskemas,” tuturnya.
Kesulitan itu, lanjut dia semakin terasa dengan minimnya jumlah tenaga medis yang ada. Tercatat hanya terdapat 5 perawat dan tiga dokter. Mereka harus bekerja 24 jam. Sehingga perlu pembagian kerja yang lebih berat lagi.
Berdasarkan data Puskesmas Pamulang jumlah penderita DBD hingga akhir Febuari 2009 ini telah mencapai 42 pasien. Dengan catatan 29 kategori suspect DBD dan 13 positif DBD.
”Kalau Januari 2009 tercatat 44 penderita. Lima diantaranya positif DBD,” tambahnya.
Dengan jumlah penderita sebanyak itu, menurut dia ketersediaan bangsal rawat inap masih jauh dari harapan. Setidaknya butuh empat bangsal lagi. Sebagai tambahan bagi penderita DBD yang butuh rawat inap.
Unna menyatakan kekurangan bangsal rawat inap itu telah berulang kali diminta ke pemerintah daerah. Tetapi belum juga mendapatkan tanggapan. Kondisi tersebut yang membuat puskesmas Pamulang harus melakukan langkah-langkah darurat.
Misalnya, kata Unna memindahkan pasien ke aula Puskesmas saat sudah membludak jumlahnya. Dengan menggunakan bangsal tambahan yang dipinjam dari beberapa kantor pemerintah terdekat. ”Untungnya belum pernah itu terjadi. Tapi tetap saja bangsal harus ditambah,” ujarnya.
Anggota komisi D DPRD Kabupaten Tangerang Anugrah menyayangkan, kebijakan pemerintah daerah terkait pelayanan kesehatan. Seharusnya penyiapan sarana pendukung kesehatan di puskesmas pamulang dapat lebih dioptimalkan. Karena di wilayah tersebut tidak ada pusat layanan kesehatan milik pemerintah. ”Puskemas itu satu-satunya harapan warga mendapatkan kesehatan terjangkau. Kan wajar kalau warga menuntut perbaikan,” ungkapnya. (mg-dedi)

Pembunuhan

Staff Intelejen TNI Tewas Ditusuk

KOTA TANGSEL - Thomas Bowo Supriyanto (50) staff Badan Intelejen dan Strategi (Bais) TNI tewas ditusuk teman dekatnya Sardih (33) di Kampung Babakan Pasar Jengkol RT 7/1 Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan sekitar pukul 01.00 WIB. Bowo tewas setelah ditikam pada bagian leher bagian kanan menggunakan pisau dapur.
Tak lebih dari 48 jam berlalu, pelaku pembunuhan berhasil dibekuk polisi. Pelakunya adalah Sardih, teman dekat korban. Kekejaman pelaku itu dipicu rasa sakit hati dengan perlakuan korban yang sering melecehkan dirinya. Sehingga pelaku pun mencari celah untuk membalas kekesalan hatinya itu.
媒Kepala saya sering didorong-dorong sama korban. Kesal kan kalau sering digituin,” kata Sardih di kantor Polsek Cisauk, Kota Tangerang Selatan, kemarin.
Pelaku mengaku, kekesalan tersebut sudah lama dipendamnya. Terlebih korban melakukan pelecehan itu berulang-ulang kali. Tak hanya saat berbicara berdua saja, pelecahan itu pun dilakukan didepan teman-teman pelaku lainnya.
媒Karena takut tertangkap warga, motor korban saya bawa kabur. Berikut identitas dirinya,” ungkap pelaku yang bekerja sebagai buruh ini.
Kapolsek Cisauk AKP Wimpy Santoso menegaskan, tindakan pelaku murni kriminal. Dengan motif balas dendam atas tindakan korban terhadap pelaku. Tidak ada motif ekonomi dan lainnya. Sedangkan motor korban Suzuki B 6653 PGTsengaja dibawa lari pelaku untuk menghilangkan jejak kejahatan. Motor tersebut kemudian digadaikan.
媒Ngakunya uang tersebut digunakan untuk pesta-pesta,” terangnya.
Terungkapnya kasus ini, lanjut dia berawal dari keterangan keluarga korban. Terkait teman-teman yang sering dihubungi oleh korban. Dari daftar nama itu muncul Sardih yang sangat sering. Terlebih setelah kasus pembunuhan itu. Korban tercatat sebagai staf aktif di Badan Intelejen dan Strategi TNI. Berlamat di Jalan Merica No.23 Pondik Cabe Ilir Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Hubungan pelaku dengan korban merupakan teman-teman kumpul saja.
Wimpy memastikan, pelaku dijerat dua pasal, yakni 338 dan 365 KUHP. Dengan ancaman penjara 15 tahun. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa motor, baju korban dan jaket. Sedangkan pisau yang digunakan pelaku masih dalam pencarian polisi. (mg-dedi)

Caleg Minta Obat Fogging

Caleg Minta Obat Foging ke Dinkes

TANGERANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang Hani Herianto mengaku, banyak calon anggota legislatif (caleg) tingkat Provinsi dan Kabupaten Tangerang yang meminta Malathion atau obat fogging secara gratis ke Dinkes. Permintaan obat fogging dilakukan dengan dalih sosialisasi pemberantasan nyamuk demam berdarah.
"Memang banyak caleg yang minta obat fogging mungkin untuk sosialisasi saja,"katanya saat dihubungi ponselnya.
Sayangnya, Hani enggan menyebutkan nama-nama saleg yang meminta obat fogging tersebut. Namun menurut Hani sejumlah Caleg yang meminta obat fogging tersebut ada yang sifatnya gratis adapula yang memang membayar secara pribadi. "Ada yang gratis ada juga yang bayar,"ujarnya lagi.
Hani mengatakan. rata-rata obat fogging yang diminta Caleg tersebut sebanyak 5 liter dimana harga per liternya Rp 200 ribu. Kendati demikian Hani mengaku membiarkan hal tersebut.
"Tidak ada masalah. Sebab hal itu juga membantu kami juga. Jadi kami tidak perlu mengeluarkan biaya operasional kembali," ucapnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Arif Wahyudi mempertanyakan, caleg yang meminta obat Malathion untuk fogging kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang. Bahkan mengatasnamakan Wakil Bupati Rano Karno.
Arif menuturkan, obat Malathion tersebut dibeli pakai uang APBD dan APBN dan digunakan untuk memberantas penyakit dengan standar operasi tertentu seperti harus terbukti terjangkit DBD.
"Kami hanya menyayangkan melesetnya peruntukan obat fogging tersebut dan yang sangat disesalkan kenapa harus mengatasnamakan Wakil Bupati Rano Karno untuk meminta obat tersebut kepada Dinkes, kami jadi mempertanyakan kepada Pak Rano (wakil bupati-red) dan Dinkes kenapa obat tersebut digunakan untuk kepentingan sosialisasi caleg," tandas Politisi PKS ini dalam pesan singkatnya.
Menurutnya, fogging seharusnya dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat dan telah dilakukan survey kelayakannya oleh Dinkes.
"Sangat disayangkan apabila penyemprotan tidak efektif dilakukan oleh Caleg tersebut, padahal Dinkes sudah ada program untuk melakukan penyemprotan di daerah endemis DBD, tetapi kalau sering diminta oleh Caleg obatnya, sudah tentu akan habis," ketusnya. (mg-dedi)

Duta Bandara

BSH Luncurkan Duta "Roller Blade"

TANGERANG - Guna menjaga kenyamanan penumpang, PT Angkasa Pura (AP) II selaku Bandara Soekarno-Hatta (BSH) meluncurkan 12 orang Duta Bandara untuk menjaga kebersihan, Rabu (25/2). Dalam bertugas para Duta Dandara akan bersepatu roda atau roller balde. Peluncuran ini sekaligus untuk menunjang program Clean Airport Action (CAA) yang saat ini telah berjalan.
Para personil yang didaulat sebagai Duta Bandara ini akan selalu bergerak mengelilingi terminal BSH dengan menggunakan roller blade menyapa penumpang di BSH agar menjaga kebersihansetiap saat.
Kepala Cabang Utama BSH Angkasa Pura II Hariyanto mengatakan, para Duta Bandara tersebut merupakan tim internal PT Angkasa Pura II yang diberikan pelatihan khusus mengenai Customer Handling (pelayanan konsumen). Sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan dengan tingkat keramahan dan kemampuan seperti di Hotel dan Mall.
"Paling tidak mereka dapat memberikan edukasi-edukasi yang bersifat persuasif kepada pengguna bandara bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak di bandara. Tidak menghardik namun hanya melarang," kata Hariyanto.
Hariyanto menjelaskan, para personil Duta Bandara tersebut akan bekerja pada jam-jam penerbangan dengan kepadatan tinggi, utamanya pada pukul 07.00 pagi dan 17.00 sore.
Dikesempatan yang sama, Humas PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi mengatakan, para Duta Bandara ini memiliki tugas Greeter atau menyapa setiap komponen yang ada di bandara. Selain itu juga mereke melakukan quick clean action di area yang terlihat kotor seperti memasukkan sampah ke tong sampah.
"Mereka juga dibekali pengetahuan tentang bandara dan current issue. Sehingga dapat mengetahui setiap persoalan di bandara dan meluruskan isu yang ada sehingga pengguna bandara bisa mendapatkan informasi yang benar," kata Trisno.
Untuk menunjang pekerjaan para Duta Bandara, mereka juga dilengkapi sejumlah peralatan pendukung seperti gunting, lakban, kanebo,sprayer dan jarum otomatis untuk menjahit dalam tas pinggang yang selalu mereka bawa. (mg-dedi)

Tabrakan

Ngantuk, Truk Seruduk Pedagang Singkong Keju

KOTA TANGSEL – Diduga akibat mengantuk, sebuah truk pick up dengan nomor polisi (nopol) B 9519 FU milik Pandu Logistik menabrak gerobak pedagang singkong keju di Jalan Raya Serpong KM 3 BSD Kecamatan Serpong Kabupaten Tangerang. Selain menghajar gerobak hingga hancur, truk yang dikemudikan Dadang (38) juga menabrak sebuah papan reklame milik Bintang Tour Travel.
Petugas Lantas Polsek Serpong Brigadir R Sudarsono mengatakan, kejadian bermula ketika truk dari arah Tangerang sedang melaju menuju Parung dengan kecepatan 30 kilometer per jam. Namun, karena ngantuk, sopir tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Disamping itu, pengakuan sopir, rem truk tidak berfungsi dengan baik. Sehinggi ketika diinjak truk didak berhenti.
"Pengemudi tdak bias mengendalikan mobilnya, sehingga papan reklame dan gerobak singkong di tabrak,” kata Sudarsono.
Dikatakannya, sopir truk tidak ditahan di polsek. Polisi hanya melakukan pemeriksaan kepada sopir. Persoalan yang terjadi sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Sopir diminta mengganti seluruh kerugian pedagang singkong keju dan papan reklame.
"Tidak ada sanksi yang diberikan tetapi pengemudi hanya diminta untuk menganti rugi smeua kerusakan dan biaya pengobatan,” ujarnya.
Dadang mengaku, dirinya sedang mengantuk ketika mengemudikan truk yangf bermuatan paket tersebut. Tiba-tiba, truk sulit untuk dikendalikan dan sudah mendekati tiang reklame. Rem mobil yang diinjaknya pun sudah tidak berfungsi secara maksimal, sehingga, mobilnya menabrak tiang reklame. Bukan itu saja, gerobak yang berada didekatnya pun terkena imbas karena tiang reklame tidak kuat menahan laju mobilnya.
"Saya waktu itu memang mengantuk. Tetapi masih terlihat sadar. Karena rem mobil tidak pakem akhirnya kendali mobil tidak bisa di kendalikan,” ujarnya dengan muka yang binggung.
Penjual singkong keju Jamaludin mengatakan, dirinya hanya mengalami luka lecet pada bagian siku dan pinggul. Karena tabrakan begitu cepat, dirinya tidak mengetahui dengan persis kronoligisnya.
"Saya tidak tau bagaiaman mobil itu datang tetapi sebelum menabrak, saya mendengar adanya suara kencang dan kemudian mengenai diri saya hingga terpental beberapa meter,” kata warga Reni Jaya, Pamulang yang saat itu sedang menggoreng singkong.
Mengenai ganti rugi, pemilik usaha Singkong Keju Ali menjelaskan, pihkanya mengalami kerugian mencapai Rp 8 juta dengan perhitungan kerusakan gerobak dan semuanya.
"Biaya tersebut hanya untuk mengganti kerusakan gerobak dan barang-barang lainnya. Sedangkan untuk korban, masih belum diketahui. Biaya pertama saja Rp 250 ribu,” kata Ali. (mg-dedi)

