Selasa, 30 Desember 2008

Rampok

Gembong Rampok di Pantura Dibekuk

TANGERANG - Jajaran Polres Metro Tangerang Kabupaten berhasil menangkap gembong rampok nasabah bank dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang biasa beraksi di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang, Senin (29/12).
7 orang pelaku berhasil ditangkap. Mereka adalah Firman Saleh, Komarudin, Hasan, Wahab, Husen, Ismail, dan Harun. Bahkan Firman harus ditembak di bagian dada akibat melawan petugas. Pelaku tersebut tewas saat akan dibawa ke RSUD Tangerang. Sedangkan satu pelaku lainnya, Leman masih diburu dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor, yaitu Jupiter MX warna merah nopol B 6039 NSV dan Mio nopol B 6748 NYB, satu pucuk senpi doorlock silinder, 2 butir peluru, satu selongsong, dan 4 buah badik.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kabupaten AKP Dewa Wijaya mengatakan, pelaku merupakan gembong rampok yang biasa mengincar nasabah bank dan kendaraan bermotor yang diparkir sembarangan. Dalam beraksi, pelaku tidak segan-segan melukai dan membunuh korbannya.
“Dalam beraksi mereka selalu menggunakan senjata api rakitan dan badik. Dari pengakuan sementara mereka sudh sering beraksi. mayorits dilakukan di Pantura,” papar Dewa kepada sejumlah wartawan, Selasa (30/12).
Penangkapan para tersangka, bermula ketika petugas URC yang sedang melakukan penyelidikan kasus perampokan dan curanmor melihat dua orang DPO, Firman dan Komarudin melintas di Jalan Raya Cadas Sepatan Kabupaten Tangerang, Senin (29/12). Setelah dikejar akhirnya petugas berhasil menangkap keduanya. Saat digeledah, petugas menemukan senpi.
Dari pengakuan keduanya, mereka beraksi bersama Leman yang tinggal di Pabuaran Tumpeng Kota Tangerang. Namun, saat digerebek petugas hanya menangkap Hasan, Wahab, Husen, Ismail, dan Harun.
“Mereka mengaku telah melakukan perampokan dan pencurian di Ciledug, Mauk, dan Sepatan. Modus yang digunakan adalah dengan memepet korban lalu merampas barang-barang berharga yang ada di korbannya,” kata Dewa.
Ketika, Firman diminta menunjukan lokasi TKP di Mauk, Selasa (30/12) sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku berusaha mengambil senjatan milik petugas saat buang air kecil. Sempat terjadi perkelahian antara pelaku dan petugas. Setelah diperintah menyerah disertai tembakan peringatan pelaku tidak juga menyerah.
“Dua kali tembakan peringatan tidak didengarkan. Akhirnya salah seorang petugas menembak ke arah tubuh tersangka. Pelaku tewas saat dalam perjalanan ke Rumah.sakit,” papar Dewa.
Hingga kini, kata Dewa, petugas masih mencari Leman yang diduga sebagai otak perampokan. “Polisi meminta peran serta masyarakat dalam mengungkap tindak kriminal di jalan,” harap Dewa. (mg-dedi)


FPI

FPI Buka Lowongan Jihad ke Palestina

TANGERANG - Serang bertubi-tubi yang dilakukan Israel ke Palestina membuat sejumlah organisasi massa (ormas) Islam yang ada di Indonesia berang. Salah satunya Front Pembela Islam (FPI) cabang Tangerang membuka posko lowongan jihad ke Palestina di Jalan Cadas Kukun Kampung Teriti Desa Karet Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang, Selasa (30/12).
Sekretaris FPI Kabupaten Tangerang Uwan Suwana mengatakan, perekrutan posko laskar jihad ke Palestina berdasarkan instruksi dari DPP FPI. Perekrutan baru ditutup jika DPP sudah mengeluarkan instruksi terbaru. Pendaftaran terbuka bagi anggota FPI maupun anggota masyarakat lainnya.
“Kita membuka lowongan bagi masyarakat yang ingin berangkat ke Palestina untuk jihad. Perekrutan terbuka untuk seluruh masyarakat untuk membantu masyarakat Palestina,” kata Uwan.
Peserta yang mendaftar harus mengisi formulis administarsi. Mereka juga harus mencantumkan surat izin dari orang tua bagi yang belum menikah. Sedangkan yang sudah menikah harus dapat izin dari isteri mereka.
Setelah dilakukan pendaftaran, mereka akan diseleksi di Kantor FPI pusat di Petamburan Jakarta Pusat. Setiap relawan harus memiliki iman dan hati yang kuat untuk membantu warga palestina.
“Relawan yang lulus seleksi akan diberikan pelatihan tentang perang. Mereka juga akan dipersenjatai. Pelatihan diberikan di pusat,” ungkapnya.
Mengenai pendanaan untuk pelatihan, kata Uwan, berasal dari sumbangan masyarakat maupun sumbangan anggota FPI. Dijamin, seluruh dana tersebut halal.
“Yang paling penting adalah Instruksi Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab yang memerintahkan kepada anggota FPI untuk membuka posko jihad di depan kantor Kedutaan besar Amerika Serikat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW FPI Kabupaten Tangerang Habib Muhammad Bin Toha Assegaf mengaku, sudah memerintahkan kepada seluruh anggota FPI untuk membuka posko jihad di setiap DPC dan DPW FPI. (mg-dedi)

Dinkes

Anggaran Untuk Gakin Rp 1,9 M

TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang akan menambah anggaran untuk warga miskin yang tidak terdaftar dalam Jamkesmas untuk berobat di rumah sakit selain RSUD Tangerang menjadi Rp 1,9 miliar pada tahun 2009.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hani Heriyanto mengatakan, pada tahun 2008 Dinkes sudah menganggarkan dana sebesar Rp 770 juta. Namun dana tersebut masih kurang. Sehingga harus ditambah lagi.
“Tahun 2008, dana yang ada di RSUD Tangerang sebesar Rp 6 Miliar. Sedangkan di dinkes hanya Rp 770 juta. Dana tersebut untuk menangani pasien miskin yang tidak terdaftar dalam program Askes dan Jamkesmas. Mungkin mereka tidak terdata,” kata Hani kepada Banten Raya Post, Jumat (26/12).
Jika pasien miskin dirawat di RSUD Tangerang maka dana yang digunakan adalah Rp 6 miliar. Sedangkan jika dirawat di luar RSUD Tangerang makan dana berasal dari Dinkes.
Kebanyakan, warga yang menggunakan dana dari Dinkes berasal dari Tangerang bagian selatan seperti Pamulang, Ciputat, dan Pondok Aren. Sebab, mereka lebih dekat dengan RS Fatmawati ketimbang harus ke RSUD Tangerang.
Menurut Hani, persyaratan warga untuk mendapatkan dana tersebut sama dengan Jamkesmas. Mereka harus memiliki surat keterangan tidak mampu dan kelurahan dan kecamatan. Sudah diklarifikasi oleh puskesmas.
“Sekarang ini, banyak orang yang mengaku-ngaku miskin. Padahal mereka orang mampu,” ujar Hani.
Menurutnya, Dinkes Kabupaten Tangerang sudah melakukan perjanjian dengan 4 rumah sakit, yaitu RS Fatmawati, Qadr, Asshobiron, dan Usada Insani. Nanti rumah sakit yang akan melakukan klaim bukan masyarakat.
“Sebenarnya agak susah dilakukan. Sebab setiap tarif di rumah sakit bebeda satu sama lainnya. Makanya banyak rumah sakit yang menolak,” pungkasnya. (mg-dedi)

Tahun Baru

850 Polisi Amankan Malam Tahun Baru

TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kabupaten mengaku sudah menyiapkan 850 personel polisi untuk mengamankan malam puncak perayaan pergantian tahun di sejumlah titik rawan di Kabupaten Tangerang.
Kapolres Metro Tangerang Kabupaten AKBP Agus Andriyanto mengatakan, setidaknya ada 4 titi raawan yang akan mendapatkan penjagaan ketat. Titik-titik tersebut ada di Citra Raya Cikupa, BSD Serpong, Summarecon Kelapa Dua, dan Karawaci.
“Titik-titik tersebut merupakan tempat berkumpulnya massa. Sebab, disana ada perayaan tahun baru yang diselenggarakan sejumlah mal dan masyarakat,” kata Agus, Selasa (30/12).
Selain titik-titik rawan tersebut, polisi juga tetap melakukan penjagan terhadap sejumlah geraja yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang. Polisi tidak mau kecolongan oleh pelaku kriminal yang memanfaatkan ramainya malam tahun baru untuk melancarkan aksinya.
Selain itu untuk mengantisipasi kemacetan pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kelompok Sadar Kemananan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas).
"Unsur TNI juga siap diperbantukan jika memang diperlukan," kata Agus.
Selain di pos-pos yang telah tersedia, di beberapa titik-titik rawan di wilayah tersebut Agus juga akan menempatkan personilnya. Patroli juga bakal dikerahkan untuk memantau kondisi keamanan di jalan pada malam tahun baru.
Menanggapi budaya pawai yang ada di masyarakat kita, Agus menghimbau agar masyarakat tidak menghambur-hamburkan uang dalam bentuk pesta, main petasan dan pawai yang malah bisa mengganggu keamanan dan ketertiban.
"Mari kita bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif di malam tahun baru," ujar Agus. (mg-dedi)

