Sabtu, 23 Agustus 2008

tawuran



Festival Cisadane Berujung Tawuran,
* Peserta Saling Pukul Pakai Dayung, Empat Luka-Luka

TANGERANG – Puluhan peserta dan penonton lomba dayung terlibat tawuran saat penyelenggaraan lomba dayung Festival Cisadane di Kota Tangerang di Kali Cisadane, Kelurahan Gerendeng, Kota Tangerang, kemarin. Akibatnya sekitar empat orang terluka dan mengalami luka serius di bagian kepala.
Keributan itu terjadi antara tim Maskot dan Waradika yang masuk pada putaran final. Kesalahpaman itu terjadi dipicu tim Waradika yang tidak memenuhi syarat jumlah anggota tim. Tim Maskot sesuai dengan persyaratan jumlah anggota tim A didaftarkan sebanyak 13 orang termasuk cadangan dua orang. Sedangkan tim Waradika tidak mendaftarkan dua orang anggota cadangan.
Panitia meminta jumlah anggota tim A sesuai syarat lomba. Kedua tim itu kemudian bertemu dimeja panitia. Ribut mulut dimulai, tim Maskot dan Waradika berseteru soal pemain cadangan. Dari tim Waradika bersikeras tidak memerlukan cadangan, namun dari tim Maskot bersikeras bahwa aturan lomba tidak dapat dilanggar. Karena jika dilanggar dapat memungkinkan tim dilarang berlomba.
Saat keributan mulut itu terjadi, mendadak ada seseorang dari kerumunan tim Waradika, memukul wajah salah satu tim manajer dan pelatih tim Maskot, yang diketahui bernama Guntur . Akibat aksi pemukulan itu, seluruh anggota tim Maskot maupunWaradika terlibat keributan fisik.
Meskipun seluruh anggota tim sudah seluruhnya diusir keluar dari tenda panitia, keributan tetap terjadi. Bahkan lebih parah, keributan yang terjadi mirip anak-anak sekolah tawuran. Masing-masing anggota tim Maskot maupun Waradika menggunakan dayung serat gelas dan kayu untuk memukul.
Pantauan Banten Raya Post, empat sekira empat orang mengalami luka-luka pada bagian kepala karena kena gagang dayung. Setelah sekitar 30 menit, keributan dapat direda. Pertandingan yang seharusnya dilaksanakan pukul 15.20 terpaksa diundur oleh panitia.
Saat itu juga, pihak panitia memanggil perwakilan pelatih, manajer, dan ofisial tim Maskot dan Waradika untuk musyawarah. Usai musyawarah lomba dilanjutkan pada pukul 16.00. “Usai acara dan kegiatan ini, kami dari panitia pelaksana lomba akan mengadakan pembicaraan dengan pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Tangerang dan Banten. Kami akan membahas kemungkinan sanksi yang bakal diberikan pada dua tim itu, karena sudah mengacaukan jalannya lomba dayung perahu naga," kata Faisal, Wakil Ketua panitia lomba dayung. (mg-dedi)