Rangkap Jabatan

Atut dan Shaleh Diduga Langgar PP

KOTA TANGSEL – Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiah dan Penjabat Walikota Tangerang Selatan M Shaleh diduga melanggar peraturan pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas PP Nomor 100 Tahun 2000 mengenai pengangkatan pegawai negeri sipil dalam jabatan struktural.
Pelanggaran dilakukan, karena M Shaleh tidak melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provisi Banten ketika dilantik sebagai Penjabat Walikota. Sedangkan dalam pasal 8 PP Nomor 13 tahun 2002 disebutkan, Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan struktural tidak dapat menduduki jabatan rangkap, baik dengan jabatan struktural maupun dengan jabatan fungsional.
Anggota DPR RI Jazuli Juwaini menilai, rangkap jabatan yang dilakukan Shaleh seharusnya dapat dihindari. Apalagi, pegawai yang layak menjadi Penjabat Walikota Tangerang Selatan di Provinsi Banten sangat banyak.
“Beban kerja sebagai Penjabat Walikota tidak ringan. Membutuhkan konsentrasi dan tenaga. Penjabat Walokita tidak perlu lagi dibebankan tugas-tugas lain di provinsi. Masih banyak pejabat lain. Kenapa harus rangkap jabatan," tuturnya.
Dengan rangkap jabatan tadi, tambah politisi PKS ini dapat membuat sulit melakukan pertanggung jawaban. Karena bisa saja pejabat tersebut berkilah saat terjadi kesalahan. Dengan alsan melakukan dua tugas yang cukup berat.
"Kalau sudah begini pasti nanti saling tunjuk. Sudahlah lebih baik piliha saja jabatannya," paparnya.
Sementara itu, M Shaleh membenarkan, dirinya masih menjabat sebagai Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Provisi Banten. Meskipun jabatan sebagai PJ Walikota juga telah diterimanya. Hal tersebut merupakan instruksi gubernur Banten. Sehingga tidak bisa menolaknya.
"Saya dengan sudah dikonsultasikan ke mendagri soal jabatan ini. Belum tahu hasilnya," ungkapnya. (mg-dedi)

PMI (darah)

Permintaan Darah Naik 20 Persen

TANGERANG – Maraknya korban demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tangerang, membuat permintaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Tangerang meningkat sebesar 20 persen.
Koordinator Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) UTDC PMI Kota Tangerang Djefri Harianto mengatakan, setiap hari, PMI mendapatkan permintaan darah dari rumah sakitr sebanyak 30 kantong.
“Februari ini, permintaan darah mencapai 140 kantong. Jumlah tersebut lebih meningkat dari bulan yang sama tahun lalu yang hanya 109 kantong darah,” katanya.
Dikatakan Djefri, PMI lebih mengutamakan permintaan darah dari rumah sakit yang ada di Tangerang ketimbang permintaand arah dari wilayah lain. Kini, stok drah yang ada di PMI hanya 100 kantong. Normalnya ada 200 kantong darah.
Djefri menambahkan, diperkirakan permintaan darah akan terus meningkat. Hal itu sering makin merebaknya masyarakat yang terkena wabah DBD.
Sementara itu, peningkatan terhadap permintaan darah juga terjadi di PMI Cabang Kabupaten Tangerang. Sejak awal tahun, terjadi peningkatan naik 10 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.
Ketua PMI Cabang Kabupaten Tangerang Fahmi Firdaus mengatakan, PMI Kabupaten Tangerang baru dapat menjangkau 80 persen permintaan darah. "Sehari kami baru menghasilkan 300 kantong darah, padahal normalnya aalah 500 hingga 600 kantong darah," kata Firdaus.
Firdaus mengaku, PMI akan terus berusaha untuk menutupi 20 persen kanto darah yang belum tercapai. Apalagi, sekarang ini sedang musim DBD.
“Sebab selain menyuplai di Tangerang, kami juga mensuplai kebutuhan darah ke Jakarta Barat, Serang, Cilegon dan wilayah Banten lainnya. Karena itu kita terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan donor darah," katanya. (mg-dedi)

Kasus Pencabulan

Kasus Pencabulan di Kabupaten Tangerang Marak

TANGERANG – Diantara banyak kasus yang terjadi di Kabupaten Tangerang, pencabulan merupakan salah satu yang paling banyak. Berdasarkan data di Polres Metro Tangerang Kabupaten, dalam kurun waktu 2008 hingga awal 2009, terjadi 19 laporan kasus pidana berupa pencabulan disertai pemerkosaan.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang Kabupaten Iptu Nuryadi mengatakan, kasus pencabulan dan pemerkosaan terbanyak yang diterimanya terjadi pada awal tahun 2009. Sejak Januari hingga sekarang, sedikitnya 6 laporan tindak pidana pencabulan serta pemerkosaan diterima Polres Metro Tangerang.
"Umumnya para pelaku adalah rata-rata berumur diatas 20 tahun. Tapi ada juga yang telah berumur tua," kata Nuryadi.
Dari hasil penyidikan aparat kepolisian terungkap jika para pelaku umumnya tertarik terhadap perilaku korban. Seperti pakaian korban yang seksi dan perilakunya yang menggoda.
Nuryadi menyarankan, orang tua yang masih memiliki anak gadis untuk tidak membiarkannya terlalu bebas bergaul. "Perlu diawasi. Dan para gadis harus mengenakan pakaian yang sopan," tegasnya.
Belasan kasus tindak pidana pencabulan yang diterima Polres Metro Tangerang Kabupaten hampir semuanya ditindak lanjuti hingga ke tingkat Pengadilan Negeri Tangerang, terutama di sepanjang tahun 2008. "Di awal tahun 2009 ini saja yang masih dalam proses kepolisian," tegasnya.
Dikesempatan yang sama, Wakasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kabupaten AKP Sunaryo mengatakan, salah satu faktor perbuatan cabul adalah kurangnya iman seseorang. Sementara itu pria yang telah berumah tangga namun masih melakukan pencabulan atau bahkan pemerkosaan disinyalir memiliki kelebihan hasrat seksual. Video mesum dikatakan Sunaryo juga bisa menjadi pemicunya.
"Jika memang ada peredaran video porno, kita akan razia," tegas mantan Kanit Reskrim Polsek Serpong ini. (mg-dedi)

Polisi di Periksa

6 Polisi Diperiksa Provost

KOTA TANGSEL – Sebanyak 6 orang anggota kepolisian di Polsek Pamulang di periksa Provost Polres Jakarta Selatan. Salah satu anggota yang diperiksa adalah Kapolsek Pamulang AKP Heru Purnomo. Pemeriksaan polisi tersebut terkait meninggalnya Devi (27) Warga Cirebon Jawa Barat korban pemerkosaan yang ditolak Puskesmas Pamulang.
Heru membenarkan, adanya petugas dari Polsek Pamulang yang diperiksa. Petugas yang diperiksa adalah para anggota yang mendapat jadwal piket ketika peristiwa tersebut terjadi. Namun, Heru tidak menyebutkan satu per satu polisi yang diperiksa. ”Termasuk saya yang ikut diperiksa,” jelasnya.
Menurutnya, proses penyidikan tersebut sebatas mencari tahu adanya pelanggaran tugas dan etika kepolisan saja. Namun belum ada kejelasan terhadap hasil penyidikan tim provost Polres Jakarta Selatan.
”Kita coba jelaskan saja duduk persoalannya. Dan saya yakin anggota tidak ada yang lalai terhadap tugas,” ungkap Heru.
Ditambahkannya, kasus kematian Devi bukan merupakan pelanggaran pidana. Terlebih adanya kabar yang menyebutkan korban tewas setelah diperkosa. Namun, hal tersebut masih butuh pembuktian kembali.
”Yang saya tahu korban itu 44 (tidak normal;red). Jadi tidak jelas kebenaran adanya tindak pemerkosaan tersebut,” kilah Heru.
Terpisah, Gubernur Banten Ratu Atut Choisyah mengaku, sangat menyesalkan adanya tindak penelantaran yang dilakukan instansi pemerintah di Tangerang Selatan. Tindakan tersebut telah mencoreng citra pelayanan pemerintahan. Sekaligus membuktikan sikap tidak proaktifnya para pejabat.
“Ibu akan segera memanggil pejabat terkait. Kalau terbukti mereka semua harus dikenakan sanksi. Ini peristiwa yang memalukan,” tutur Atut.
Sementara itu, Penjabat Walikota Tangerang Selatan M Shaleh mengaku tidak mengetahui adanya warga yang meninggal akibat di tolak Puskesmas Pamulang. Sebab, hingga kini tidak ada warga yang melapor.
”Saya sudah tanyakan dengan camat persoalannya. Dia bilang tidak mengetahui adanya laporan warga terlantar di wilayahnya,” tuturnya.
Sedangkan penolakan Puskesmas Pamulang, sambung dia juga belum pernah dilakukan. Tidak ada warga yang datang menyampaikan ke puskesmas adanya warga telantar yang sakit. Mengenai surat-surat tersebut merupakan pertanyaan warga saja untuk mendapatkan pelayanan gratis. (mg-dedi)

Senin, 23 Februari 2009

Pelaku Video Mesum


Pelaku Video Mesum Ditangkap

TANGERANG – M Khadafi alias Dafi (17) warga Kampung Suryabahari Kecamatan Pakuhaji dan M Suhaemi alias Kemi (15) warga Kampung Cituis Desa Sukawali Kecamatan Pakuhaji ditangkap petugas dari Polsek Pakuhaji. ABG yang tidak tamat SMA tersebut diamankan karena membuat dan menyebarkan video mesum Dafi dan Novitasari. Bahkan, Dafi juga melakukan pemerkosaan terhadap Novitasari.
Kapolsek Pakuhaji AKP Kosasih mengatakan, peristiwa pembuatan video porno dan pemerkosaan dilakukan pada Selasa (17/2) lalu sekitar pukul 15.00 WIB. Pemerkosaan berawal saat kedua pelaku, Novitasari, dan tiga orang rekannya Yanti Handriyanti, Siti Masulan, dan Syarif Hidayatullah mengadakan pesta minuman keras.
Ketika korban sudah tidak sadarkan diri, pelaku membawa korban ke rumah Yanti di Kampung Desa Kramat Kecamatan Pakuhaji. Rumah yang kosong, membuat pelaku dengan leluasa memperkosa Novi. Aksi pemerkosaan ini ternyata disaksikan Kemi yang kemudian merekamnya dengan kamera handphone merek Nokia N70.
“Telah terjadi tindakan asusila berupa pemerkosaan kemudian dibuat filmnya. Novi diberi minuman anggur kolesom merek Rajawali dicampur minuman ringan merek calpico. Setelah tidak sadar, korban diperkosa. Aksi pemerkosaan direkan rekan pelaku,” katanya ketika saat rilis di Polres Metro Tangerang Kabupaten, Senin (23/2).
Dilanjutkan Kosasih, rekaman video mesum Dafi dan Novi dengan durasi 3 menit tersebut kemudian disebarkan oleh Kemi kepada beberapa temannya. Kasus ini terungkap setelah, korban melaporkan pemerkosaan terhadap dirinya kepada orang tuanya. Kemudian orangtua korban melaporkan kasus ini ke Polsek Pakuhaji.
“Polisi langsung menangkap keduanya begitu mendapatkan laporan. Pelaku diganjar pasal 285 jo 286 jo 282 ayat 1 tentang perkosaan dan kejahatan asusila. Selain itu, pelaku juga dijerat UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Hukumannya adalah kurungan masing-masing minimal 9 tahun,” kata Kosasih.
Ditempat yang sama, Polres Metro Tangerang Kabupaten berhasil menangkap Payaman Gipson Siregar (45) warga Kampung Pengodokan Pabuaran Rt 02/02 Kelurahan Kuta Baru Kecamatan Pasar Kemis yang diduga melakukan pencabulan terhadap keponakannya sendiri Cut Helena Haryanti (4,6).
pencabulan dilakukan pelaku pada November 2008 lalu, ketika korban dititipkan ibunya di rumah pelaku. Aksi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk mencabuli balita tersebut. Pencabulan dilakukan dengan iming-iming uang sebesar Rp 1.000. (mg-dedi)