Senin, 29 Desember 2008

Kereta

4 Penumpang KA Tersangkut Kabel Listrik
* Dua tewas, Dua Luka-Luka

TANGERANG – Sebanyak 4 penumpang kereta api (KA) nomor 884 jurusan Jakarta-Rangkas Bitung yang duduk diatap kereta tersangkut kabel listrik aliran atas saat melintasi jembatan sungai cisadane Desa Sampora Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/12).
Akibat kejadian ini, dua orang penumpang tewas akibat terjatuh dari atas ke Sungai Cisadane. Hingga kini identitas kedua korban tewas belum diketahui, sebab tidak ditemukan KTP di jazadnya. Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Tangerang.
Sedangkan dua korban lainnya, hanya mengalami luka pada bagian kepada dan harus mendapatkan perawatan di klinik. Kedua orang tersebut adalah Nurhalim warga Desa Kebasiran Kelurahan panyiripan Rt 1/2 Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Lebak dan Udin waraga Bojong Kamal Rt 1/2 Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang.
Kepala Stasiun Cisauk Sutrisno mengatakan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.40 WIB tersebut disebabkan penumpang yang berada di atap kereta terkena kabel listrik aliran atas yang sudah dipasang. Namun, hingga kini kabel tersebut belum dialiri listrik.
“Korban tersangkut kabel. Dari arah Jakarta menuju Rangkas. Saat itu kondisi kereta sedang padat,” katanya.
Dua penumpang yang terluka itu, lanjut dia memang memiliki karcis. Masing-masing memegang karcis bernomor J 0957 dan J 4959. Sedangkan dua penumpang yang tewas tidak memiliki karcis. (mg-dedi)


Terminal Ciputat

Terminal Ciputat Dioperasikan Pertengahan 2009

TANGERANG – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tangerang menargetkan Terminal Ciputat yang berada di depan Ramayana Kelurahan Ciputat Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan akan mulai beroperasi pada pertengahan 2009.
Kadishubkominfo Deden Sugandhi mengatakan, hingga kini, tanah yang sudah ada untuk pembangunan Terminal Ciputat baru 9.000 meter persegi. Padahal, luas tanah yang dibutuhkan mencapai 5 hektar. Terminal tersebut dapat menampung hingga 100-200 kendaraan.
“Meskipun tanah yang dibebaskan baru 9 ribu meter persegi, namun kita tetap akan mengoptimalkan tanah yang sudah ada terlebih dahulu,” ungkap Deden.
Dikatakan Deden, Dishubkominfo sudah menganggarkan dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembuatan jalan masuk terminal dan pengerasan tanah di dalam terminal. Sedangkan anggaran untuk pembebasan sisa lahan berada di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Dana tersebut disiapkan untuk pembuatan jalan masuk selebar 8 meter, pengerasan tanah, pengecoran, dan pembangunan ruang tunggu penumpang,” kata mantan Asda II Kabupaten Tangerang tersebut.
Deden berharap, pembangunan Terminal Ciputat dapat segera dilakukan. Sebab, hal tersebut sudah sangat mendesak. Dijadwalkan, tender proyek akan dilakukan antara Mei hingga Juni 2009.
“Harus cepat dilakukan. Tender hanya 45 hari. Pertengahan tahun 2009 terminal sudah dapat dimanfaatkan. Nantinya setiap angkot dan bus harus masuk ke dalam terminal. Tidak ada yang boleh ngetem di pinggir jalan lagi,” terangnya.
Awalnya Terminal Ciputat merupakan terminal tipe B atau C. namun, jika semua tanah sudah dibebasakan, maka Terminal Ciputat akan naik tipe menjadi A, yaitu terminal yang dapat dimasuki bus antar kota antar provinsi. Bahkan, mungkin saja antar negara.
“Dulu ada UU yang melarang letak terminal tipe A berdekatan. Tapi sekarang sduah tidak ada lagi. Jarak Terminal Ciputat dengan Terminal Lebak Bulus Jakarta Selatan hanya 7 kilometer. (mg-dedi)

Tangsel

Calon Penjabat Kota Tangsel Diumumkan
* Mas Iman Kusnandar Calon Kuat

TANGERANG – Teka-teki siapa nama calon penjabat walikota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Kabupaten Tangerang akhirnya terungkap. Bupati Tangerang Ismet Iskandar secara resmi sudah mengumumkan 3 nama penjabat yang akan diusulkan ke gubernur banten saat rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/12).
Ketiga nama tersebut adalah Asisten Daerah (Asda) I Mas Iman Kusnandar, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Benyamien Davnie, dan Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Hari Hariyanto.
Sedangkan nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Nanang Komara yang sempat diisukan juga diusulkan tidak tercantum dalam daftar.
”Nama-nama yang diusulkan mempunyai peran yang sangat besar dalam pembentukan Kota Tangerang Selatan,” ungkap Ismet.
Menurut Ismet, sejak awal pembentukan tiga nama yang disebutkan mempunyai peran yang sangat penting. mereka sudah bersusah payah melakukan koordinasi dengan Departemen Dalam Negeri (Depdagri) dan DPR RI.
”Dalam proses pembentukan, Mas Iman menjabat sebagi ketua tim teknis pembentukan, Benyamien Davnie sebagai ketua tim pengkajian pembentukan. Sedangkan Hari sebagai ketua tim nonteknis,” ujarnya.
Dari tiga nama yang diusulkan, Mas Iman Kusnandar merupakan calon paling kuat untuk menduduki kursi walikota. Bahkan, Ismet secara terang-terangan memuji usaha pejabat asal Pandeglang tersebut.
”Beliau merupakan ketua tim teknis dalam rangka mengsung terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Dia yang terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Kalau diserahkan ke dia jalannya pasti lancar. dia tahu persis apa-apa saja yang harus dilakukan untuk mengembangkan Kota Tangerang Selatan,” puji Ismet.
Disinggung mengenai tidak masuknya nama Nanang Komara dalam daftar nama calon walikota yang diusulkan, Ismet mengaku, sekda sendiri yang menolak untuk dimasukan.
”Saya sudah melakukan pembicaraan dengan dengan sekda. tapi dia tidak mau diusulkan menjadi calon penjabat,” kilahnya.
Namun berhembus kabar, tidak masuknya nama Nanang Komara dalam daftar calon penjabat walokota yang diusulkan, karen Nanang ingin mencalonkan diri sebagai walikota definitif. sebab, dalam waktu dekat, Nanang akan memasuki masa pensiun. (mg-dedi)

Pameran

Tangerang Expo Sepi Peminat

TANGERANG – Pelaksanaan Tangerang Expo untuk memeriahkan HUT Kabupaten Tangerang ke-65 di Mal WTC Matahari BSD ternyata kurang diminati sejumlah instansi dan perusahaan.
Dari 380 stan yang disediakan panitia, puluhan stan nampak kosong. terutama stan dari instansi pemerintahan. Bahkan, tidak satupun perusahaan yang ikut berpartisipasi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang Dodi Hermiono membenarkan banyakanya stan yang kosong. Dodi berkilah, minimnya partisipasi dari perusahaan dan instasi yang ikut pameran karena waktu perencanaan yang sangat singkat dan semua kegiatan diserahkan ke event organiser (EO).
”Semunya diserahkan ke EO yang lebih profesional. kerja mereka tidak mendalam,” kilah Dodi.
Diakui Dodi, persiapan Tangerang Expo sangat sempit, hanya 3 minggu sebelum pelaksanaan. Selain itu, hari HUT Kabupaten Tangerang sangat mepet dengan dua hari besar nasional, yaitu Natal dan tahun baru.
”Sulit untuk menarik minat. padahal, pemeran ini sudah disosialisasikan ke sejumlah instansi dan perusahaan. kemungkinan mereka sudah mempunyai agenda sendiri. Tidak bisa tiba-tiba,” ungkapnya.
selain itu, pemindahan lokasi yang sangat mepet membuat panitia tambah sulit untuk menarik banyak peminat. lokasi sebelumnya dianggap tidak mampu memenuhi keperluan pameran.
”Ada masalah di Serpong Plaza. Fasilitas yang diminta panitia tidak dapat dipenuhi. Waktu untuk pindah hanya 1 hari,” urainya. (mg-dedi)

Globakl Warming


SMP IT Darul Hikmah Canangkan Goes Green

TANGERANG – Isu pemanasan global sedang hangat-hangatanya dibahas. Berbagai cara dilakukan untuk pengurangi suhu yang semakin meningkat. Untuk itu, SMP IT Darul Hikmah Pamulang mencangkan program Goes Green.
Dalam program ini, setiap siswa diwajibkan untuk membawa sebuah tanaman ke sekolah untuk ditanam. Setiap tanaman diberikan nama sesuai dengan nama pemiliknya.
“Program goes green belum lama dicanangkan sekolah. Dengan mengajak ratusan pelajar berlatih merawat tanaman. Setiap sekolah ada tim goes green. Mereka adalah pelajar yang berminat menata lingkungan,” terang pembina Goes Green SMP IT Darul Hikmah, Budi Fujiana.
Pelajar yang tergabung itu, sambung dia berusaha menularkan semangatnya pada pelajar lain. Hasilnya semua pelajar bersedia merawat satu tanaman yang dimiliki sekolah. Bahkan tanaman itu pun diberi nama murid yang merawatnya.
”Jadi kalau ada tanaman sensiver maka ada dibelakannya nama perawatnya. Misalnya sensivera yanti IIA. Artinya tanaman sensivera yang ditanam Yanti pelajar kelas II A,” tutur guru kelas ini.
Tanpa disadari, lanjut dia jumlah tanaman yang ada di sekolah terus bertambah setiap minggu. Maka tanaman itu pun perlu penataan yang lebih baik lagi. Agar dapat dilihat lebih nyaman.
”Kalau mau liat penataannya sangat mudah. Tak hanya halaman yang banyak pohon, toilet pelajar juga berhias tanaman,” ucapnya tersenyum.
Untuk ruang belajar, lanjut Budi memang sudah dihiasi tanaman. Itu membeirkan pengaruh saat proses belajar. Terutama tanaman yang mampu menekan oksidan bebas di udara, seperti sensivera itu.
Mengenai perawatan, dia mengaku pelajar selalu memantau secara rutin. Seminggu dua kali digelar perawatan tanaman. Mulai memupuk, menggemburkan dan membersihkan tanaman. Itu membut pohon di sekitarnya lebih sehat dan nyaman dipandang. (mg-dedi)