PLTN

BATAN Siap Bangun PLTN di Banten

TANGERANG – Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) berencana membuat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Banten. Rencananya, PLTN tersebut akan dibangun di sekitar Pantai Utara Provinsi Banten.
Kepala BATAN Hudi Hastowo mengatakan, saat ini pihaknya sedang membahas rencanya pembangunan PLTN tersebut dengan Pemprov Banten. Jika disetujui, PLTN yang akan dibangun akan menghasilkan daya listrik sebesar 1.000 Mega Watt (MW). Namun, Hudi enggan menyebutkan lokasi pasti PLTN tersebut.
“Di Banten mungkin saja dibangun PLTN. Kami sudah pernah melakukan diskusi dengan Pemprov Banten pada Selasa (29/7) lalu. Ada beberapa tempat yang dianggap bagus untuk lokasi PLTN, tapi belum pasti semuanya. Untuk membangunanya, kami harus bekerja sama dengan pemprov,” kata Hudi usai mengikuti Cross Country di Puspiptek Serpong Kabupaten Tangerang, Minggu (3/8).
Dikatakan Hudi, terdapat 13 kriteria persyaratan yang harus dipenuhi sebelum dibangun sebuah PLTN. Persyaratan tersebut diantaranya, cukup aman dari tsunami, seismologi (gempa-red), vulkanologi (gunung meletus), tidak dekat dengan lapangan terbang dan kawasan industri, tidak dekat dengan kilang minyak, serta tersedia air pendingin terutama air laut.
“Standar tersebut merupakan standar internasional yang harus dipenuhi. Makanya wilayah utara Provinsi Banten lebih berpotensi untuk dibangun PLTN ketimbang barat dan selatan. PLTN harus dibangun dekat pantai. Utara relatif tidak akan terkena tsunami,” katanya.
Dijelaskan Hudi, sesuai dengan undang-undang (UU) nomor 17 tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang nasional, pada tahun 2015-2020 sudah harus ada PLTN di Indonesia. Realisasinya tergantung kepada kerjasama yang dilakukan antara BATAN, pemerintah pusat, serta pemerintah daerah.
Diakuinya, biaya untuk membangun sebuah PLTN cukup besar. Untuk membangun 1 Kilo Watt (KW) daya listrik yang dihasilkan PLTN diperlukan dana sebesar 2.000-3.000 USD.
“Jika daya yang dihasilkan 1.000 MW, hitung saja sendiri dana yang dibutuhkan,” katanya.
Menurut Hudi, hingga kini, pihaknya belum mengetahui berapa luas PLTN yang akan dibangun. Tapi, radius 5 KM dari lokasi PLTN, penduduk harus jarang. Bukan berarti tidak ada, tetapi mudah untuk direlokasi.
“Yang paling penting, di Jawa Bali pada tahun 2025-2030 diperlukan 4-5 unit PLTN. Masing-masing dayanya sebesar 1.000 MW,” pungkas Hudi.
Hudi mengaku, biaya bahan bakar untuk menghasilkan listrik pada sebuah PLTN yang dayanya 1.000 MW lebih murah dan mudah ketimbang Pembangkir Listrik Tenaga Uap (PLTU). PLTN hanya memerlukan 30 ton uranium per tahunnya. Sedangkan PLTU memerlukan 2-3 juta ton batu bara per tahunnya.
Untuk membangun PLTU tidak memerlukan banyak persyaratan. Dalam 3-5 tahun sudah dapat beroparasi. Sedangkan membangun PLTN minimal memerlukan waktu 7 tahun.
“Kesulitan untuk membangun PLTn adalah penerimaan dari masyarakat. Mereka takut terkena radiasi dari nuklir. Ketakutan tersebut sangat berlebihan. Hal ini terjadi karena masih minimnya kesadaran masyarakat mengenai teknologi,” papar sambil mengatakan akan terus melakukan sosialiasasi kepada masyarakat. (mg-dedi)


ahmadiyah cuy


FMMC Segel Masjid Ahmadiyah di Sarua

TANGERANG – Ratusan massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Muslim Ciputat (FMMC) menyegel Masjid Baitul Qayyum milik Jemaat Ahmadiyah yang berada di Jalan Raya Bukit Indah No: 23 Kelurahan Sarua Kecamatan Ciputat, Selasa (19/8).
Penyegelan ini dilakukan karena warga sangat resah dengan berbagai aktivitas yang masih dilakukan Jemaat Ahmadiyah. Padahal mereka sudah dilarang untuk melakukan aktivitas sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri.
Ratusan warga yang memulai aksinya sekitar pukul 09.00 WIB langsung membentangkan spanduk yang berisi penolakan dan kecaman kepada anggota ahmadiyah sarua. Sempat terjadi dialog yang cukup alot antara massa dengan Kapolsek Ciputat AKP Ngisa Asngari. Kapolsek tetap melarang massa untuk memasang spanduk di pagar masjid. Sedangkan massa tetap ingin memasang spanduk tersebut.
Dialog ini baru berakhir ketika Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Chaerul Anwar datang ke lokasi. Kapolres akhirnya mengijinkan massa untuk memasang spanduk.
Akirnya massa memasang spanduk yang bertuliskan ‘tempat dan bangunan ini disegel dan ditutup dari segala kegiatan dan aktivitas karena meresahkan aqidah umat islam’.
Koordinator aksi, Jayadih Muchtar mengatakan warga Sarua tidak pernah menyetujui keberadaan jemaat ahmadiyah di Sarua.
“Masjid ini akan terus dipantau. Untuk sementara segala aktivitas mereka dibekukan. Kami akan memberikan peringatan keras kepada ahmadiayah jika masih beraktivitas,” katanya disela-sela aksi.
Tokoh masyarakat setempat, Subhan Basyuni mengatakan, keberadaan masjid ahmadiyah di Sarua tidak pernah direstui warga. Bahkan, awalnya masjid yang dibangun ini bukan sebagai tempat ibadah, melainkan sebagai rumah singgah. Tapi dialihfungsikan menjadi masjid.
“Tempat publik harusnya bermanfaat. Tapi masjid ini tidak pernah bermanfaat kepada mastarakat sekitar. Buat apa masjid ini didukung,” tegasnya.
Bahkan camat ciputat juga sempat Chaerul Saleh berorasi. Camat meminta seluruh elemen masyarakat bersikap tenang. Tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat menodai citra Islam. Sekaligus mengedepankan dialog yang lebih sehat.
”Memang upaya pembinaan telah kita lakukan bagi jama’ah Ahmadiyah. Itu sesuai instruksi surat keputusan pemerintah tentang pembekuan organisasi Ahmadiyah,” tegas Chaerul di lokasi penyegelan sekretariat.
Aksi protes umat Islam Ciputat ini mendapat pengawalan aparat kepolisian sektor Ciputat. Dengan mengerahkan sedikitnya 50 personil di lokasi. Para anggota polisi tersebut menghalangi massa yang hendak memaksa masuk ke sekretariat Ahmadiyah.
Sayangnya tidak ada jama’ah Ahmadiyah di sekretariat tersebut. Hanya beberapa pekerja bangunan yang terpaksa menghentikan kegiatannya setelah kedatangan massa Islam Ciputat. Hingga kemarin sore belum ada pengurus Ahmadiyah yang dapat dimintai keterangannya. (mg-dedi)