Narkoba di Kabupaten Tangerang

Satpol PP Diminta Sering Operasi

TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang Rano Karno meminta Satpol PP Kabupaten Tangerang agar lebih menggencarkan operasi disejumlah titik yang dicurigai sering dijadikan tempat transaksi narkoba di Kabupaten Tangerang. Hal ini dilakukan, agar pengedar takut untuk bertransaksi.
Pernyataan tersebut disampaikan Rano saat rapat koordinasi dengan Polres Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Senin (23/2). turu hadir, Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kompol Rusdi Raumin, Asisten Daerah (Asda) I dan III Kabupaten Tangerang Mas Iman Kusnandar dan Didin Sachrudin.
Menurut Rano, Pemda akan segera mengirimkan surat ke tiap kecamatan, kelurahan yang ditembuskan ke Rt dan RW serta pengembang perumahan dan pergudangan. Pemkab akan meminta mereka agar lebih intensif dalam memberantas dan memperkecil ruang gerak pembuat dan pengedar narkoba.
"Satpol PP minimal 2-3 kali melakukan operasi keliling setiap bulannya. Dengan begitu, para bandar akan takut,” kata Rano.
Rano meminta, setiap Rt untuk lebih curiga kepada setiap warga yang rumahnya memiliki pagar tinggi dan sering sepi. Aparat setempat harus segera melaporkan jika ada warga yang dicurigai ke polisi.
"Tidak perlu menggerebek sendiri. Minimal lapor aja,” katanya.
Sementara itu, Rusdi mengatakan, narkoba bukan hanya urusan polisi saja. Melainkan menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemda. “Polres akan terus memberatas peredaran narkoba di Kabupaten Tangerang,” janjinya.
Asda I Mas Iman berharap, setiap kecamatan melakukan Apel tiap senin pada minggu 2, 3, dan 4 dengan mengundang Kades dan tokoh masyarakat. Dalam apel tersebut juga diadakan pertemuan untuk membahas cara pemberantasan narkoba secara efektif.
"Selama ini pemberantasan hanya ditingkat atas. Sedangkan di masyarakat jarang dilakukan,” terangnya. (mg-dedi)

Pasien Ditolak Puskesmas

Korban Penolakan Pasien Tewas

TANGERANG – Devi (27) yang menjadi korban penolakan pasien oleh Puskesmas Pamulang akhirnya tewas setelah sempat dirawat di RSUD Tangerang, Senin (23/2). Wanita asal Cirebon Jawa Barat tersebut ditolak Puskesmas Pamulang karena bukan warga setempat dan tanggungjawab Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang.
Wakil direktur RS Bhineka Bhakti Husada Gaplek Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan Dr Tri Widowati menjelaskan, kondisi pasien terus menurun sejak mulai dirawat. Bahkan, wanita yang diduga menjadi korban pemerkosaan tersebut sempat berulang kali dalam kondisi koma. Kondisi tersebut membuat pertolongan terhadap pasien sangat sulit.
”Kita coba pindahkan pasien ke RSUD Tangerang, Minggu (22/2) sekitar pukul 16.00 WIB,” paparnya.
Ternyata di rumah sakit milik Kabupaten Tangerang tersebut, tak mampu memberikan bantuan banyak. Pasien dikabarkan mulai terus hilang kesadaran. Bahkan titik-titik kritis berulang kali terjadi. ”Pasien meninggal Senin (23/2) pukul 10.00 WIB,” ucapnya.
Kabar tewasnya pasien korban penolakan terlantar itu membuat sejumlah politisi di DPRD Kabupaten Tangerang pun angkat bicara. Para wakil rakyat itu menuding tindakan penelantaran pelayanan merupakan penyebab kematian pasien. Terlebih penelantaran dilakukan puskesmas Pamulang dan Kecamatan Pamulang.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Tb Bayu Murdani menilai, penolakan terhadap Devi oleh Puskesmas Pamulang merupakan tindakan keji. Apalagi pelayanan pemerintah merupakan hak bagi warga negara. Sehingga jelas adanya tindakan penelantaran yang dilakukan petugas medis dan kecamatan.
Menurutnya, dalam kondisi apapun puskemas tidak boleh menolak pasien. Terlebih pasien yang kondisinya darurat. Tindakan pertolongan bagi pasien harus menjadi kewajibatn puskemas.
”Sekarang penelantaran itu menyebabkan kematian. Dewan tidak bisa mentolelir kasus ini. Kita bakal meminta keterangan pejabat terkait,” jelas politisi PDI-P ini.
Ditegaskannya, hasil pertemuan itu bakal menjadi kunci pemberian sanksi. Jika terbukti adanya penelantaran yang dilakukan puskemas, maka pejabat tertingginya harus dapat memberikan sanksi. Bahkan peluang adanya pelanggaran pidana pun bisa saja dilakukan pelaporan.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Hani Hariyanto menampik, puskemas Pamulang melakukan penelantaran terhadap Devi. Selama ini puskemas belum pernah kedatangan pasien tersebut. Termasuk adanya laporan warga terkait kasus itu.
”Kan jelas kalau tidak ada pasiennya. Mana mungkin dilakukan tindakan,” kilahnya. (mg-dedi)

Pemilu (kota suara)


9.100 Kotak Suara Dipindahkan

TANGERANG – Sebanyak 9.100 kotak suara yang berada di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tangerang di Jalan Aria Jaya Santika Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang dipindahkan ke sebuah gudang di Desa Pasir Bolang Tigaraksa. Pemindahan dilakukan, karena kantor KPUD rencananya akan digunakan sebagai tempat pelipatan surat suara.
Sekretaris KPUD Kabupaten Tangerang A Dadat Darajattun mengatakan, total kotak suara yang berada di KPUD sebanyak 14.100 buah. Sebanyak 9.100 berada di kantor KPUD sedangkan sisanya disimpan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tangerang Serpong Kota Tangerang Selatan.
“Kotak suara akan dipindahkan sementara ke sebuah gudang di Tigaraksa. Gudang tersebut juga dipakai untuk menampung kotak suara dan bilik suara ketika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati beberapa waktu lalu. Kantor KPUD akan dipergunakan untuk melipat suara,” kata Dadat kepada Banten Raya Post, Senin (23/2).
Menurut Dadat, di dalam kotak suara masih ada bekas kertas suara Pilkada. Untuk itu, surat suara tersebut harus dikeluarkan dan diamankan. Kotak suara harus koson ketika digunakan saat pemilu mendatang. Selain itu, kotak suara yang sudah agak rusak akan diperbaiki.
“Kotak suara akan dipakai. Tapi, didalamnya masih banyak ribuan surat suara Pilkada lalu. Baut-baut kotak suara yang kendor akan dikencangkan kembali,” jelas Dadat.
Dikatakan Dadat, pemindahan kotak suara dari kantor KPUD sudah dilakukan sejak Jumat (20/2) lalu. Pemindahan ribuan kotak suara dilakukan selama 4 hari oleh 14 pekerja dibantu 6 pegawai KPUD Kabupaten Tangerang.
“Setelah selesai. Kotak suara tersebut akan didistribusikan ke setiap TPS,” ujarnya.
Mengenai kotak suara dan bilik suara yang berada di BLK Serpong, Dadat mengaku, kebanyakan belum dirakit. Sebelum ditempatkan di BLK, kotak suara dan bilik suara berada di bekas kantor DPRD Kabupaten Tangerang lama Jalan Kisamaun Kota Tangerang. Ketika gedung tersebut akan dipakai oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wilayah Banten, kotak suara dan bilik suara harus dipindahkan. (mg-dedi)

Pemukulan Anak SD

Tidin Bantah Lakukan Pemukulan

KOTA TANGSEL – Tidin (45), salah seorang guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SDN Sawah Besar I Kelurahan Sawah Baru Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan membantah telah melakukan pemukulan terhadap 5 orang siswanya, Ahmad Syafei, Dandi, Idris, Fajar, dan Fajri.
“Saya tidak pernah memukul Dandi, Idris, Fajar, dan Fajri di bagian punggung. Saya hanya menyentil telinga Ahmad Syafei bukan menampar,” kilahnya, Senin (23/2).
Diceritakan Tidin, peritiwa tersebut terjadi pada 5 November lalu. Ketika itu, dirinya mengumpulkan 16 orang murid yang melempar batu ke jalan tol sehingga membuat kaca bus retak di dalam kelas. Satu per satu murid ditanyai mengenai aksi jahil mereka yang merugikan orang lain tersebut.
"Saat itu siswa saya bariskan di ruang kelas V untuk dimintai keterangan. Namun saat itu Syafei ngeyel dan tidak mau diatur saat berbaris. Lantas saya sentil telinganya," ujarnya.
Dilanjutkannya, Syafei tetap masuk keesokan harinya. Bahkan, anak keenam dari enam bersaudara tersebut tidak pernah mengeluh soal telinganya yang sakit. Hingga Januari lalu, Syafei tidak pernah sekalipun tidak masuk sekolah.
Sekitar Januari, kedua orang tua Syafei Sarta (53) dan Emi (51) sempat menemui Tidin di sekolah. Keduanya mengatakan, anak mereka mengalami gangguan pendengaran pada telinga sebelah kanan. Bahkan, telinga anaknya terus mengeluarkan darah dan cairan setiap harinya. Keduanya juga menunjukan obat yang diberikan kepada Syafei.
“Mereka bilang, penyebab sakitnya telinga Syafei akibat tamparan saya pada pipinya. Padahal saya tidak pernah menampar maupun memukul Syafei. Saya juga menyarankan, jika telinga Syafei masih sakit agar diberitahukan kepada pihak sekolah supaya dapat diatasi,” paparnya.
Disinggung mengenai bus yang kacanya pecah, Tidin mengaku tidak melihatnya secara langsung. Hal tersebut hanya diberitahukan sopir dan kernet bus. "Kami memang tidak memiliki bukti," ucapnya.
Sementara itu, wali kelas Syafei Rosmala mengaku, tidak pernah mendengar keluhan dari Syafei mengenai telinganya yang sakit. Kedua orang tuanya memang sempat bertemu dengan Rosmala. Setelah diberikan penjelasan, mereka berdua tidak pernah datang kembali ke sekolah.
"Kasus ini sudah lama, tapi kenapa kembali muncul lagi," pungkas Rosmala.
Diakui Rosmala, sudah tiga hari Syafei tidak masuk sekolah. Kedua orang tuanya sudah mengirimkan surat keterangan bahwa anaknya tidak dapat sekolah karena sakit.
Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Ciputat Agung Basuki mengatakan, sebisa mungkin kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Pihaknya sudah mengumpulkan tokoh masyarakat, Kepala sekolah, dan komite sekolah untuk membahas masalah tersebut. Sedangkan keluarga korban yang dijadwalkan akan ikut dalam pertemuan tersebut hingga berita ini diturunkan masih melakukan pemeriksaan di RS Fatmawati.
"Nanti hasilnya akan kami berikan ke kepala dinas. Biar dinas yang menentukan. Dan saat ini kami masih menunggu keluarga Syafei dan hasil pemeriksaan kesehatannya ," katanya. (mg-dedi)