Kamis, 25 Desember 2008

Buruh

KBC: Buruh di Tangerang Mengkhawatirkan

TANGERANG – Komite Buruh Cisadane (KBC) Tangerang yang terdiri dari 6 serikat pekerja, yaitu FSBKU, SBN, FKSBT, SBB, Gaspermindo, FSBJ, dan SBJ menilai nasib buruh terutama buruh kontrak dan outsourching di Kota dan Kabupaten Tangerang sangat mengkhawatirkan.
Koordinator KBC Budi Sutani mengatakan, berdasarkan riset yang dilakukan KCb di 51 pabrik yang ada di Kota Tangerang mulai Juni-Oktober jumlah buruh kontrak dan outsourching sangat banyak. Bahkan mencapai 40 persen lebih dari totoal buruh yang ada.
Berdasarkan jenis produksi, jumlah buruh kontrak dan outsourching mencapai 19.813 orang atau 47,32 persen dari total buruh yang ada sebanyak 41.867 orang. Berdasarkan orientasi pasar, jumlah buruh kotrak dan outsourching sebanyak 20.527 orang atau 49,03 persen dari total buruh 41.867 orang.
“Sedangkan berdasarkan status modal, jumlah buruh kontrak dan outsourching mencapai 17.139 orang atau 40,94 persen dari total buruh yang ada,” kata Budi kepada Banten Raya Post, Kamis (25/12).
Dikatakan Budi, tidak ada jaminan kepastian kerja dan jaminan sosial bagi buruh kontrak dan outsourching. Disamping itu, ketika masuk kerja, buruh tersebut harus membayar uang pungutan kepada penyalurnya. Jumlahnya bervariasi, berkisar antara Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta.
“Penyalur buruh kontrak dan outsourching ada dua. Yang remi dan tidak resmi. Resmi melalui perusahaan penyalur pekerja. Sedangkan tidak resmi lalui Rt atau lurah setempat,” terangnya.
Potongan yang dibebankan kepada buruh, berasal dari gaji bulanan mereka yang langsung dipotong. Jika tidak mampu langsung melunasi, buruh tersebut dapat mencicil setiap bulannya.
Untuk itu, lanjut Budi, KCb merekomendasikan 3 hal. Pertama Undang-Undang (UU) No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaanm sudah tidak relevan lagi. Perlu dibentuk UU yang lebih mendukung buruh.
Kedua, meminta Pemda agar membuat Perda yang melindungi buruh kontrak dan outsourching. Ketiga perlu dibentuk lembaga independen yang menangani sistem kontrak dan outsourching.
“Lembaga tersebut terdiri dari beberapa unsure, Apindo, serikat pekerja, dan pemerintah,” ujar Budi. (mg-dedi)


Sidak Makanan Kadaluarsa


Carrefour Jual Makanan Kadaluarsa
* Stok Sembako Jelang Liburan Akhir Tahun Aman

TANGERANG – Tidak semua pusat perbelanjaan yang sudah mempunyai nama tidak menjual barang yang sudah kadaluaras. Buktinya, Carrefour D’Best Cikokol Jalan MH Thamrin Kota Tangerang kedapatan menjual produk makanan olahan sejenis siomay yang sudah melebihi batas kadaluarsanya.
Temuan tersebut diketahui saat Wakil Gubernur Banten M Masduki yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Banten melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Carrefour dan sejumlah pasar tradisional di Kota dan Kabupaten Tangerang, Rabu (24/12).
“Ditemukan makanan siomay yang sudah kadaluarsa. Namun jumlahnya tidak banyak. Temuan tersebut sudah diberitahukan kepada pengelola pusat perbelanjaan. Mereka berjanji tidak akan memasarkan produk yang sudah kadalursa kembali,” ungkap Masduki saat melakukan sidak ke Pasar Serpong Kota Tangerang Selatan.
Diakui Masduki, setiap pusat perbelanjaan dan pasar tradisional sangat rentan menjual makanan yang sudah kadaluarsa. Namun, harapnya, pengelola tidak sengaja menjual produk yang sudah tidak layak konsumsi lagi.
“Bukan kesengajaan. Mungkin hanya kelalaian pengelola saja yang kurang cermat dalam memeriksa produk-produk makanan yang dijual kepada masyarakat banyak,” ujarnya.
Hudaya menambahkan, saat melakukan sidak ke Carrefour memang ditemukan makanan yang sudah kadaluarsa. Tapi, hingga kini belum ada laporan dari masyarakat bahwa di tempat tersebut menjual makanan yang tidak layak konsumsi lagi.
“Makanan yang kadaluarsa sudah ditarik secara keseluruhan dari pasaran,” kata Hudaya.
Masih adanya pusat perbelanjaan yang menjual produk kadaluarsa, dianggap sebagai kelalaian pengelola. Bahkan, pengelola sudah diperingatkan untuk tidak menglang hal serupa dengan mnjual produk kadalurasa.
“Carrefour sudah diberikan peringatan keras. Kasus ini sebenarnya bisa saja dilanjutkan ke pidana. Karena terdapat unsur kelalaian yang dapat saja menyebabkan kerugian pada orang lain. Namun itu masih perlu dipertimbangkan lagi,” kilahnya.
Untuk sementara, lanjut Hudaya, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan kepada direksi Carrefour. Mereka harus menjamin, bahwa prosuk yang dijual kepada masyarakat masih layak konsumsi.
Ketika akan dikonfirmasi, tidak satupun pegawai Carrefour yang dapat memberikan komentar kepada wartawan.

Stok Sembako Aman

Usai melakukan sidak ke Pasar Serpong, Masduki menjamin, pasokan sembako di beberapa pasar di Tangerang menjelang liburan akhir tahun akan aman.
“Pertama saya bersyukur, konsisi stok sembako cukup. Setelah melakukan peninjauan kesejumlah pasar tradisional dan menanyakan langsung kepada pengelola pasar dan pedagang stok sembako tidak ada kekhawatiran. Jadi cukup aman,” terangnya.
Disamping itu, dari sisi harga, tidak ada kenaikan harga barang yang cukup drastis. Semuanya masih stabil. Kenaikan harga barang hanya terjadi sebelum natal.
“Walaupun dibandingkan dengan kondisi sebelumnya sempat ada kenaikan. Tapi sekarang sudah konstan. Menjelang stok tetap stabil dan harga tidak melonjak,” paparnya. (mg-dedi)

Elpiji

Elpiji Masih Langka di Kota Tangerang

TANGERANG KOTA – Persediaan gas elpiji ukuran 3 kiligram dan 12 kilogram di Kota Tangerang masih langka. Bahkan kelangkaan sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu. Hampir semua persediaan gas epliji di sejumlah agen kosong. Pasalnya, agen sangat sulit mendapatkan pasokan gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE).
Karyawan agen elpiji di jalan Merdeka Pabuaran Kota Tangerang PT Metroja Mandiri, Aswadi mengaku, tempatnya sudah tidak menjual gas ukuran 3 kilogram lagi. Saat ini, agennya hanya menjual gas ukuran 12 kilogram. Hal ini karena pasokan gas dari SPBE tersendat.
“Setiap hari, pasokan gas 12 kilogram sebanyak 660 tabung. Dalam waktu singkat sudah habis terjual. Gas 12 kilogram dijual Rp 69 ribu per tabung. Sementara gas 3 kilogram Rp 13 ribu per tabung,” katanya, Kamis (25/12).
Kelangkaan gas juga terjadi di sejumlah pengecer. Misalnya di Toko Star Jalan TMP Taruna. Kelangkaan ini dimanfaatkan pengecer untuk menaikan harga.
Salah seorang pegawai, Adi mengatakan, gas ukuran 3 kilogram dijual Rp 18 ribu. sedangkan gas ukuran 12 kilogram dijual Rp 80 ribu.
“Dari agen harganya sudah Rp 15-16 ribu per tabung. Kita hanya cari untung sedikit,” kilahnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata (Perindagkopar) Kota Tangerang, Dafyar Eliyadi Hardian mengatakan, pihaknya telah mengetahui akan kelangkaan tersebut. Menurutnya, kelangkaan tersebut disebabkan mesin timbangan pengisian gas di Eretan, Indramayu, dan Cirebon yang menjadikan pasokan elpiji dari pertamina tersendat.
“Kelangkaan ini bukan hanya terjadi di kota Tangerang. Tetapi juga terjadi di kota lainnya,” terangnya.
Mengenai kenaikan harga yang terjadi di tingkat pengecer, Dafyar mengaku hal tersebut diluar kebiasaan normal. Seharunya harga gas ukuran 3 kilogram Rp 14-15 ribu.
“Hal ini dipicu kelangkaan pasokan gas. Ada orang-orang yang ingin memanfaatkan kesempatan tersebut,” pungkasnya. (mg-dedi)

natal

4 Jemaat Pingsan Saat Misa Natal

TANGERANG – Empat orang jemaat katolik pingsan saat mengikuti Misa Natal di Gereja Santa Monica Sektor I-II BSD Serpong Kota Tangerang Selatan. Diduga, pingsannya empat jemaat tersebut akibat kekurangan oksigen akibat gereja yang dipenuhi ribuan jemaat.
Informasi yang berhasil dihimpun, pingsannya 4 orang jemaat terjadi ketika 3 ribu orang memadati gereja yang berada di tengah perumahan tersebut. Bahkan banyak jemaat yang berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk.
Di tengah-tengah acara misa, tiba-tiba kelima orang di atas pingsan. Kejadian itu sempat menarik perhatian para jemaat lain.
"Mungkin karena kekurangan udara. Tapi sebagian dari korban memang sudah sakit dan memaksakan diri ikut misa," ungkap Imelda, salah seorang panitia Misa Natal.
Setelah diberi pengobatan ringan, para jemaat yang pingsan langsung diperbolehkan pulang. Misa Natal dimulai sekira pukul 17.00 WIB dan usai sekira pukul 19.00 WIB. Secara umum acara misa berjalan lancar, tidak ada gangguan teknis yang cukup berarti.
Sebelumnya, pihak kepolisian dari Polsek Serpong sempat memberikan pembekalan antisipasi ancaman bom kepada petugas keamanan gereja.
Materi yang diberikan berupa penanganan terhadap orang-orang yang mencurigakan, barang-barang yang diangggap mencurigakan, termasuk di dalamnya materi bom. Tidak hanya itu saja, petugas juga diajarkan cara melakukan penyisiran di sejumlah parkiran mobil yang dianggap mencurigakan dengan dilengkapi alat detektor bom.
"Petugas keamanan gereja tersebut diikutsertakan dalam latihan pengamanan guna mengantisipasi gangguan keamanan,” kata Sekretaris Gereja Joko.
Untuk pengamanan dari aparat kepolisian, dia mengaku sedikitnya 30-40 petugas akan disiagakan, baik yang berseragam maupun berpakaian preman.
Selain itu pihak pengelola gereja juga mengimbau jemaah untuk waspada terhadap orang yang mencurigakan, cukup membawa perlengkapan untuk misa, mematikan ponsel selama perayaan, dan mobil pengantar atau penjemput tidak masuk ke halaman parkir gereja. (mg-dedi)