sirkuit AI di karawaci


Lippo Karawaci Siap Buat Sirkuit Balap AI

TANGERANG – PT Lippo Karawaci Tbk tengah berencana membuat sebuah sirkuit balapan khusus untuk AI di Karawaci Kabupaten Tangerang. Direncanakan, sirkuit yang akan dibuat meniru gaya Sirkuit Monaco yaitu, sirkuit jalan raya yang biasa digunakan untuk balapan Formula I.
Senior Executive Architect Urban planer PT Lippo Karawaci Tbk Gordon G Benton mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan blue print sirkuit yang akan dibuat sepanjang 38 Kilometer (KM) tersebut. Sirkuit tersebut akan melintasi jalan-jalan yang ada di Karawaci.
“Konsepnya sama seperti Sirkuit Monaco. Jika sudah dibangun, sirkuit ini merupakan Monaco pertama di Asia,” ungkapnya, Selasa (19/8).
Dijelaskan Gordon, sirkuit tersebut akan mulai dibangun usai Idul Fitri mendatang dan selesai sebelum pemilu 2009. Namun, Gordon enggan menyebutkan dana yang disiapkan untuk membangun sirkuit yang akan menggunakan jalan raya tersebut.
Diharapkan, lanjut Gordon, sirkuit sudah selesai pada minggu pertama atau kedua bulan Februari 2009 mendatang. Bahkan, sirkuit tersebut dapat digunakan pada balapan AI musim 2009-2010.
“Saya sudah mendapatkan laporan dari Karawaci. Pembangunan akan segera dimulai. Dalam waktu 6 bulan sirkuit sudah selesai dibangun,” paparnya.
Gordon mengaku, pihaknya akan segera mempresentasikan rencana ini kepada pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) minggu depan. “Jika menteri punya waktu, minggu depan kami akan melakukan pertemua membahas rencana ini,” tegasnya.
Dikonfirmasi mengenai rencana pembangunan sirkuit ini, Menpora Adhyaksa Dault mengaku, pemerintah sangat mendukung semua rencana pembangunan fasilitas olahraga di Indonesia.
“Jika karawaci sudah siap membangunnya, jadi saya kira tidak akan ada persolan lagi,” tegasnya usai menjadi pembicara dalam seminar di Universitas Pelita Harapan (UPH).
Namun, Menpora mengingatkan agar wakil yang akan tampil di balap Ai harus orang yang tepat. Jangan sampai wakil Indonesia tidak dapat berbuat banyak di balapan.
“Saya akan minta ke Pak Ari (Ari Batubara, Ketua Umum IMI-red) agar yang akan bertanding harus diseleksi terlebih dahulu,” terangnya.
Dijelaskan Menpora, pihaknya pernah mengeluarkan list (daftar nama-red) pembalap. Dalam list tersebut ada beberapa criteria, yaitu train of fun, train of complet, dan train if win.
“List no satu adalan Ananda Mikola, kedua Moreno Suprapto, dan ketiga Subhan Aksa. Jika itu semua sudah disiapkan, maka kami siap untuk tanda tangan. Sebab AI membawa nama negara,” katanya. (mg-dedi)