Minggu, 22 Februari 2009

Flu Burung di Tangerang

Dua Warga Tangerang Terjangkit Flu Burung
* Satu Meninggal, Satu Kritis

TANGERANG – Dua orang warga Kabupaten dan Kota Tangerang Selatan terjangkit virus H5N1 atau Flu Burung. Mereka adalah Kaila Nabila (2,9) warga Kampung Cilenggang Rt 02/04 Kelurahan Cilenggang Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan dan Maya Suparni (15) warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang.
Nahas bagi Kaila. Anak kedua dari dua bersaudara tersebut harus menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat selama 3 hari di RS Fatmawati. Sedangkan Maya hingga kini kondisinya masih kritis dan dirawat intensif di ruang isolasi Flu Burung RSUD Tangerang.
Ayah Kaila Ade Sulaiman mengatakan, sejak 14 Februari lalu anaknya mengalami demam yang sangat tinggi disertai sesak nafas. Kemudian, Ade membawa adik dari Salsa tersebut ke Pukesmas Serpong. Setelah diperiksa dokter, Kaila hanya diberikan obat punyer penghilang demam.
“Abis berobat di Puskesmas kondisi anak saya tidak kunjung membaik. Kemudian, saya membawa Kaila ke dokter spesialis anak di sebuah klinik di BSD Serpong. Ternyata obat yang diberikan dokter juga tidak berhasil. Saya kemudian, membawa anak saya ke dokter spesialis lainnya,” kata Ade ketika ditemui di rumahnya Rt 002/01 No 92 Kelurahan Cilenggang Kecamatan Serpong, Minggu (22/2).
Lanjutnya, dokter kemudian merujuk anak saya ke RS Fatmawati. Ketika di periksa dokter spesialis, anak saya divonis terkena demam berdarah dengue (DBD). Hal serupa juga dikatakan dokter di RS Fatmawati. Di Fatmawati Kaila sempat dirawat selama 3 hari. Karena kondisinya yang sudah kritis dan sangat lemah, akhirnya nyawanya tidak tertolong lagi dan meninggal pada 17 Februari.
“Anak saya sudah dimakamkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kramat Tajug Serpong. Tapi, saya tidak tahu kalau anak saya meninggal akibat flu burung,” katanya.
Menurut Ade, dirinya sempat mendengar informasi dari salah seorang staf kelurahan bahwa anaknya meninggal akibat flu burung. Namun Ade tidak mempercayai hal tersebut, pasalnya hingga kini RS Fatmawati maupun Departemen Kesehatan (Depkes) belum mengeluarkan surat pernyataan resmi penyebab meninggalnya Kaila.
“Memang setelah anak saya meninggal ada orang dari dinas datang untuk memeriksa unggas yang berada di sekitar rumahnya. Tapi hingga kini hasilnya belum keluar,” papar Ade.
Kakek korban, Mukri mengaku, sempat ada 4 ekor ayam yang mati mendadak disekitar rumahnya. Namun, semuanya sudah dibakar dan dikuburkan. “Kejadiannya sudah lama. Saya nguburnya juga dalam banget sekitar 30 centimeter. Sedangkan ayam milik saya sudah dijual sebelum kejadian tersebut,” ceritanya.
Meninggalnya warga Cilenggang akibat virus flu burung itu dibenarkan oleh Pelatihan Tim Gerak Cepat Flu Burung dinas Pertanian dan Peternakan atau Participatory Deasease Surveylens and Respon (PDSR) Kabupaten Tangerang, Zaifiwar. Menurutnya, berdasarkan informasi dari Litbangkes, Kaila Nabila positif terkena H5N1. Dan pihaknya sudah melakukan pengambilan sampel unggas yang ada di daerah tersebut.
"Awalnya Kaila memang divonis DBD. Setelah di cek darahnya, ternyata positif flu burung," ucap via pesan singkat.
Sementara itu warga Tangerang lainnya yang diduga terjangkit virus flu burung adalah Maya hingga kini korban masih di rawat di RSU Tangerang. Sayangnya pihak RSU Tangerang dan keluarga korban enggan memberikan keterangan, (mg-dedi)

Sotk Tangsel

60 Persen Pejabat Tangsel dari Provinsi

KOTA TANGSEL – Penjabat Walikota Tangerang Selatan M Shaleh memastikan 60 persen penjabat yang akan mengisi posisi di daerah yang dipimpinnya berasal dari Provinsi Banten. Sedangkan 40 persen lainnya berasal dari Kabupaten Tangerang. Hal ini dilakukan untuk membuat Kota Tangerang Selatan cepat maju.
“Kita sudah mempersiapkan komposisi penjabatnya. Perbandingannya 60:40. 60 dari provinsi dan 40 dari kabupaten induk,” katanya, kemarin.
Menurut mantan Kadis PU Bina Marga Provinsi Banten tersebut, Senin (23/2) (hari ini-red) akan dilakukan sidang penetapan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) Kota Tangerang Selatan di Kementriaan Pemberdayaan Aparatur Negara (Men PAN). Diharapkan, keputusan tersebut segera tuntas dan berkas akan dikembalikan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), baru kemudian diserahkan ke Kota Tangerang Selatan.
“Dari provinsi sudah disiapkan orang-orangnya. Dari kabupaten induk juga sudah. Tinggal menempatkan saja orang-orang pada posisi yang tepat. Penempatan akan dibahas di Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) Kota Tangerang Selatan,” ungkap Shaleh.
Diakui Shaleh, tidak menutup kemungkinan komposisi yang sudah ada dapat berubah. Pasalnya, banyak pejabat yang dipindahkan dari Kabupaten Tangerang tidak memenuhi kriteria untuk menjabat di Kota Tangerang Selatan. Sehingga harus digantikan oleh pejabat lain yang lebih sesuai.
“Kita akan lihat dulu. Baru dibahas. Agar Tangsel cepat maju, personil yang mengisinya harus hebat. Jangan asal yang sudah tidak dipakai di Kabupaten Tangerang i kasih ke Kota Tangerang Selatan. Pasti saya tolak. Orang-orang yang tidak bagus juga akan dicoret,” tegas Shaleh.
Menurut Shaleh, pejabat yang duduk di Kota Tangerang Selatan harus memiliki pengalaman dan kemamapuan bekerjasama yang baik. Pejabat tersebut juga harus tegas.
Shaleh menegaskan, mekanisme pencoretan daftar calon pejabat yang diusulkan Bupati bukan bersifat egoisme. Tetapi standar seleksi yang memang perlu diberlakukan. Terutama pada pejabat yang memang tidak memenuhi kelayakan. Shaleh memastikan mekanisme pencoretan tadi tidak bakal mempekeruh hubungan dengan Pemkab Tangerang. Dipastikan pencoretan tersebut dapat pula dipahami bupati Tangerang, Ismet Iskandar.
“Saya sudah jelaskan kok. Dan pak Ismet juga lebih terbuka dalam masalah ini. Berkas yang sudah diberikan tidak akan dikembalikan lagi. Tetapi, akan dievaluasi. Kalau kinerjanya bagus akan dipromosikan. Yang paling penting adalah mempertahankan kondisi sekarang yang sudah kondusif. Selama tidak ada keluhan kenapa harus diganti,” ujar Shaleh.
Wakil ketua DPRD Kabupaten Tangerang Tb Bayu Murdani berpendapat, mekanisme pencoretan usulan pejabat merupakan wewenang kepala daerah. Kebijakan teresbut merupakan kepentingan internal pemerintah setempat. Sehingga tidak bisa dianggap sebagai tindakan yang tidak kooperatif.
“Tidak bersifat brutal. Tanpa melihat kriteria dan aturan mainnya. Agar pejabat yang diusulkan tidak merasa kecewa dan pihak yang mengusulkan pun tak merasa dilecehkan,” kata politisi dari PDIP tersebut. (mg-dedi)

Guru Aniaya Murid


Guru SD Anianya 5 Murid
* 1 Murid Terluka di Bagian Telinga

KOTA TANGSEL – Aksi Tidin, salah satu guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SDN Sawah Besar 1 Kelurahan Sawah Baru Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan dalam mendidik muridnya tidak patut dicontoh. Pasalnya, guru yang mengajar di kelas 6 tersebut tega melakukan penganiayaan terhadap 5 orang anak didiknya yang masih duduk di bangku kelas 5.
Kelima siswa tersebut adalah Ahmad Syafei (11), Dandi, Idris, Fajar, dan Fajri. Selain dijewer telinganya oleh Tidin, kelima siswa juga ditampar. Dandi, Idris, Fajar, dan Fajri hanya mendapatkan tampar di bagian punggung. Namun, tidak dengan Ahmad Syafei yang ditampar di bagian pipi sebelah kanan. Bahkan, bagian dalam telinga Ahmad Syafei sampai mengalami luka yang cukup parah.
Akibat luka tersebut, Ahmad Syafei harus mengalami pusing kepala dan mengeluarkan darah dari telinga bagian kanannya setiap hari. Anak ke enam dari enam bersaudara tersebut juga sudah tidak bersekolah lagi sejak Kamis (19/2) lalu karena tidak kuat menahan pusing.
Ahmad Syafei mengaku, penganiayaan yang dilakukan gurunya bermula saat dirinya beserta 15 teman-temannya bermain di atas jembatan tol BSD-Pondok Ranji Desember 2008 lalu. Karena iseng, mereka menjatuhkan botol bekas air mineral dan batu dari atas jembatan ke jalan tol. Namun, tiba-tiba batu yang dijatuhkan mengenai kaca sebuah bus berwarna putih hingga retak.
“Pas lagi main di jembatan saat istirahat, kami ngejatuhin batu dan botol ke jalan tol. Tahu-tahu, batu yang dijatohin kena bus warna putih,” ceritanya ketika ditemui di rumahnya RT 07/02 No 61 Kelurahan Sawah Baru Ciputat, Minggu (22/2).
Tak lama kemudian, bus yang kacanya retak berhenti. Ahmad Syafei dan teman-temannya pun kembali ke sekolahnya. Namun, sopir dan kernet bus datang ke sekolah mereka. Kedua orang tersebut meminta ganti rugi kaca yang pecah dan permintaan maaf kepada pihak sekolah.
Mengetahui siswanya merusak kaca bus, Tidin kemudian mengumpulkan 16 orang tersebut di dalam kelas. Tidin kemudian menanyakan kepada siswa, siapa yang melemparkan batu ke jalan tol sehingga kaca bus retak. Para siswa kemudian, menuduh Ahmad Syafei yang melakukannya.
“Yang dipukul hanya 5 orang. Tapi, cuma saya aja yang dipukul dipipi. Sisanya hanya dipunggung,” terangnya.
Dikatakan Syafei, penganiayaan oleh Tidin dilakukan di depan ratusan siswa lainnya yang sedang istirahat. Para siswa lainnya tidak ada yang berani membantu 5 teman meraka yang dipukul Tidin karena takut. Pasalnya, siswa mengenal Tidin sebagai guru yang galak dan suka memukul muridnya. Walikelas Syafei Rosmalah juga mengetahui aksi penganiayaan yang dilakukan Tidin.
“Abis dipukul, telinga saya langsung sakit dan pusing. Setiap hari mengelaurkan darah dan cairan,” kata Syafei.
Sementara itu, Sarta (53) ayah korban mengatakan, dirinya sudah berusaha mengobati telinga anaknya dengan obat tradional. Namun tidak berhasil bahkan bertambah parah.
“Pas dirumah, Syafei mengaku dipukul gurunya. Telinganya juga bengkak. Kemudian, isteri saya ngasih obat tradisional berupa minyak, bawang, dan belau yang dioleskan ke telinga yang bengkak,” pungkasnya.
Usahan tersebut, lanjutnya gagal. Sarta dan isterinya kemudian membawa Syafei ke dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) di Klinik Tridarma Husada. Syafei didiagnosa dokter mengalami post frocematic di telinga kanan atau OMA dan dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta Selatan untuk mendapatkan pengobatan intensif.
“Sabtu (21/2) saya membawa anak saya ke klinik. Kata dokter Dessy Lastri yang meriksa anak saya, telinga anak saya mengalami luka yang sudah kronis dan harus dirawat di rumah sakit. Senin (23/3) saya akan membawa Syafei ke RS Fatmawati,” paparnya.
Sarta mengaku, sudah berusaha untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak sekolah. Namun, hingga kini belum ada jawaban yang pasti. “Pihak sekolah meminta ganti rugi setiap orang tua Rp 150 ribu. Saya menolak membayar. Untuk mengobati anak saya saja udah habis Rp 300 ribu. Kalau diminta pertanggungjawaban selalu berkilah,” kata Emi isteri Sarta (52)
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak sekolah. Bahkan, ketika ditemui, Kepala Sekolah SDN Sawah Baru 1 Hada tidak berada di lokasi. (mg-dedi)