Bandara


Pantomim Ajak Penumpang Jaga Kebersihan BSH

TANGERANG – Untuk menyukseskan program clean airport action (CAA), PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta (BSH) Tangerang menghadirkan pertunjukan pantomim di area terminal bandara selama satu minggu penuh mulai 24-30 Desember.
Manager Humas PT AP II Trisno Heryadi mengatakan, pertunjukan pantomim merupakan sebuah pembelajaran bagi masyarakat yang menggunakan bandara untuk selalu menjaga ketertiban, kebersihan, serta kenyamanan di lingkungan bandara, khususnya area terminal.
“Pertunjukan pantomime merupakan bagian dari program CAA yang telah dicanangkan pada 23 September lalu. CAA dilakukan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan bandara,” kata Trisno kepada Banten Raya Post, Rabu (24/12).
Dikatakan Trisno, pantomim akan berkeliling bandara mulai dari terminal I A hingga II F. Mereka akan menampilkan slogan mengenai kebersihan di bandara yang dituliskan dalam sebuah poster dan dibawa berkeliling.
Pertunjukan pantomim akan menampilkan beberapa humaniod yang membaur dengan pengguna bandara. Mereka akan mendekati para pengguna bandara yang akan atau sedang melakukan tindakan pelanggaran seperti membuang sampah sembarangan, merokok bukan pada tempatnya, dan sebagainya.
“Nantinya, para humanoid tersebut akan menegur atau mengingatkan pengguna bandara yang melakukan pelanggaran melalui gerak tubuh yang jenaka,” ujar Trisno.
Aksi pantomim yang digelar mendapatkan sambutan hangat dari sejumlah calon penumpang yang ada di BSH. Denny Irawan misalnya. Lelaki yang tinggal Tangerang tersebut menilai, langkah yang dilakukan untuk menjaga kebersihan di bandara tidak harus selalu dengan membersihkan sampah yang berserakan.
“Yang paling penting adalah, setiap pengguna bandara tidak membuang sampah sembarangan. Namuh. Hal tersebut sangat sulit,” paparnya. (mg-dedi)

Remisi

85 Napi Terima Remisi Natal

TANGERANG – Sebanyak 85 orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas 1 Tangerang mendapatkan remisi khusus (RK) saat perayaan Hari Natal, Kamis (25/12). Namun, hanya satu orang napi yaitu Edi Yusuf yang mendapatkan RK 2 atau langsung bebas. Sedangkan sisanya hanya mendapatkan RK 1 atau pngurangan masa hukuman.
Kepala Keamanan LP Heru Prasetyo mengatakan, hanya napi yang beragama nasrani saja yang mendapatkan remisi natal. Jumlah pengurangan hukuman yang didapatkan setiap napi berbeda. Berkisar antara 15 hari hingga 2 bulan.
"Hampir semua napi yang beragama nasrani yang memenuhi syarat kami usulkan, namun hanya 85 orang saja yang mendapatkan persetujuan," kata Heru.
Heru melanjutkan, remisi yang diberikan berasal dari dua lembaga yaitu Dirjen Pemasyarakatan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Depkumham Tangerang.
Dirjen Depkumham berhak memberikan remisi pada napi yang terjerat kasus-kasus berat seperti pembalakan liar, penjualan manusia, narkoba, korupsi, dan kejahatan internasional.
"Syaratnya napi harus sudah menjalani minimal sepertiga masa tahanannya," kata Heru.
Sedangkan Kanwil Depkumham berhak memberikan remisi pada napi yang terjerat kasus-kasus selain di atas. Syaratnya napi harus berkelakuan baik selama di tahanan dan sudah menjalani masa hukuman minimal enam bulan.
Edi Yusuf yang ditemui sejumlah wartawan mengaku, dirinya divonis 1,2 tahun akibat kasus pencurian. Sebenarnya, sisa hukumannya tinggal 1 bulan lagi. Karena mendapatkan remisi 1 bulan , maka Edi langsung dibebaskan.
“Saya belum tahu akan melakukan apa jika keluar nanti. Yang pertama saya pulang dulu ke rumah untuk ketemu keluarga besar," ujar Edi. (mg-dedi)

Tiket Kereta

25.900 Tiket Tambahan Disiapkan

TANGERANG – Stasiun Kereta Api Sudimara, Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan telah menyiapkan tiket tambahan sebanyak 25.900 tiket untuk jurusan Jabotabek dan lokal.
Kepala Stasiun Kereta Api Sudimara Mamat Surohmat mengatakan, trend peningkatan penumpang selalu terjadi saat libur panjang. Jelang akhir tahun 2008 dan awal 2009 diprediksi terjadi lonjakan penumpang. Itu bersamaan dengan libur sekolah yang juga panjang.
Untuk menghindari kelangkaan tiket, kata Mamat kalau pihaknya telah memesan sebanyak 5.900 tiket penumpang kereta api untuk jurusan Jabotabek dan 20 ribu tiket lokal. Jumlah itu sudah memenuhi lonjakan penumpang yang diprediksi mencapai 50-60 persen di hari biasa.
“Meskipun saat ini situasinya masih normal dan belum terjadi lonjakan penumpang. Tapi dari jauh hari sebelumnya untuk mengantisipasinya, kami sudah menyiapkan tiket tambahan,” ujar Mamat, Kamis (25/12).
Lonjakan penumpang, lanjut dia juga ditanggapi pihak Stasiun Tanah Abang. Rencananya menyiapkan kereta tambahan yakni Kereta Ancol. Biasanya kereta ini dioperasikan setiap hari minggu saja. Namun menjelang liburan panjang ini operasinya akan ditingkatkan.
“Rencananya kereta ancol ini selain hari minggu, akan melayani penumpang selama dua hari yakni tanggal 25 Desember dan tanggal 1 Januari mendatang,” katanya.
Dijelaskannya, Kereta Ancol juga dapat dinikmati para penumpang di Kota Tangerang Selatan. Karena kereta tersebut juga memulai keberangkatannya untuk penumpang di Serpong dan Sudimara. Terutama bagi wisatawan lokal yang ingin mudah dan cepat ke wisata Ancol. (mg-dedi)

TKI Meninggal


TKI Asal Serang Tiba di BSH

TANGERANG – Jenazah Masiah binti Murtala (27), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Serang yang meninggal di Abu Dhabi Qatar akhirnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta (BSH) Tangerang, Rabu (24/12) sekitar pukul 15.30 WIB.
Peti mati TKI yang sudah terlantar beberapa bulan di Qatar ini tiba di Gudang Kargo BSH setelah diterbangkan menggunakan pesawat Boeing 747 milik maskapai Etihat Airlines.
Di peti tersebut, tertuli alamat penerima adalah PT Graha Indohiwana (GI) di Jalan Waru 46 Jakarta. Kemungkinan PT GI merupakan PJTKI yang memberangkatkan Masiah ke timur tengah.
Begitu keluar dari karga BSH, peti jenazah langsung dimasukan ke ambulan nopol B 7256 OK yang sudah menunggu. Selanjutnya, mobil tersebut langsung membawa jasad Masiah ke rumahnya di Serang.
Petugas kargo Imirasi BSH, Johar mengatakan, Masiah adalah TKI yang bekerja di Yordania sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Setelah sempat putus kontrak selama 2 tahun di Yordania, kemudian korab melanjutkan pekerjaannya sebagai PRT di Abu Dhabi, Qatar.
“Masiah suah meninggal 6 bulan yang lalu di salah satu rumah sakit di Abu Dhabi. Dia diduga meninggal akibat penyakit TBC yang dideritanya,” kata Johar.
Pegawai Direktorat Jendral Pembinaan TKI Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Posman Hutasoit yang menerima jenazah Masiah membantah Masiah sudah meninggal sejak 6 bulan yang lalu. “Bukan 6 bulan tapi baru 2 bulan,” kilahnya.
Dikatakan Posman pihak keluarga keluarga sempat meminta Masiah untuk dimakamkan di Qatar. Namun, permintaan tersebut ditolak karena tidak disertai alasan yang jelas. Akhirnya, keluarga meminta jenazah dipulangkan ke tanah air.
Sementara itu, Ibu korban Madisah mengaku, tidak mengetahui kalau jenazah Masiah terlantar sudah setengah tahun lamanya Qatar. Bahkan kematian Masiah baru diketahuinya sejak sebulan lalu.
"Saya baru tahu setelah ada kabar dari Polsek setempat," tandas Madisah. (mg-dedi)