Puskesmas Tolak Pasien

Puskesmas Pamulang Tolak Pasien Miskin

KOTA TANGSEL - Keinginan Devi (27) untuk mendapatkan pengobatan yang layak harus pupus. Pasalnya, wanita asal Cirebon Jawa Barat tersebut ditolak Puskesmas Pamulang. Pihak puskesmas beralasan, Devi bukan warga setempat sehingga bukan tanggung jawab Puskesmas melainkan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang. Untuk sementara, Devi dirawat di Pos Hansip milik warga Rt 1/1 Kelurahan Pamulang Timur Kota Tangerang Selatan.
Namun, Sabtu (21/2) Devi segera dilarikan ke RS Bhineka Bakti Husada Gaplek Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan. Korban dilarikan kerumah sakit dilakukan oleh aparat Mapolsek Metro Pamulang atas intruksi langsung dari Mapolres Jakarta Selatan serta anggota DPRD Jakarta Selatan yang mengetahui peristiwa tersebut melalui pemberitaan di media massa.
”Kami diintruksikan langsung oleh Kapolres Jakarta Selatan untuk melakuan tindak lanjut mengenai wanita yang tidak memiliki identitas, diduga bernama Devi (27) yang dirawat secara swadaya oleh warga,” ujar Wakapolsek Metro Pamulang AKP Tatang Syarif, Minggu (22/2).
Informasi yang berhasil dihimpun, korban diketahui berada di lingkungan warga sejak (15/2) lalu, dengan maksud mencari keluarganya di Jakarta dan ingin mencari kontrakan untuk ditempati sementara waktu. Korban pun sempat mencari rujak bersama warga karena sedang hamil muda. Korban diduga menjadi korban pemerkosaan dengan modus pembiusan terlebih dahulu, bahkan warga sempat melihat ada angkutan umum yang mengantarkan korban ke lingkungan tersebut.
Ketua RT 01/1, Muhammad sangat menyesalkan sikap puskesmas itu. Terlebih kondisi pasiennya sudah cukup kritis. Dengan tubuh yang lemah dan terlihat ada beberapa bekas luka dibagian tubuhnya.
“Kami yang kedatangan warga terlantar ini wajar meminta bantuan puskesmas. Kan disana ada tim medis yang bisa membantu. Tapi malah ditolak dan tidak diberi bantuan,” jelas Muhammad.
Berdasarkan kesepakatan warga, sambung dia fungsi pos hansip yang biasa digunakan ronda harus beralih fungsi. Seluruh ruang pos hansip terpaksa sebagai bangsal rawat inap. Itu pun dengan kondisi yang seadanya saja. Pos hansip warga ini berbahan bambu dan kayu. Berukuran 4x6 meter yang tidak memiliki dinding secara penuh. Hanya tertutup potongan kayu setinggi 50 cm. Warnanya pun tak lagi membaik dan beratapkan genteng.
“Kami sadar biaya berobat mahal. Jadi terpaksa pula kita buka kotak amal. Untuk meringankan beban pasien,” lanjut ketua RT.
Dijelaskannya pasien memang bukan warga setempat. Dia datang dalam kondisi lemah dan tak terawat. Tubuhnya seperti mendapatkan perlakuan kasar. Beberapa bagian tubuh tampak ada bekas luka.
“Karena tubuhnya seperti lemah kita coba ajak ke puskemas. Ternyata tidak mendapatkan pertolongan. Ini adalah hari ketiga dia berada di pos hansip,” ungkapnya.
Mengetahui kondisi itu, sambung dia warga tidak berputus asa. Seorang dokter yang bertugas di klinik dekat pemukinan dimintai pertolongan. Akhirnya diketahui kondisi kesehatan pasien itu.
“Dokter bilang si pasien kena pembiusan. Di kemaluannya juga seperti ada bekas kekerasan seksual,” terang ketua RT itu lagi.
Camat Pamulang, Toto Sudarto tak bisa dihubungi. Berulang kali telepon pribadinya tidak diaktifkan. Begitu pula kepala Puskesmas Pamulang, Unna Ramadhona. Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan, Hani Haryanto mengaku belum mendengar lapoan tersebut. Dia hanya meminta aga kepastiannya dapat menghubungi petugas puskesmas setempat. (mg-dedi)

GT Championship


Keamanan Track Sirkuit Lippo Akan Diperbaiki

TANGERANG – Ketua Bidang Olahraga PP Ikatan Motor Indonesia (IMI) Irawan Sucahyono memastikan akan segara dilakukan perbaikan jalur atau track di Lippo Village International Formula Circuit (LVIFC). Perbaikan akan dilakukan di antara tikungan 5 dan 6.
“Setelah dilakukan dua seri balapan GT di Lippo, ternyata insiden selalu terjadi di satu titik yaitu antara tikungan 5 dan 6. untuk itu akan segera dilakukan perbaikan, agar lebih aman dari sisi track,” katanya usai balapan GT Championship Series II, Sabtu (21/2).
Menurutnya, sebelum dilakukan perbaikan, Imi berserta Lippo Village selaku pemilik sirkuti dan designer sirkuit akan mempelajari terlebih dahulu, kenapa insiden selalu terjadi di tikungan tersebut. Insiden selalu terjadi ketika pembalap akan melakukan overtaking.
“Perkiraan kita meleset semua. Awalnya, titik yang dianggap paling bahaya ada di tikungan 9 dan 10. di titik tersebut ada perbedaan sudut pandang dan pengereman. Sehingga pembalap harus berhati-hati. Tapi insiden terjadi di tempat lain,” katanya.
Setelah melakukan perbaikan, lanjut Irawan mengatakan, pihaknya akan melakukan peninjauan sirkuit agar segera mendapatkan lisensi untuk mengadakan AI GP. “Sirkuit ini memiliki karkterisik berbeda,” katanya.
Sementara itu, jalannya balapan GT Cahampionship Seri II berlangsung seru. Pembalap dari Garda Oto Racing Top Ftra Eri berhasil menjadi juga di dua perlombaan sekaligus, yaitu kelas Grand Touring (GT) dan Super Touring. Sedangkan juara pertama kelas One Make Race (OMR) Jazz berhasil diraih Sunny Ts dari tim Honda Jakarta Center Petronas. (mg-dedi)

GT Championship


Alvin Bahar Rebut Tempat Pertama

TANGERANG – Pembalap Alvin Bahar dari Honda Racing Indonesia Team berhasil meraih posisi pertama dalam kualifikasi The Lippo Village Indonesian GT Championships Serie II untuk kelas Grand Touring, Jumat (20/2).
Pembalap kawakann tersebut mencatat waktu terbaik 1:53:620 dan mengalahkan Fitra Eri dari Garda Oto Racing Top dengan waktu 1 1:53.643. Adapun urutan ketiga diduduki Rama Danindro dari Honda Jakarta Center Petronas Team dengan waktu 1:53.903.
Untuk kelas Honda Jazz OMR, Rama Danindro berada di posisi pertama dengan waktu terbaik 1:54.013. Posisi kedua ditempati Sunny TS dari Honda Jakarta Center – Petronas Team dengan waktu 1:54.549. Adapun urutan ketiga diduduki Rudy R. Sumawiganda dari CK Bintang Sobo Racing dengan waktu 1:54.962.
Untuk kelas Super Touring, Michael Indradjaja dari Carboy’s Firna berada di posisi pertama dengan waktu terbaik 1:48.485. Posisi kedua ditempati Fitra Eri dengan waktu 1:49.052. Urutan ketiga diduduki Andre Timothy dari BMW Alta Tunas Racing dengan waktu 1:52.139.
Fitra Eri mengaku, balapn di sirkuit jalan raya Lippo Karawaci sangat menantang dan mendorong pembalap agar tetap konsentrasi. Sirkuit, ini terdiri dari kombinasi truk lurus dan tikungan tajam.
“Pembalap harus fokus. Kalau tidak pasti gagal,” katanya usai kualifikasi. (mg-dedi)

Taman Kota BSD

Taman Kota Tidak Terawat

KOTA TANGSEL - Taman Kota I BSD Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan yang kerap dijadikan lokasi rekreasi dan olahraga warga sekitar tidak terawat. Banyaknya sampah berserakan, lampu kamar mandi redup, lantai kamar mandi kotor bahkan pohon-pohon banyak ditempel poster calon legislatif (caleg).
Priska Deviana warga BSD warga Serpong, mengatakan taman tersebut semakin hari semakin kotor. Pengunjung khususnya anak muda yang sering nongkrong membuang sampah bekas makanan dan minuman ringan dengan seenaknya. “Banyak bekas kaleng coca-cola, bungkus rokok dan permen dibuang begitu saja ditaman,” ucapnya, kemarin.
Lanjutnya, sikap pengunjung yang kurang sadar akan kebersihan fasilitas umum membuat taman semakin kotor. Tak hanya sampah yang membuat kotor taman kota seluas 2,5 hektar tersebut. Kamar mandi pun luput dari kebersihan, sehingga lantai kamar mandi kotor. “Seperti tak terurus mas, padahal ini taman ini sebagai paru-paru kota,” katanya.
Selain sampah dan kamar mandi yang kurang terawat ada pula yang memasangan foto-foto caleg dipohon-pohon yang berada diluar taman itu semakin mengotori pemandangan taman ini.
“Para calon legislatif yang sedang berebut simpati rakyat, ditempel sembarangan di Taman Kota. Benar benar makin mengotori area rekreasi milik masyarakat,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Humas BSD Halosius Antonius mengatakan, pengelola sudah maksimal untuk menjaga kebersihan. Namun, menurutnya jika sebagian kecil pengunjung kurang sadar akan kebersihan maka tidak akan bisa.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi sikap pengunjung yang kurang sadar akan kebersihan,” kilahnya.
Pihak pengelola pun sudah mengerahkan petugas dengan tiga shift pagi, siang dan sore. Walaupun menurunkan petugas kebersihan ditaman yang ditanam 2500 pohon dan 60 jenis pohon ini. Bahkan, pengelola pun sudah membuat himbauan kepada pengunjung diantaranya tidak membuang sampah sembarang, buang sampah ketempatnya dan jangan mencabut pohon.
“Himbauan seperti itu bahkan tidak dihiraukan para pengunjung,” ungkap Anton seraya berharap pengunjung mempunyai kesadaran tinggi untuk menjaga kebersihan ditaman kota. (mg-dedi)

DBD Kabupaten Tangerang

Dana Pemberantasan TBC Rp 1 M

TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk menekan jumlah penderita tuberculosis atau yang dikenal dengan TBC pada 2009. jumlah tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan penanganan penyakit lainnya.
Anggaran terbesar kedua dialokasikan untuk filariasis atau kaki gajah sebesar Rp 900 juta, demam berdarah dengue (DBD) Rp 500, dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) Rp 200 juta.
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Tangerang Yully Soenar Dewanti mengatakan, total anggaran yang disiapkan Dinkes sebesar Rp 2,6 miliar. TBC, Kaki Gajah, DBD, dan Aids merupakan penyakit yang paling banyak diderita warga Kabupaten Tangerang.
“Setiap tahun jumlahnya selalu bertambah. Yang tertinggi adalah TBC dan Kaki Gajah,” kata Yully.
Dijelaskan mantan Kepala Puskesmas Pamulang tersebut, jumlah penderita TBC mencapai 2.715 orang, Kaki Gajah 121 orang, HIV/Aids 800 orang. Angka-angka tersebut sudah tidak dapat ditolerir lagi. Trendnya wilayah penyebaran pun tersebut meningkat setiap tahun.
“Penyebaran kasus filariasis telah ditemukan pada 17 desa di 13 kecamatan. Itu bukti perlu adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah,” terangnya.
Diakui Yully, penyebaran keempat penyakit tersebut lebih cepat dari perkiraannya. Sehingga beberapa kecamatan telah masuk dalam daerah rawan penyebaran. Karena dipicu berbagai faktor yang mendukungnya.
Menurut Yully, besarnya anggaran yang dikucurkan tidak menjadi patokan program tersebut akan berhasil menkan jumlah penderita. Keterlibatan sejumlah pelaku kesahatan lainnya pun harus digiatkan. Agar targetnya dapat tercapai optimal.
“Penanganan kasus TBC banyak ditangani rumah sakit swasta. Beberapa tindakan medisnya kerap tidak memenuhi standar yang diatur pemerintah. Akibatnya penderita tidak mengalami kesembuhan secara total. Karena pasien tidak berobat dengan teratur,” contohnya.
Yulli menegaskan, Dinkes akan melakukan koordinasi kembali dengan rumah sakit swasta dalam penanganan TBC. Tujuannya penuntasan TBC secara lebih baik. (mg-dedi)

Pemilu

Kampanye Dibagi 4 Grup

TANGERANG – Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) Kabupaten Tangerang menetapkan, jadwal kampanye partai politik peserta Pemilu 2009 dibagi menjadi 4 grup. Dalam satu grup terdiri dari 9 partai politik, kecuali grup 4 yang terdapat 10 partai. Penetuan grup berdasarkan nomor urut partai.
Ketua Pokja Kampanye KPUD Kabupaten Tangerang Ade Awaludin mengatakan, KPUD telah melakukan rapat pleno penetapan jadwal kampanye partai politik. Sabtu (21/2) hanya tinggal mengumumkan saja.
党Tiap grup ada 9 partai. Karena di Kabupaten Tangerang terdapat hanya 37 partai saja. 9 X 3 baru 27, maka grup 4 ada 10 partai,” kata Ade ketika dihubungi Banten Raya Post, Jumat (20/2).
Dikatakan Ade, KPUD Kabupaten Tangerang akan menggunakan sistem blok. Total ada 3 zona, utara, selatan, dan barat. Tetapi sistem zona ini tidak mewakili kecamatan, cuma menunjukan tempat kampanye saja.
党Akan digunakan sistem blok. Sistem blok adalah hari ini untuk partai yang telah ditetapkan dan zona hanya menjelaskan soal tempat saja. Misalnya, lapangan PWS Tigaraksa karena adanya di kecamatan Tigaraksa maka masuk kategori zona barat,” terang Ade.
Ade mengaku, sudah mengundang seluruh partai politik peserta pemilu untuk hadir dalam acara penetapan tersebut. Dan jika parpol tersebut tidak hadir maka dianggap menyetujui hasil pertemuan tersebut.
"Parpol yang tidak hadir maka diangap menyetujui hasilnya," ujarnya.
Rencananya KPUD Kabupaten Tangerang akan menetapkan jadwal kampanye partai politik peserta Pemilu 2009. penetapan akan dilakukan di ruang parakan gedung lungkup Pekerjaan Umum Kabupaten Tangerang sekitar pukul 10.00 WIB. (mg-dedi)

Kamis, 19 Februari 2009

PKL Ciputat

Warga Keluhkan PKL Ciputat

KOTA TANGSEL – Keberadan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Jalan Dewi Sartika dan Aria Putera dekat pasar Ciputat Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan sudah sangat meresahkan dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Ratusan PKL yang berdagang, menggunakan trotoar untuk membuka lapak.
Sala satu warga Rosidah mengaku sangat kesal jika harus melewati pasar Ciputat. Keberadaan PKL sangat mengganggu. Mereka berani menggunakan trotoar untuk berjualan. Hal ini membuat, jalan disekitar pasar ciputat kerap macet.
“Seharusnya trotoar buat pejalan kaki bukan pedagang, kenapa banyak yang dagang di trotoar,” ungkap warga Pamulang tersebut dengan Jengkel.
Akibatnya, pejalan kaki tak mempunyai ruang dan harus berjalan ditepi jalan aspal tempat lalu lalangan kendaraan roda dua maupun empat. Sehingga pejalan kaki pun harus ekstra hati-hati jika berjalan ditepi jalan. Dan juga tak mengherankan jika sering terjadi keributan antara pejalan kaki dan pengendara kendaraan.
“Saya dulu pernah kesenggol stang motor, saya kesal saya marah-marah. Karena PKL ini karena jalanan jadi sempit,” ceritanya.
Pengguna jalan lainnya Daryo mengatakan, PKL yang mayoritas jualan kelontongan dan buah-buahan ini semakin mempersempit ruang gerak pejalan kaki. Setiap hari kondisi jalaan utama yang menuju Jakarta ini harus berhadapan dengan kemacetan.
“Harus ekstra hati-hati kalau tidak mau kesenggol angkot,” keluhnya.
Menurutnya, fungsi trotoar harus dipakai sebagaimana mestinya adalah tempoat pejalan kaki. Para PKL tidak berjualan ditrotoar karena hal ini akan membuat kesemrawutan kota. Ia berharap pemerintah setempat dapat menertibkan keberadaan PKL ini. “Kembalikan fungsi trotoar, jangan dipakai berdagang seenaknya,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Ciputat Chairul Saleh mengatakan, sangat sulit untuk menertibkan PKL yang jumlahnya hampir 800 PKL tersebut. Sebenarnya pihak kecamatan Ciputat bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah mengambil langkah-langkah menertibkan para PKL.
Saleh mengaku, sudah berusaha mengambil langkah untuk melakukan penertiban, namun mempunyai kendala. Dan mengambil langkah kongkrit diantaranya memberikan himbauan dan larangan berjualan sampai penertiban.
“Kami sudah melakukan langkah-langkah penertiban seperti jum’at bersih yang dilakukan minggu lalu. Hari itu mereka mau ditertibkan tapi besok pada mangkal lagi, memang PKL nya bandel” katanya. (mg-dedi)

Lippo Village International Circuit

Sirkuit Lippo Perparah Kemacetan di Tangerang

TANGERANG – Keberadaan Lippo Village International Circuit (LVIC) di Karawaci dianggap memperparah kemacetan di Kabupaten dan Kota Tangerang. Pasalnya, sirkuit sepanjang 3,2 kilometer tersebut menggunakan beberapa ruas jalan. Bahkan, ruas jalan tersebut harus ditutup jika sirkuit sedang digunakan untuk balapan.
Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kabupaten Kompol Risto Samodrahari mengatakan, kemacetan yang terjadi di sekitar Karawaci semakin parah. Kemacetan umumnya terjadi saat karyawan berangkat dan pulang kerja.
“Sangat semrawut, karena pihak Lippo belum membereskan kembali sejumlah atribut bekas balapan,” ujar Risto, Kamis (19/02).
Menurutnya, kesemrawutnya jalan yang berdampak pada arus lalu lintas disekitar itu disebabkan sebagian jalan umum diambil untuk sirkuit tersebut. Selain itu, ada ruas jalan yang diarahkan dan ada jalur jalan yang masih tertutup dengan blok beton.
Rute jalan yang dialihkan terdapat di sekitar Benton Junction. Dilokasi yang berada di lampu merah Universitas Pelita Harapan itu, satu dari dua jalur jalan ditutup. Rute jalan diubah melewati belakang Benton Junction. Jalan yang ditutup pun dipagar dengan beton dan kawat.
“Polres harus menambah personil yang bertugas disana. Biasanya hanya 2 personil per hari, sekarang menjadi 8 personil,” katanya.
Penutupan jalan di sekitar sirkuit juga dikeluahkan warga yang biasa melintas di Karawaci. ”Biasanya tidak seperti ini, sekarang sangat menjengkelkan. Jalan menjadi macet karena masih ada jalur yang ditutup,” tutur Dewi warga Pagedangan Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, PT Lippo Village selaku pemilik sirkuit membantah, keberadaan sirkuit yang akan dijadikan lokasi balapan AI pada September mendatang sebagai penyebab kemacetan di Karawaci.
“Sebelum ada sirkuit, Karawaci sudah sering macet. Saya rasa, sirkuit tidak berpengaruh,” ungkap Head of Cooperation Communication Lippo Karawaci Danang Kemayan Jati.
Mengenai pengalihan dan penutupan beberapa ruas jalan, Danang mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat. Selain itu, jalan yang digunakan merupakan jalan keluar masuk internal Lippo. (mg-dedi)

Aula Amblas

Lantai Aula Kecamatan Pakuhaji Amblas

TANGERANG – Lantai Aula Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang amblas sekitar 20 centimeter, Kamis (18/2). Padahal, gedung berukuran 8 X 12 meter tersebut, baru selesai dibangun pada Desember 2008 lalu. Akibat kejadian ini, aktivitas pelayanan masyarakat di kecamatan sedikit terganggu.
Sekretaris Camat (Sekcam) Pakuhaji Hendar Herawan mengatakan, kemungkinan penyebab amblasnya lantai aula akibat dibangun diatas tanah basah. Sebab dahulu, lahan tersebut sering dijadikan sawah dan ladang penduduk sekitar. Ditambah, pengurukan tanah yang dilakukan kontraktor pasti tidak maksimal.
“Pemeliharaan aula masih berada di tangan kontraktor. Gedung ini belum 6 bulan berdiri tapi sudah menimbulkan masalah. Namun, hingga kini, kontraktor belum kunjung melakukan perbaikan. Padahal, pihak kecamatan sudah melaopkan hal tersebut ke mereka,” terang Hendar.
Dikatakan Hendar, amblasnya lantai menyebabkan keramik diatasnya retak bahkan banyak juga yang hancur. Keramik tersebut harus diganti baru, karena sudah tidak dapat dipergunakan lagi. Aula, tersebut, dibangun menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Tangerang 2008.
Menurut Hendar, aula yang amblas biasanya digunakan sebagai tempat pengajian masyarakat pada malam Jumat dan kegiatan olahraga pada Sabtu dan Minggu.
“Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kecamatan menghentikan semua kegiatan yang dilakukan di aula. Beberapa kegiatan pelayanan masyarakat yang menggunakan aula juag dipindahkan untuk sementara,” katanya. (mg-dedi)