Natal


Pohon dari Botol Sambut Natal di Tangerang

TANGERANG – Perayaan Natal di Gereja Santa Maria Jalan Daan Mogot Kelurahan Tangerang Kecamatan Tangerang Kota Tangerang tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, sebuah pohon Natal berukuran raksasa ditempatkan di sisi altar gereja tersebut. Pohonnya mungkin biasa, yang unik, pohon tersebut terbuat dari sekitar 5.000 botol bekas air mineral.
Panitia Perayaan Natal Visca Pakarti Suhardi (19) mengatakan, botol-botol tersebut didapat dari jemaat gereja dan anggota muda-mudi Katholik. Mereka mengumpulkan dan merancang pohon natal botol tersebut sejak satu bulan yang lalu.
“Dari proses pengumpulan, pembersihan, dan perangkaian hingga menjadi pohon natal, kira-kira memakan waktu satu bulan. Bagian tersulitnya adalah merangkai hingga ke atas menggunakan bambu dan benang pancing,” ungkap Visca, Selasa (23/12).
Pohon tersebut menurut Visca, sengaja dibuat dari botol dan dibentuk sederhana. Mereka mendapat ide tersebut dari isu global warming yang saat ini ditakutkan seluruh manusia di bumi.
“Botol air mineral susah untuk diuraikan. Maka dari itu kami memanfaatkannya untuk pohon natal. Meski sederhana, pohon tersebut cukup indah,” kata Visca.
Selain pohon Natal botol, panitia juga menyiapkan boneka salju yang terbuat dari steorofom yang dipadatkan. Mereka juga menyusun dekorasi gereja mirip suasana di kutub lengkap dengan iglonya.
“Rencananya setelah perayaan Natal kami akan tetap menyimpan pohon ini,” ungkap Lia Sicilia (20), panitia lainnya.
Menurut Lia, pembuatan pohon tersebut melibatkan sekitar 50 orang anggota Paramudika atau muda-mudi Khatolik.
Sementara itu, berbagai persiapannya juga dilakukan di luar gedung Gereja Santa Maria . Puluhan panitia membangun tenda yang akan digunakan untuk Misa Natal malam nanti. (mg-dedi)

Bandara


Maskapai Mulai Tambah Jadwal Penerbangan

TANGERAN – Sejumlah maskapai penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (BSH) Tangerang mulai menambah jawal penerbangan ke sejumlah tujuan domestik dan internasional menjelang liburan natal dan tahun baru.
Berdasarkan data di Officer In Charge (OIC) BSH, tercatat sudah ada 3 maskapai yang menambah jadwal penerbangan. Ketiga maskapai tersebut adalah Garuda, China Airlines, dan Qantas.
Garuda sudah menyiapkan 43 tambahan penerbangan domestik menuju Denpasar dan 14 penerbangan internasional menuju Singapura mulai 24 Desember hingga 4 Januari.
Sementara China Airlines menyiapkan 16 tambahan dari Jakarta menuju Hongkong dan Singapura sejak tanggal 25 Desmber 2008 hingga 4 Januari 2009. Sedangkan Qantas menyediakan dua tambahan penerbangan ke Hongkong pada tanggal 20 Desmber 2008 dan 3 Januari 2009.
Petugas OIC BSH Aidil mengatakan, kebanyakan penambahan jadwal keberangkatan untuk tujuan wisata seperti Bali, Singapura, dan Hongkong.
“Dalam dua hari terkahir kemarin (22-23/12) tercatat ada 80 penerbangan yang bertolak di BSH dengan jumlah penumpangnya 9.040 orang,” katanya.
Humas Lion Air Edward Sirait mengaku, memasuki liburan akhir tahun jumlah penumpang mulai mengalami peningkatan mencapai 30 persen per harinya. Daerah-daerah yang mengalami peningkatan adalah Bali, Yogjakarta, Medan, Balikpapan, dan Makassar.
“Lion Air menambah satu penerbangannya ke masing-masing tempat tersebut. Tiket terutama menuju Denpasar menurutnya telah habis dipesan. Jika ada calon penumpang yang memesan kami memasukannya ke daftar tunggu," kata Edward. (mg-dedi)

WNA Dideportasi

36 WNA Dideportasi

TANGERANG – Semenjak Januari hingga akhir Desember 2008, Kantor Imigrasi Tangerang sudah mendeportasi 36 warga negara asing (WNA) yang tidak memiliki izin resmi. Kebanyakan warga yang dideportasi berasal dari Benua Afrika.
Kepala Kantor Imigrasi Tangerang Pondang Tambunan mengatakan, WNA yang dideportasi berasal dari beberapa negara seperti China, Korea, Nigeria, Kamerun, Afrika Selatan, dan Liberia.
“WNA tersebut hasil penangkapan petugas Imigrasi saat melakukan operasi rutin. Operasi tersebut menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang diresahkan dengan keberadaan warga asing tersebut,” ungkapnya, Selasa (23/12).
Dikatakan Pondang, penyebab deportasi terhadap WNA karena melebihi izin tinggal (over stay), tidak memiliki keterangan identitas, dan penyalahgunaan paspor. Namun ada juga, WNA yang dideportasi akibat melakukan tindakan kriminal.
“Ada satu warga negara Thailand yang dideportasi akibat kasus kriminal. Namun, dia sudah selesai menjalani hukuman. Tapi saya lupa namanya,” kata Pondang.
Pondang mengaku, pihaknya agak sulit untuk melakukan razia terhadap warga negara asing yang tinggal di Tangerang. Pasalnya, untuk melakukan razia, harus ada tim gabungan dari Polres, Imigrasi, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
“Razia tidak semudah membalikan telapak tangan. Karena menyangkut hubungan baik antara negara,” kata Pondang.
Disamping itu, kebanyakan warga negara asing yang tinggal di Indonesia memberikan keuntungan untuk perkembangan ekonomi di daerah mereka tinggal. Misalnya, ada orang Korea yang membuat pabrik. Tentunya akan menyerapa tenaga kerja. Diluar itu, warga sekitar dapat membuka warung makan dan menjadi tukang ojek.
Dibandingkan tahun sebelumnya 2007, Menurut Pondang, jumlah WNA yang dideportasi ini sedikit mengalami penurunan. Tahun 2007 lalu kantor Imigrasi hanya mendeportasi 37 orang WNA.
"Modus yang dilakukan WNA tanpa izin untuk tinggal di Indonesia, yakni sebagai pemain sepakbola di salah satu tim sepakbola di Tangerang,” bebernya. (mg-dedi)

BTS

700 BTS Bakal Dirobohkan

TANGERANG – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang berencana merobohkan 700 base transceiver station (BTS) milik sejumlah operator telepon seluler yang ada di Kabupaten Tangerang.
Kadiskominfo Kabupaten Tangerang Deden Sugandhi mengatakan, dari 700 menara BTS yang akan dibongkar, hanya 400 buah BTS yang memiliki izin lingkungan dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sedangkan 300 BTS hanya memiliki izin lingkungan.
BTS yang akan dirobohkan kebanyakan berada di Kecamatan Cisauk dan Ciputat. Bahkan, Dinas Trantib sudah mengawasi dua BTS yang tidak memiliki izin.
“Retribusi dari BTS selama ini tidak jelas. Banyak BTS yang tidak membayar pajak ke Pemkab,” kata Deden saat peletakan batu pertama pembagunan MTB di Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, Selasa (23/23).
Dikatakan Deden, saat tahun 2009, setiap operator telepon seluler yang akan membuat BTS harus menginduk kepada Menara Telokomunikasi Bersama (MTB). Sesuai dengan Peraturan Menteri Komonikasi dan Informasi (Menkominfo), tidak boleh ada lagi BTS yang berdiri sendiri.
Direncanakan, 240 buah MTB akan dibangun di Kabupaten Tangerang. 200 buah MTB akan dikelola PT Benteng Graha Propertindo (BGP) dan 40 buah di kelola oleh PT Indonesia Tower (IT).
“PT BGP sudah membuat perjanjian dengan Pemkab Tangerang. Sedangkan PT IT belum. Jika sampai akhir Desember PT IT juga belum membuat perjanjian, maka rekomendasi pembangunan dan pengelolaan MTB akan dicabut,” terang Deden.
Ditargetkan, pada Juni 2009, seluruh MTB sudah dapat dioperasikan. Selanjutnya, dalam waktu dua bulan sejak beroperasi, seluruh BTS yang masih ada akan dinonaktifkan dan dirobohkan.
Dihubungi terpisah, Direktur PT BGP Ahmad Damhuri mengatakan, setiap operator akan menyewa tempat di MTB. Setiap operator akan membayar retribusi penyewaan sebesar Rp 1,3-2 juta per bulan.
“Dengan adanya MTB, diperkirakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang akan bertambah menjadi Rp 12 miliar per tahun. Namun biaya untuk membuat sebuah MTB sebesar 1,5-2 miliar,” katanya. (mg-dedi)


Tangerang


Pemkab Tidak Sanggup Sejahterakan Masyarakat
* Kebanyakan Korban PHK Ikut Transmigrasi