Tangsel

Apon: SOTK Lebih Penting dari Tes Sekda

KOTA TANGSEL – Asisten Daerah (Asda) III Provinsi Banten Apon Suryana mengaku, pengesahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) lebih penting ketimbang menunggu hasil fit and propert test atau uji kepatutan dan kelayakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan.
"Untuk Kota Tangerang Selatan yang paling penting sekarang ini adalah menunggu keputusan SOTK dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Men PAN). Persoalan seleksi Sekda nomor dua,” kata Apon, Kamis (18/2).
Menurut Apon, percuma saja jika Sekda sudah ditetapkan tetapi SOTK belum kunjung disahkan Men PAN. SOTK merupakan tonggak penting agar pemerintah di Kota Tangerang Selatan dapat berjalan. Penjabat Walikota Tangerang Selatan maupun Sekda tidak dapat menentukan orang-orang yang akan menduduki dinas dan badan jika SOTK belum ada.
党Kalau SOTK belum keluar dan Sekda telah diketahui maka akan sama saja. Oleh karena itu, kita upayakan agar Men PAN segera mengesahkannya,” tegas Apon.
Disinggung mengenai adanya isu pengunduran pelantikan Sekda dan DPRD Kota Tangerang Selatan, Apon membantahnya. Setiap langkah yang sedang dilakukan masih sesuai rencana.
"Kita upayakan bahwa minggu dpan sudah keluar dan bisa dilakukan pelantikan. Sebab, penunjukan personil pun tidak terlalu lama sebab Penjabat Walikota sudah memegang data personil yang diajukan Pemkab dan Pemprov. Sehingga tinggal membaginya,” ujar Apon.
Mengenai hasil fit and proper test, Apon mengungkapkan, ketiga calon Sekda mampu menjawab berbagai macam pertanyaan yang diajukan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Pertanyaan yang diajukan seputar administrasi, wawasan kebangsaan, strategi, visi dan misi Sekda, pengetahuan isu sentral, konsep dasar, solusi ketika ada permasalahan, layanan dasar, sektor bisnis, kiat dan startegi untuk penangan masalah.
"Semua sekot mampu memberikan paparanya secara jelas. Tetapi, setiap orang memiliki ciri yang berbeda,” kata Apon tanpa mau memberikan nama calon terkuat. (mg-dedi)

Rabu, 18 Februari 2009

Sabu-Sabu di Citra Raya

Penghuni Pabrik Sabu-Sabu Tertutup
* TKP Dijaga Ketat

TANGERANG – Puluhan warga yang tinggal di Cluster Taman Puspa Jalan Cello 10 Perumahan Citra Raya Kecamatan Cikupa Kabupaten tidak menyangka kalau tetangga mereka RD yang tinggal di rumah No. 12B merupakan tersangka pembuat Sabu-Sabu. Pasalnya, para penghuni rumah dikenal tertutup kepada tetangga sejak tinggal di rumah tersebut.
Ketua Rt 02/08 Johan mengatakan, sejak pertama kali pindah ke rumah tersebut, RD belum sekalipun melapor ke dirinya. Namun, Johan tidak mempermasalahkan hal tersebut, soalnya, RD dikenal sebagai sosok yang cukup ramah dan tidak suka berbuat masalah.
“RD sudah menempati sejak 1 tahun yang lalu. Bahkan, rumah tersebut baru direnovasi 3 bulan yang lalu,” katanya.
Hal serupa dikatakan Aling. Menurut wanita yang tinggal persis di depan rumah tersangka tersebut, rumah sering dalam kondisi sepi. Baru tiga minggu belakangan, aktivitas di dalam rumah mulai ramai. Bahkan, beberapa kali terlihat beberapa mobil mewah keluar masuk rumah tersebut.
“Pemilik rumah orangnya ramah. Suka menegur kalau kebetulan lagi berpapasan. Tapi orangnya juga sangat tertutup. Tidak pernah keluar rumah, kecuali hendak pergi,” kata Aling.
Pantauan di lokasi, rumah yang dijadikan pabrik sabu-sabu masih dijaga ketat puluhan polisi yang berseragam maupun berpakaian preman. Meskipun seluruh alat pembuat Sabu-Sabu sudah diamankan ke Mapolda Metro Jaya, namun petugas dari Puslabfor masuk keluar masuk rumah untuk melakukan penyelidikan.
Tapi, tidak ada satupun petugas yang mau memberikan keterangan. Bahkan, wartawan dilarang untuk masuk ke dalam rumah untuk mengambil gambar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggerebek rumah yang dijadikan pabrik pembuat Sabu-Sabu di Perumahan Citra Raya Cluster Taman Puspa Jalan Cello, Blok C 10, No 12B.
Dalam penggerebakan tersebut, polisi mengamankan 14 orang terkait kasus itu. Dari hasil pemeriksaan, 6 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka (5 pria dan 1 wanita) sementara 8 lainnya hanya sebagai saksi. Ke 6 tersangka masing-masing adalah, RD, R, E, RY, SR dan MO (wanita). Bersama tersangka, polisi mengamankan 10 kilo gram sabu-sabu cair, 1,5 kilogram sabu siap edar serta 150 Kg bahan baku sabu-sabu yang terdiri dari ratusan botol Ephedrine dan aneka alat produksi sabu dengan senilai Rp 150 miliar.
Tak hanya itu, dari tangan para tersangka polisi juga berhasil menyita 7 pucuk senjata, 5 diantaranya senjata api jenis pistol dan revolver berikut 56 tip peluru aktif dan dua senjata jenis gas. Penggerebekan tersebut merupakan pengembangan kasus penangkapan empat tersangka dengan barang bukti 15 kg sabu sabu di Perumahan Taman Palem Daan Mogot Baru, Jalan Gilimanuk Blok LA Nomor 3 Rt 2/RW 17, Kalideres, Jakarta Barat. (mg-dedi)

Pungutan Liar di Ciputat

Pelaku Pungli di Ciputat Ditangkap

KOTA TANGSEL – Petugas dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tangerang berhasil menangkap pelaku pengutan liar yang biasa dilakukan petugas gadungan ke sopir angkot di Pasar Ciputat Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan, Rabu (18/2).
Kadishubkominfo Kabupaten Tangerang deden Sugandhi mengatakan, pelaku tertangka saat sedang memungut uang iuran kepada sejumlah angkot. Selain tidak memiliki surat-surat, pelaku juag berani menggunakan seragam pegawai Dishubkominfo lengkap dengan atributnya.
“Saya sudah kesal dengan tingkap pelaku pungli itu. Begitu saya coba jalan ke Pasar Ciputat, terlihat ada petugas meminta uang. Langsung saya tangkap saja,” ujar Deden.
Pelaku itu, sambung dia sempat kalang kabut saat tertangkap. Bahkan berusaha kabur dan melawan. Dengan dalih mendapatkan tugas dari pimpinan. Tetapi pelaku segera dibekuk dan dilumpuhkan.
Saat ditanya identitas petugas, sambung Deden ternyata pelaku tak dapat menunjukan. Begitu pula soal asal seragam yang dikenakannya. Pelaku pun hanya terdiam tanpa bicara.
”Saya kenal siapa petugas di lapangan. Kalau ini pasti petugas gadungan. Sudah saja, saya suruh naik ke mobil,” tegasnya
Jumlah uang yang dikumpulkan pelaku terbilang cukup besar. Dalam sehari bisa mendapatkan uang pungli sekitar Rp. 70-100 ribu. Itu belum terhitung jenis barang yang diminta paksa petugas gadungan tersebut.
Deden menegaskan, petugas gadungan itu bakal dilaporkan ke polisi. Dengan tuduhan melakukan penipuan dan mencemarkan nama baik instansi pemerintah. Kasus seperti ini bisa jadi banyak di lingkungan Dishubkominfo Kabupaten Tangerang. Pelakunya tak hanya beroperasi dijalan-jalan, tapi juga beroeprasi dilingkungan pelayanan Dishubkominfo.
”Kita harus yakinkan pada masyrakat kalau Dishub itu bersih dan nyaman untuk pelayanan. Makanya harus dibersihkan pelaku seperti itu,” tegasnya. (mg-dedi)

Ismet Iskandar kemalingan

Rumah Ismet Dibobol Maling

TANGERANG – Rumah milik Bupati Tangerang Ismet Iskandar di jalan H Embang jaya No. 10 Rt 03/02 Kelurahan Suka Asih Kecamtan Tangerang Kota Tangerang dibobol kawanan maling, Rabu (18/2) pagi. Dalam peristiwa yang diduga terjadi sekitar pukul 04.00 Wib tersebut, maling berhasil menggondol tiga buah handpone Nokia seri N6500, N6300, dan E50, sebuah Laptop merk Toshiba, jam tangan, dua buah cincin, dan Ipod. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kompol Budhi Herdi Susyanto membenarkan, pencurian pada salah satu rumah milik Bupati Tangerang tersebut. Namun, rumah tersebut tidak ditempati oleh Ismet, melainkan anak paling bungsunya Ahmed Rully Zulfikar (30) bersama istrinya.
“Laporan pencurian diterima sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini,” terangnya.
Dikatakan Budhi, pencurian baru diketahui ketika Rully ketika akan berangkat kerja. Saat akan mengambil telepon selulernya di ruang kerjanya, Rully tidak berhasil menemukannya. Bahkan, ketika mencari barang yang lainnya, anak ketiga dari 3 bersaudara tersebut juga tidak menemukannya.
Saat kejadian, di selain penghuni di dalam rumah juga ada seorang pmbantu rumah tangga Lilis (22), dan petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang Aten Sutendi (25). Keduanya mengaku, tidak melihat ada orang yang masuk rumah. Diduga, saat Atet menjaga di depan halaman rumah Bupati Tangerang, para pencuri itu masuk melalui pintu belakang yang hapal akan seluk beluk rumah yang pernah ditempati Ismet sekeluarga tersebut.
“Pelaku kemungkinan masuk melalui pintu belakang. Pintu tersebut selalu dibiarkan terbuka oleh pemiliknya,” ungkapnya.
Menurut Budhi, polisi masih mengembangkan kasus ini. Tidak menutup kemungkinan pelakunya adalah orang dalam yang sudah hafal seluk beluk rumah. Sebab, di tempat kejadian perkara (TKP) polisi tidak menemukan adanya pengeruskan di pintu maupun tempat lainnya.
Sementara itu, isteri Ismet Chandra Elia mengaku, sudah tidak menempati rumah tersebut. Sejak dahulu, pintu blakang tidak pernah ditutup. Biasanya pintu tersebut dijadikan pintu keluar masuk warga sekitar.
"Biar saja itu menjadi pelajaran buat mereka (Rullydan istrinya-red) untuk tidak ceroboh dan lebih berhati-hati menjaga rumah," imbuh Elia. (mg-dedi)

Bea Cukai

Bea Cukai Gagalkan 425 Penyelundupan

TANGERANG – Selama kurun waktu 2008, Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten berhasil menggagalkan 425 kasus penyelundupan. Kasus-kasus tersebut terdiri dari, 59 penyelundupan senjata api dan perlngkapannya, 150 penyelundupan obat dan bahan kimia, 26 penyelundupan narkotika dan psikotropika, 114 penyelundupan alat elektronik dan komunikasi, 30 penyelundupan alat bantu seks, 6 penyelundupan benda cagar budaya, 8 penyelundupan perhiasan, 1 penylundupan barang pelanggaran HAKI, 1 kasus barang kena cukai, 4 penyucian uang, 5 Cites dan 21 kasus lainnya.
Kakanwil Bea Cukai Banten Bachtiar mengatakan, tingginya angka penyelundupan menandakan Provinsi Banten sangat potensial. Terlebih, di Banten memiliki dua pintu masuk utama yaitu Bandara Soekarno-Hatta (BSH) Tangerang dan Pelabuhan Merak Cilegon. Kasus penyelundupan antar pulau pun terbilang banyak. Dari 27 kasus penyelundupan, semuanya adalah narkotika dan psikotropika.
"Kita sangat concern dengan persoalan ini. Semua personil yang ada dilibatkan untuk menakan peredaran barang-barang selundupan dan berbahaya,” jelas Bachtiar usai meresmikan kantor wilayah Bea dan Cukai Banten di Serpong Kota Tangerang Selatan, Rabu (18/2).
Menurutnya, banyaknya penyelundupan obat menjadi indikasi pasar pengguna obat dan bahan kimia illegal di Banten sangatlah banyak. Tak menutup peluang obat tersebut juga beredar di pasar luar Banten.
Dengan demikan, lanjut dia wilayah Banten merupakan pintu masuk barang-barang berbahaya dan illegal. Dan semua itu sangat merugikan negara. Karena tidak memberikan manfaat secara ekonomi dan merusak generasi dengan produk yang tak bertanggung jawab.
“Di tahun 2008 saja, Bea dan Cukai Banten berhasil menempati urutan ketiga pemasukan bea masuk barang. Sedangkan dua kantor pelayan bea cukai di BSH dan pelabuhan Merak pun masuk kategori pelayanan terbaik,” katanya. (mg-dedi)

Bandara Soekarno-Hatta (BSH)

Ratusan Penumpang Tujuan Pekanbaru Terlantar di BSH

TANGERANG – Ratusan calon penumpang tujuan Bandara Syarif Salim Pekanbaru Riau terlantar di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Selasa (17/2). Terlantarnya penumpang selama 2 jam tersebut disebabkan penutupan Bandara Syarif Salim akibat jarak pandang yang terganggu. Bahkan beberapa penerbangan ke Riau harus dialihkan ke 3 bandara terdekat.
Petugas Office ini Charge (OIC) Terminal I Bandara Soetta, Karpul Handito mengatakan, ada 4 penerbangan yang dialihkan dan 2 penerbangan yang tertunda. Penerbangan yang dialihkan adalah Air Asia 7430, Lion Air JT 388, Garuda GA 170, dan Riau Air 142. Sementara dua penerbangan Batavia Air tertunda. Sekitar pukul 08.00 WIB.
“Jarak pandang di Bandara Syarif Salim hanya 200 meter. Jarak tersebut sangat membahayakan penerbangan,” katanya.
Dikatakannya, penyebab ditutupnya Bandara Syarif Salim akibat kabut asap yang sedang melanda Pekanbaru. Oleh karena itu bandara Sultan Syarif Kasim dinyatakan ditutup untuk sementara waktu, karena jarak pandang yang tidak ideal.
“Empat penerbangan berangkat seusai jadwal dari BSH karena take off sebelum pukul 08.00 WIB. Namun saat di atas dinyatakan bandara Sultan Syarif Kasim ditutup sehingga pendaratan dialihkan ke bandara lain yang terdekat," terang Karpul.
Penerbangan yang sudah berangkat dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Polonia Medan, dan Hang Nadim Batam. "Sekitar pukul 09.30 WIB bandara Sultan Syarif Kasim dinyatakan dibuka kembali. Dan penerbangan kembali normal," pungkasnya. (mg-dedi)

DBD

Warga Rajeg Tewas Akibat DBD

TANGERANG - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) kembali meminta korban di Kabupaten Tangerang. Kali ini korbannya adalah Nuraya (40) warga Kampung Bolang, RT 06 RW 06 , Desa Sukasari, Kecamatan Rajeg menghembuskan nafas terakhirnya di ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang, Senin (16/2) malam. Nuraya meninggal setelah 7 jam dirawat di rumah sakit milik Pemkab Tangerang tersebut.
Namun, kematian Nuraya sempat dipermasalahkan pihak keluarga. Keluarga menilai, RSUD Tangerang tidak serius menangani Nuraya, sehingga korban tidak terselamatkan. Keluarga menganggap, korban sengaja tidak dimasukan ke ruang intensif care unit (ICU) dengan alasan penuh.
Adik kandung korban Sapin (35) mengaku, kakaknya dibawa ke RSUD Tangerang berdasarkan rujukan dari Puskesmas Rajeg sekitar pukul 19.00 WIB. Ketika dibawa, kondisi kakaknya sudah kritis. Untuk itu, keluarga minta korban di rawat di ruang ICU, namun ditolak pihak RSUD Tangerang
“Kondisinya kritis. Dokter UGD segera menanganinya dengan memberikan cairan infus dan oksigen. Dokter menyarankan agar kakak saya dipindahkan ke rumah sakit swasta,” ujarnya.
Setelah durundingkan, keluarga akhirnya memilih untuk memintahkan Nurhaya ke RS Sari Asih. Namun, belum sempat memindahkan, Nurhaya terlebih dahulu menghembuskan nafas terakhirnya.
"Gara-gara mencari rumah sakit pengganti nyawa kakak saya tidak tertolong. Apalagi saat itu kakak saya hanya diinfus dan diberi oksigen," tandasnya.
Dihubungi terpisah, Koordinator UGD RSUD Tangerang dr Udin Suprayogi membantah bahwa kinerja RSUD dalam menangani pasien kurang.
“Pasien sudah ditangani dengan benar. Kami tidak dapat meminahkan pasien ke rumah sakit lain. Harus konformasi dulu masalah biaya dengan pihak keluarga dan ketersediaan ruang ICU di rumah sakit tujuan,” kilahnya.
Udin mengakui, ruang ICU RSUD Tangerang hanya mampu menampung lima pasien. Sementara perawatan masksimal tidak bisa dilakukan di UGD karena keterbatasan alat medis yang ada di UGD dibandingkan di ruang ICU.
"Pasien memang kami diagnosa menderita komplikasi DBD dan leptospirosis," kata Udin. (mg-dedi)

Tangsel (Sekda)

Nanang Komara Calon Terkuat Sekda Tangsel

KOTA TANGSEL – Tiga orang calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan tengah mengikuti fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan-red) oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Provinsi Banten.
Diantara ketiga calon yang bersaing, yaitu Nanang Komara Sekda Kabupaten Tangerang, Mas Iman Kusnandar Asda I Kabupaen Tangerang dan Hermansyah Asda II Kabupaten Tangerang, nama Nanang Komara disebut-sebut sebagai calon terkuat.
Salah satu sumber di Pemprov Banten menyebutkan,peluang Nanang untuk menjadi Sekda Kota Tangerang Selatan sangat besar. Nanang dinilai lebih berpengalaman sebagai sekretaris daerah dan merupakan pejabat senior dibandingkan dua kandidat lainnya.
"Selain itu Nanang Komara sudah mau pensiun. Jadi cukup beralasan mendapatkan jabatan Sekot Tangsel. Sedangkan jabatan Sekda Kabupaten Tangerang bisa ditempati pejabat lainnya. Agar rolling pejabat bisa lebih baik di Kabupaten Tangerang,” jelas pejabat eselon II ini.
Dengan pengalaman sebagai Sekda Kabupaten Tangerang, menurut sumber ini, sangat memudahkan untuk menjawab banyak pertanyaan penguji. Apalagi strata kepangkatan Nanang Komara pun memang lebih tinggi. Sehingga cukup kuat menduduki jabatan sebagai Sekot Tangerang Selatan.
Sementara itu, Tim Pokja Tangerang Selatan Andi Mulya mengaku, hasil uji para calon Sekda kota Tangerang Selatan ini tak bisa langsung diumumkan. Karena masih terdapat proses pengumpulan nilai bagi peserta uji. Dari hasil tersebut dapat terlihat calon yang meraih nilai tertinggi.
"Saya tidak berani sebutkan siapa yang lolos. Lagi pula masih berjalan seleksinya,” kata Andi.
Hingga sore ini (kemarin-red), lanjutnya, seleksi masih belum dimulai. Namun dipastikan tidak ada penundaan jadwalnya. Sebab semua agenda internal pemerintahan Tangerang Selatan sangat bergantung pada keputusan calon sekot ini.
Andi memastikan, pengumuman Sekda Kota Tangerang Selatan definitif baru dapat dikabarkan satu atau dua hari kedepan. Itu pun tidak semua dapat langsung mengetahuinya. Hanya beberapa pejabat saja yang mendapatkan kabar tersebut.
Menurutnya, proses penetapan Sekda Kota Tangerang Selatan memang harus lebih cepat. Agar kebijakan Penjabat Walikota Tangerang Selatan pun dapat berjalan. Sekaligus menyiapkan organ kerja pemerintahan di tingkat bawah.
"Kalau semakin telat, bakal repot. Sudah tunggu saja hasilnya. Yang penting pasti harus ada yang jadi sekot kan,” tuturnya. (mg-dedi)

Sabu-Sabu


Pabrik Sabu-Sabu Senilai Rp 150 M Digrebek

TANGERANG – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggerebek pabrik pembuat Sabu-Sabu dengan nilai mencapai Rp 150 miliar di Perumahan Citra Raya, Jalan Cello 10 blok C 10 no 12/b Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, Selasa (17/2).
Dalam rumah tersebut, polisi berhasil menemukan 150 kilogram bahan baku pembuat sabu-sabu, 10 kilogram sabu-sabu cair yang siap untuk dikristalkan, 1,5 kilogram sabu-sabu siap eder, dan 2 ons sabu-sabu yang masih cair. Selain itu, polisi juga menemukan 7 pucuk senjata api berupa 1 buah revolver, 3 buah pistol, 2 pucuk senjata gas, dan satu pucuk replica revolver. Serta 56 butir peluru revolver.
“Total keseluruhan bahan baku pembuat sabu-sabu 150 kilogram. Jika dijumlahkan, nilai keseluruhan barang yang ada mencapai Rp 150 miliar,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono kepada sejumlah wartawan.
Menurutnya, penggerebekan di Citra Raya merupakan hasil penindakan dan pengembangan kasus di Taman Palem pada 29 Januari lalu. Setelah dibuntuti dan ditelusuri, ternyata mengarah kepada lokasi di Citra Raya.
Secara serentak, sekitar pukul 15.15 WIB polisi melakukan penggerebekan di lima tempat kejadian perkara (TKP). Dari lima TKP tersebut, berhasil diamankan 14 orang.
“Polisi sudah menetapkan 6 orang tersangka. 5 laki-laki dan 1 orang perempuan. Mereka adalah dengan inisial E, R, RD, RY, SR, dan MO (wanita). Sedangkan sisanya masih diperiksa intensif,” katanya.
Dijelaskan Wahyono, berdasarkan penelusuran yang dilakukan terjadi pergeseran pola dari proses produksi di pinggiran mendekat ke tempat pemukiman. Bahkan, di dalam rumah ini terdapat laboratorium untuk membuat Sabu-sabu.
“Polisi menghimbau kepada setiap warga untuk mewaspadai setiap ada warga baru yang masuk ke pemukiman mereka,” pintanya. (mg-dedi)