TANGERANG – Banyaknya jumlah penduduk di Kabupaten Tangerang yang mencapai 3,5 juta jiwa membuat, Pemkab Tangerang tidak sanggup lagi untuk mensejahterakan masyarakat yang tinggal di 36 kecamatan yang ada.
“Jujur, kini Pemkab Tangerang belum sanggup untuk mensejahterakan warganya. Pemkab belum bisa memfasilitasi keperluan seluruh warga,” ungkap Wakil Bupati Tangerang Rano Karno saat peresmian sistem pelayanan satu atap bidang ketenagakerjaan dan pelepasan transmigran asal Kabupaten Tangerang di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertrans) Cikokol, Selasa (23/12).
Dikatakan Rano, besarnya jumlah penduduk menjadi salah satu penyebab tersebut. Secara luas, penduduk yang sulit disejahterakan kebanyakan berasal dari pedesaan dan daerah terpencil.
Guna mengatasi hal tersebut, kata Rano, masyarakat iminta mau mengikuti program transmigrasi yang dilakukan Disnakertrans. Setiap orang yang mengikuti program transmigrasi akan dibekali dengan keahlian terutama di bidang pertanian sebelum diberangkatkan.
“Saat ini warga yang akan di transmigrasikan masih terbatas. Mereka akan mendapatkan lahan gratis untu digarap beserta bibit tanaman yang cocok untuk daerah asal. Selain mendapat bantuan dari Pemkab, mereka juga akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” beber Rano.
Kadisnakertrans Kabupaten Tangerang Hasdanil mengatakan, sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) akan ditransmigrasikan ke dua daerah, yaitu 25 KK ke Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu dan 25 KK ke Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah.
“Masyarakat yang ikut transmigrasi sebanyak 201 jiwa. 96 jiwa ke Bengkulu dan 105 jiwa ke Kalimantan Tengah,” ungkap Hasdanil.
Diterangkannya, peserta transmigrasi ke Bengkulu akan diberangkatkan melalui jalur darat. Sedangkan ke Kalimantan Tengah melalui jalur laut. Setiap KK peserta transmigrasi akan mendapatkan bantuan Rp 2 juta untuk akomodasi dan bibit tanaman.
“Sejak 2006, total sudah 150 KK yang mengikuti transmigrasi. Rata setiap kali transmigasi diikuti 200 jiwa. Setiap tahun, Pemkab akan mengunjungi peserta transmigasi di daerah barunya untuk diberikan pembinaan. Nantinya, hasil pembinaan tersebut akan dilaporkan ke Bupati dan DPRD,” kata Hasdanil.
Kebanyakan dari peserta transmigasi merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan sejumlah perusahaan di Kabupaten dan Kota Tangerang.
Suproyanto mengaku, sejak di PHK dari pabrik tekstil di kawasan Batu Ceper Kota Tangerang tahun 2005, dirinya tidak memiliki penghasilan tetap. Sehari-hari, dirinya hanya bekerja sebagai buruh kasar.
“Saya akan ke Bengkulu. Disana saya mendapatkan 2 hektar tanah. Nantinya lahan tersebut akan ditanami karet,” kata bapak 2 anak tersebut. (mg-dedi)

Pemusnahan BB

Barang Bukti Senilai Rp 15 Miliar Dimusnahkan

TANGERANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang memusnahkan barang bukti berupa narkotika, psikotropika, dan uang palsu hasil pengungkapan kasus sejak pertengahan 2007 hingga November 2008 dengan nilai mencapai Rp 15 miliar di Puspiptek Kota Tangerang Selatan, Senin (22/12). Pemusnahak dilakukan dengan cara dibakar.
Barang bukti yang dimusnahkan antara lain Herion sebanyak 10.247,8 gram, ganja sebanyak 445.637,6 gram, sabu-sabu sebanyak 4.531,4 gram, serbuk ekstasi sebanyak 1.698 gram, obat cina 1.850 sachet, Viagra 7.350 butir, Diazepam tablet 2.500 butir, dan uang palsu Rp 3,3 juta.
Kepala Kejari Tangerang Agus Sutoto mengatakan, Tangerang merupakan pintu masuk untuk kejahatan narkotika internasional dan lokal. 70 persen kasus yang terjadi di Tangerang merupakan kasus narkoba. Semua barang bukti yang dimusnahkan telahs elesai disidangkan dan memiliki kekuatan hukum tetap.
"Dibandingkan tahun lalu relatif sama peningkatannya. Begitupula tersangkanya juga relatif sama yaitu asal warga negara asing dan indonesia," papar Agus.
Kasus narkotika yang terjadi di Tangerang, lanjut Agus, melebihi kasus di Jakarta. Bahkan kasus yang terjadi hamper dua kali lipat dari kasus di Jakarta.
"Luas Tangerang yang dua kali lipat dari Jakarta. Ditambah Tangerang juga menjadi jalur distribusi peredaran narkoba karena memiliki Bandara Soekarno-Hatta (BSH) sebagai gerbang Indonesia,” kata Agus.
Agus berharap, kasus narkotikan dan psikotropika yang terjadi di Tangerang dapat menurun seiring dengan pemusnahan barang bukti yang dilakukan Kejari. (mg-dedi)


Peluru Nyasar

Pegolf Junior Tertembak Peluru Nyasar

TANGERANG – Albert Saputera (17), salah seorang pegolf junior yang sedang tampil dalam tournament golf Medco Cup di lapangan golf Gading Serpong Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang harus dilarikan ke Rumah Sakit Global Medika (RSGM).
Pasalnya, siswa SMA yang berasal dari Kota Duri Kecamatan Mandau Provinsi Riau tersebut terkena peluru nyasar yang diduga berasal dari lapangan latih tembak milik Batalyon Arhanudri Serpong Utara yang berjarak hanya ratusan meter. Sebab, ditempat tersebut sedang ada latihan menembak.
Diduga, peluru yang menembus punggung korban berasal dari senapan laras panjang jenis SS-1. Kaliber pelurunya 55,6 mm yang jarak jangkaunya mencapai 800 meter.
Ayah korban Yusak Saputra (40) mengaku, tertembak anak ketiga ini terjadi saat anaknya akan memukul bola. Tiba-tiba Albert langsung berteriak dan muncul bercak darah pada punggungnya.
“Anak saya hanya merasakan pukulan keras mengenai punggungnya,” ungkap Yusak kepada sejumlah wartawan saat di RSGM Kebon Nanas Kota Tangerang, Senin (22/12).
Mengetahui anaknya terluka, Yusak berserta panitia lomba langsung membawa Albert ke rumahs akit untuk mendapatkan pertolongan. Dari hasil foto rontgen terlihat adanya proyektil peluru di punggung kiri bagian bawah. Beruntung, proyektil tersebut tidak mengenai bagian vital korban.
“Tim dokter langsung menyiapkan operasi untuk mengeluarkan proyektil. Operasi dilakukan selama 30 menit. Sekarang anak saya sudah sehat. Tidak benar kalau anak saya sampai tidak sadarkan diri. Sejak dibawa ke rumah sakit pun dalam kondisi sadar. Jadi sehat dan siap bertanding lagi," ungkap karyawan PT. Chevron ini.
Mengenai asal proyektil yang sempat bersarang di tubuh anaknya itu, Yusak mengungkapkan, belum mengetahui secara pasti dari mana asalnya.
"Saya tidak tahu darimana peluru itu. Tapi tadi dari Dandim sudah datang dan Dandim belum mengetahui secara pasti peluru itu milik siapa," ucapnya.
Humas RS Global Medika, Budi Haryono membenarkan, jika ada pasien yang kena peluru nyasar. Kini kondisi korban sudah stabil dan diperbolehkan pulang.
"Sudah stabil, dan soal kepulangan tergantung dari keluarganya," kata Budi. (mg-dedi)

Curanmor


Gembong Curanmor di Teluknaga Dibekuk

TANGERANG – Petugas dari Polsek Teluknaga berhasil menangkap 6 orang gembong pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang biasa beraksi di Tangerang dan Jakarta. Selain itu, seorang penadah motor curian juga berhasil ditangkap.
Para tersangka tersebut adalah Rohadi alias ADi alias Setan, raden Addy Kurniawan alias edo, Yusnandia alias boncel alias Iwan, Hendrik alias Gepeng, Sepri alias Cepi, dan Jamaludin alias Otoy. Sedangkan penadahnya adalah Fahmi alias Boy warga Tirtayasa Kabupaten Serang.
Kapolsek Teluknaga AKP Amar mengatakan, sebanyak 20 sepeda motor berbagai merek hasil kejahatan tersangka berhasil diamankan. Mereka mulai ditangkap sejak Kamis-Sabtu (18-20/12).
“Pelaku merupakan spesialis perumahan. Mereka mengincar motor yang yang diparkir di dalam rumah. Modusnya dengan mencongkel menggunakan kunci letter T,” katanya, Senin (22/12).
Setelah berhasil mendapatkan motor, pelaku langsung menghubungi penadahnya di Serang. Biasanya motor hasil curian dipasarkan di Tanara, Pontang, Tirtayasa, dan Ciruas. Pelaku selalu beraksi antara pukul 19.00-03.00 WIB. Setiap beraksi, mereka biasanya berkelompok sebanyak 4-5 orang satu kelompoknya. (mg-dedi)

Pesawat Rusak


Dua Pesawat Alami Kerusakan

TANGERANG – Ditjen Perhubungan Udara (Hubud) Depertemen Perhubungan berhasil menemukan dua buah pesawat yang mengalami kerusakan saat melakukan rem chek di Bandara Soekarno-Hatta (BSH) Tangerang, Senin (22/12) sore. Namun, kedunya dianggap masih layak untuk terbang.
Kedua pesawat tersebut adalah pesawat 737-400 milik Garuda dan pesawat 737-400 milik Lion Air. Di pesawat garuda yang baru mendarat dari pekanbaru tersebut ditemukan beberapa kerusakan, diantaranya kerenggangan baling-baling di mesin 1 dan 2 dan hilangnya 6 buah baut di body pesawat.
Sementara di pesawat Lion Air yang baru tiba dari Palembang ditemukan ban belakang sebelah kiri nomor 1 bolong sedalam 1,5 centimeter. Diduga bolong tersebut akibat terkena paku saat akan take off.
Dirjen Hubud Budhi M Suyitno mengatakan, baling-baling di pesawat Garuda masih sesuai dengan batas toleransi. Sedangkan baut yang hilang sudah dipasang kembali. Pesawat tersebut boleh diizinkan untuk terbang kembali.
“Namun, pesawat Lion Air harus diganti bannya terlebih dahulu. Jika dibiarkan, maka pesawat tersebut dapat gagal take off maupun landing,” kata Budhi.
Dikatakannya, segala kerusakan yang terjadi di pesawat akan ketahuan dari log book yang ada disetiap pesawat. Seluruh kerusakan akan dicatat dan diperiksa petugas yang berada di bandara tempat pesawat mendarat.
“Pelaksanaan rem chek yang dilakukan sejak Februari-November menunjukan kecenderungan rasio temuan dengan jumlah pesawat yang diperiksa menurun dari 3,6 pada Februari menjadi 1,37 pada November,” katanya.
Namun, lanjutnya masih ditemukan beberapa maskapai apabila frekuensi rem chek dikurangi maka jumlah temuan cenderung meningkat. Hal ini karena pengwasan yang dilakukan maskapai bersangkutan masih rendah.
“Kesiapan makapai dalam menyediakan suku cadang masih dibawah minimal karena harus menunggu ketersediaan suku cadang,” ungkap Budhi. (mg-dedi)

Be Cukai BSH



Bea Cukai BSH naik Tingkat

TANGERANG – Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (BSH) Tangerang naik tingkat dari Tipe A1 menjadi tipe Madya Pabean. Kenaikan tingkat bea cukai BSH diresmikan oleh Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi di kantor Bea Cukai BSH, Senin (22/12).
Terbentuknya bea cukai BSH pertama berdasarkan Kepmenkeu nomor 32/KMK.01/1998 tanggal 4 Februari 1998. Saat itu, bea cukai terbagi menjadi dua dengan nama KPBC Tipe A SH I dan KPBC Tipe A SH II. Kemudian berdasarkan Kepmenkeu nomor 444/KMK.01/2001 bea cukai pada 23 Juli 2001 dengan nama KPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta.
Selanjutnya, berdasarkan Permenkeu nomor 68/PMK.01/2007 pada 27 Juni 2007 bea cukai kembali berubah menjadi Kantor pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe AI Soekarno-Hatta. Terakhir, berdasarkan Permenkeu nomor 87/PMK.01/2008 tanggal 11 Juni 2008, akhirnya bea cukai berubah menjadi kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta.
Menurut Anwar, dalam bea cukai terdapat 3 masalah utama, yaitu citra, ketidakpastian hukum, dan ketidakpastian nilai pabean. Tiga hal tersebut menyebabkan, ketidakpatuhan internal dan eksternal. Banyak pegawai bea cukai yang menerima suap maupun klien yang memberikan suap.
“Sasaran dari kenaikan tingkat adalah ketidakpatuhan internal dan eksternal. Terjadi penyimpangan pelayanan dan pengawasan. Proses bisnis harus dirubah. Harus dicari keseimbangan dengan pendekatan adil,” ungkap Anwar dalam sambutannya.
Diakui Anwar, saat ini, dilihat dari sisi indeks pelayanan dib ea cukai mengalami peningkatan dari 2,3 menjadi 2,6. Bahkan hasil kajian dari tranparansi internasional, ada 3 lembaga yang memberikan kontribusi, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), reformasi pajak, dan refomasi bea cukai.
Selama kurun waktu 2008 ini, ada 7 kantor bea cukai yang naik tingkat. Yaitu di Malang, Kediri, Tanjung Perak Surabaya, Kudus, BS, Belawan, dan Tanjung Perak Semarang. Khsus untuk di Semarang, saat ini bea cukainya sedang dipegang oleh Uni Eropa. Namun tidak berjalan, sebab semua proses harus melalui prosedur uni eropa.
“Reformasi tanpa efisiensi tidak mungkin. Disana (tanjung perak-red) tidak dapat cepat kalau harus meminta izin terus. Untuk itu, Tanjung Perak akan diambil alih kembali,” ungkap Anwar.
Dikatakannya, sejak Januari hingga November bea cukai telah menyumbang bea masuk sebesar Rp 22,4 triliun atau 1554,4 persen dari target. Pendapatan cukai sebesar Rp 41,4 triliun atau 107, 48 persen dari target. Sedangkan pajak sudah Rp 13,5 triliun atau 121, 83 persen dari target.
Kakanwil Bea Cukai Banten Bachtiar mengatakan, perubahan tingkat dari Tipe AI menjadi Tipe Madya pabean merupakan dalam rangka reformasi birokrasi.
“Hingga akhir November total pendapat yang sudah didapatkan dari bea cukai BSH sebesar Rp 1,220 triliun atau 153 persen dari target sebesar Rp 793.710.510.000,” ungkapnya.
Selain itu, bea cukai juga berhasil menggagalkan 12 kali penyelundupan narkotika dan psikotropika jalur internasional. Sedangkan untuk jalur domestik sudah 25 kali. (mg-dedi)

Minggu, 21 Desember 2008

Siaga Banjir


Olahraga Jangan Dijadikan Ambisi Sesaat

TANGERANG – Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang M Komarudin berharap, olahraga tidak hanya dijadikan sebagai ajang untuk pelampiasan ambisi sesaat saja. Namun, olahraga harus terus digencarkan agar menghasilkan bibit-bibit atlet yang potensial.
“Olahraga tidak hanya bersifat formalitas belaka. Namun harus terus dibina agar potensi sumber daya manusia dalam hal ini kalangan generasi muda, menjadi tangguh, sehat mental dan spiritual,” ungkapnya saat membuka Kejuaraan Karate Bupati CUP III di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Sabtu (20/12).
Menurut Komarudin, Generasi yang tangguh, sehat mental dan spiritual seperti inilah yang akan mampu bertahan menghadapi tantangan pembangunan yang semakin berat dan kompleks.
Diakuinya, olahraga merupakan aktivitas yang banyak memberi manfaat bagi kehidupan manusia baik secara individual maupun secara sosial.
Dengan berolahraga kita bisa memelihara kesehatan jasmani, kebugaran fisik, stabilitas mental atau kejiwaan. Dalam konteks kehidupan sosial, olah raga merupakan wahana pembinaan solidaritas dan sportifitas.
“Penyelengaraan kejuaraan suatu cabang olah raga pada hakekatnya bertujuan sebagai ajang pelatihan dan peningkatan prestasi,” katanya.
Amir ketua panitia karate Bupati Cup III mengatakan, tujuan diadakannya kejuaraan ini untuk mencari bibit atlet yang akan dipersiapkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
“Jumlah kontingen yang ikut pada kejuaraan karate adalah 46 kontingen dan 230 atlet meliputi pelajar 34 kontingen dan senior jumlah 12 kontingen,” katanya. (mg-dedi)

Olahraga

Olahraga Jangan Dijadikan Ambisi Sesaat

TANGERANG – Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang M Komarudin berharap, olahraga tidak hanya dijadikan sebagai ajang untuk pelampiasan ambisi sesaat saja. Namun, olahraga harus terus digencarkan agar menghasilkan bibit-bibit atlet yang potensial.
“Olahraga tidak hanya bersifat formalitas belaka. Namun harus terus dibina agar potensi sumber daya manusia dalam hal ini kalangan generasi muda, menjadi tangguh, sehat mental dan spiritual,” ungkapnya saat membuka Kejuaraan Karate Bupati CUP III di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Sabtu (20/12).
Menurut Komarudin, Generasi yang tangguh, sehat mental dan spiritual seperti inilah yang akan mampu bertahan menghadapi tantangan pembangunan yang semakin berat dan kompleks.
Diakuinya, olahraga merupakan aktivitas yang banyak memberi manfaat bagi kehidupan manusia baik secara individual maupun secara sosial.
Dengan berolahraga kita bisa memelihara kesehatan jasmani, kebugaran fisik, stabilitas mental atau kejiwaan. Dalam konteks kehidupan sosial, olah raga merupakan wahana pembinaan solidaritas dan sportifitas.
“Penyelengaraan kejuaraan suatu cabang olah raga pada hakekatnya bertujuan sebagai ajang pelatihan dan peningkatan prestasi,” katanya.
Amir ketua panitia karate Bupati Cup III mengatakan, tujuan diadakannya kejuaraan ini untuk mencari bibit atlet yang akan dipersiapkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
“Jumlah kontingen yang ikut pada kejuaraan karate adalah 46 kontingen dan 230 atlet meliputi pelajar 34 kontingen dan senior jumlah 12 kontingen,” katanya. (mg-dedi)

Artis


Eva Arnaz: Dunia Artis Bawa Malapetaka

TANGERANG – Bagi banyak orang sekarang ini, dunia keartisan seolah-olah menjadi sesuatu jalan untuk meraih ketenaran dan banyak uang. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi mantan artis yang ternar pada era 90-an Eva Arnaz. Bahkan, atris yang kini mengenakan kerudung tersebut menilai dunia atris membawa banyak malapetaka.
“Dunia artis tidak membawa bahagia. Hanya membawa malapetaka. Dunia artis membawa kita jauh dari agama dan keluarga. Buktinya banyak artis yang bercerai,” kata Eva saat menjadi bintang tamu dalam talk show 80 tahun kebangkitan perempuan inspirasi bagi Indonesia sejahtera di Kantor DPD PKS Kabupaten Tangerang, Minggu (21/12).
Dikatakan artis yang kerap bermain bersama Warkop DKI tersebut, dunia artis tidak mungkin membawa kebahagiaan, karena sumuanya hanya palsu. Semunya hanya semu belaka.
“Dalam dunia artis, kita dibuat memerankan sesuatu yang mustahil. Hidup ini tidak bisa berpura-pura. Saya sudah mengalaminya. Jauh dari keluarga. Hidup berantakan. Tidak karuan,” paparnya.
Diungkapkan Eva, jika seseorang sudah terjun dalam dunia keartisan, mereka akan selalu sibuk. Semua alur kehidupannya akan terbalik. Lama-lama artis tersebut akanterbawa arus ke arah yang tidak benar.
Atris yang meninggalkan dunia perfilman sekitar tahun 1995 tersebut berharap, orang tua sekarang jangan menyuruh anaknya untuk terjun ke dunia artis. Walaupun sehat jamani, tapi rohani anak mereka akan sakit.
“Tinggalkan dunia artis. Jangan bercita-cita menjadi artis,” ungkap wanita yang dahulu bercita-cita menjadi polwan dan perawat tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Eva juga menentang seorang perempuan menjadi presiden. Seorang perempuan tidak boleh menjadi pemimpin selama masih ada lelaki.
“Kalau mau jadilah presiden di rumah sendiri. Ibu itu seperti madrsah pendidikan. Tempat anak mendapatkan ilmu. Lelaki saja masih tidak bisa mengurus negara ini, apalagi perempuan,” katanya.
Dalam talk show tersebut, bidang kewanitaan DPD PKS Kabupaten Tangerang memberikan kepada 8 perempuan yang menjadi insparing women tingkat kabupaten.
Delapan orang tersebut adalah bidang pendidikan Masyitoh (rektor UMJ), bidang Iptek Rika (ahli roket), Bidang Sosial Sri Rahayu (pekerja social), Bidang Lingkungan Emma Nasution (Ketua Peduli Lingkungan Az-zahra), Bidang Pemberdayaan Ekonomi Ratu Nelti (pelopor batik banten), Bidang Kesehatan Ella (bidan terbaik Kabupaten Tangerang 2008), dan bidang politik Yoyoh Yusroh (anggota DPR RI). (mg-dedi)

Krisis Global

29 Perusahaan Ajukan PHK ke Disnakertrans

TANGERANG – Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang akan dilakukan puluhan perusahaan di Kabupaten Tangerang nampaknya akan segera terjadi. Buktinya, sebanyak 29 perusahaan sudah mengajukan PHK ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang Herry Rumawatine mengatakan, dari 29 perusahaan yang mengajukan PHK ke Disnakertrans, diperkirakan sebanyak 32 ribu buruh akan kehilangan pekerjaannya.
“Bahkan 12 perusahaan diantaranya telah mengajukan pemecatan terhadap 12 ribu buruhnya,” ungkap Herry, kemarin.
Dikatakan Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang tersebut, perusahaan-perusahaan yang mengajukan PHK ke disnakertrans umumnya bergerak di bidang manufaktur seperti pembuatan sepatu, otomotif, dan garmen. Kebanyakan perusahaan mengalami kesulitan keuangan akibat tidak adanya pembeli produk yang sudah dibuat.
“Minimnya permintaan buyer, tingginya bahan baku impor serta minimnya kuota eksport. Pihak perusahaan tidak mampu lagi menekan laju PHK yang rencananya dilakukan secara besar-besaran pada Januari 2009 mendatang,” kata Herry.
Menurut politisi dari Partai Demokrat tersebut, Apindo saat ini sedang menyiapkan beberapa langkah menanggapi revisi UMK yang dinilainya merupakan kecerobohan. Langkah-langkah tersebut di antaranya dengan membawa persoalan revisi UMK SK Gubernur ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), mengajukan acara penangguhan pelaksanaan UMK sesuai Kepmenaker No. 231 tahun 2003 dan melakukan efisiensi pekerja.
Dihubungi terpisah, Kadisnakertrans Kabupaten Tangerang Hasdanil mengaku, pihaknya masih belum menerima surat dari Apindo maupun perusahaan yang akan mengajukan PHK massal. Kemungkinan, hal tersebut baru sebatas rencana di internal perusahaan.
“Berdasarkan data, baru dua perusahaan sudah melakukan PHK masal. Jumlah karyawan yang di PHK sekitar 2.700 orang dari dua perusahaan garmen, yakni PT Panca Brothers 1.240 karyawan dan PT Inspiran 1.500 karyawan,” katanya.
Hasdanil berharap, rencana PHK massal tidak dilakukan karena masih ada solusi jika pengusaha keberatan dengan nilai revisi UMK Kabupaten Tangerang.
Solusi yang dimaksud adalah pengajuan penangguhan UMK ke Gubernur Banten Rt Atut Chosiyah yang berisi ketidaksangguan perusahaan untuk membayar gaji buruh sesuai nilai UMK. Surat tersebut harus dilampiri keterangan dari akuntan publik dan adanya keterangan dari para pekerjanya bahwa mereka setuju menerima upah atas kesepakatan dengan pihak perusahaan.
“Memang dampak krisis global ini besar, tetapi jangan langsung semua melakukan PHK pekerjanya. Toh, UMK saat ini jauh dari KHL,” ujarnya. (mg-dedi)

Jumat, 19 Desember 2008

Haji

322 Jemaah Haji Mengamuk di BSH

TANGERANG – Sebanyak 322 orang jemaah haji kelompok terbang (kloter) 6 embarkasi Ujung Pandang mengamuk di Terminal Haji Bandara Soekarno-Hatta (BSH) Tangerang, Kamis (18/12) malam. Mengamuknya ratusan jemaah haji yang baru pulang dari tanah suci tersebut disebabkan terlantarnya mereka selama belasan jam di bandara dan tidak kunjung diberangkatkan ke darah asal.
Para jemaah haji Meraka terlihat kebingungan dan pasrah melihat belum juga ada keputusan kapan mereka akan diberangkatkan ke Bandara Hasanudin Makasar. Ironisnya, panitia penyelengara ibadah haji tidak ada satu pun yang terlihat.
Salah satu korban, Fahmi bin Fatir mengaku, para jemaah haji asal Makasar tersebut sudah tidak mndapatkan perhatian dari penyelenggara ibadah haji sejak berada di penginapan di Arab Saudi. Bahkan, ketika diantar menuju Bandara Jeddah, jemaah haji juga tidak ada yang mengurus.
“Kami semua tidak diperhatikan. Pemulangan jemaah haji sejak pemondokan juga tidak jelas,” katanya.
Dikatakannya, jemaah haji sudah terlantar berjam-jam selama di Bandara Jeddah untuk menuju tanah air. “Saat tiba di tanah air, jemaah haji bukan tiba di Bandara Hasanudin, melainkan tiba terminal haji Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten. Kami telantar hingga belasan jam dan berharap segera diberangkatkan ke kampung halaman,” katanya. (mg-dedi)

Prekursor (narkotika)


Polres Tangerang Geledah Tempat Penyimpanan 3,6 Ton Prekursor

TANGERANG – Puluhan petugas dari Polres Metro Tangerang kembali mendatangi tempat penyimpanan 3,6 ton prekursor (bahan pembuat ekastasi dan sabu-sabu-red) di tempat penyimpanan besi tua di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (18/12) malam.
Dalam operasi yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang AKP Merry tersebut, petugas hanya meminta keterangan isteri pemilik tempat penyimpanan besi tua. Tidak ada tersangka yang kembali ditahan dalam pemeriksaan kali ini. Petugas hanya mengunci pintu masuk k lokasi agar tidak ada yang masuk ke lokasi.
“Kedatangan polisi kesini hanya untuk menidaklanjuti temuan BNP Banten pada sore harinya. Di tempat ini, ditemukan 21 drum berisi cairan yang diduga sebagai precursor. Semua barang bukti sudah dibawa ke BNP Banten,” ungkap Merry kepada Banten Raya Post.
Dikatakan Merry, hingga kini pihaknya belum mengetahui apakah, 21 rum tersebut benar-benar berisikan bahan dasar pembuat ekstasi dan sabu-sabu tersebut. Saat disimpan, 21 drum tersebut hanya ditutupi dengan terpal berwarna biru.
“Barang bukti akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah bahan tersebut memang prekursor,” katanya.
Dikatakan Merry, terungkapnya tempat penyimpanan prekursor berdasarkan laporan dari masyarakat yang langsung ditindaklanjuti oleh BNP Banten.
“Barang-barang tersebut diimport dari Cina. Tapi tidak memiliki surat izin yang lengkap,” terang Merry. (mg-dedi)

Traffiking


2 TKI Ilegal Korban Traffiking Dipulangkan

TANGERANG – Dua orang tenaga kerja indonesia (TKI) ilegal di Malaysia yang diduga menjagi korban traffiking (penjualan manusia-red) di pulangkan Kedutaan Besar RI (KBRI) Malaysia, Jumat (19/12) dini hari.
Dua gadis yang masih dibawah umur tersebut dipulangkan dengan menggunakan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 7677 tujuan Malaysia-Jakarta dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (BSH) Tangerang pukul 23.45 WIB.
Kedua orang tersebut adalah Lupi Murniah (15) warga Kecamatan Blarakan Kabupaten Subang Jawa Barat dan Dari Damayanti (15) warga Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung Jawa Barat.
Modus yang dilakukan untuk membawa dua perempuan yang hanya lulusan sekolah dasar adalah dengan cara mengiming-imingin gaji besar di Malaysia. Selain itu, usia kedua korban di dalam paspor dipalsukan penyalurnya untuk menghidari kecurigaan petugas imigrasi.
Seharusnya Lupi lahir 1 Januari 1993 tetapi dalam paspor ditulis 1 Januari 1987. Sedangkan Dari lahir pada 2 Juli 1993 tapi ditulis 2 Juli 1987.
Ketika akan diberangkatkan, kedua korban dijanjikan akan dipekerjakan sebagai pelayan restoran. Tapi, pada kenyataannya, mereka dijadikan sebagai guest relation officer atau wanita penghibur di tempat karoke atau pub yang bernama Tip Top di Kinabalu Malaysia.
Terungkapnya kasus traffiking yang terjadi pada gadis yang mulai bekerja di Malaysia sejak 2 November berawal dari razia pendatang ilegal yang dilakukan Polisi Diraja Malaysia. Keduanya terjaring razia pada 1 Desember. Kemudian, Polisi Diraja Malaysia melaporkan penangkapan dua WNI tersebut kepada Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Kinabalu Malaysia.
Mengetahui ada laporan TKI yang terjaring razia, Staf Konsuler KJRI Imanudin Siregar langsung melakukan koordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Departemen Luar Negeri (Deplu). Imanudin bersama dua staf dari Deplu Eki Slamet dan Dodo Hamdani kemudian berkoordinasi lagi dengan Bareskrim Mabes Polri.
Imanudin mengatakan, sebelumnya sudah ada 4 TKI yang menjadi korban traffiking di tempat yang sama. Sehingga hingga kini sudah ada 6 korban. Jalur yang digunakan untuk membawa korban ke Malaysia menggunakan jalur laut dan darat. Jalur pertama adalah Jakarta-Pontianak-Entikong. Selanjutnya korban dibawa melalui jalur Tebedu-Kuhcing-Miri-Labuan-Kinabalu.
“Kedua korban langsung dibawa ke RS Kramatjati untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, petugas masih mencari pelaku yang mmbawa keduanya ke Malaysia,” ungkapnya kepada Banten Raya Post ketika baru mendarat di Terminal II D BSH.
Menurut Imanudin, pihaknya belum mengetahui apakah, pelaku traffiking merupakan komplotan yang sudah terorganisir. Namun, dari banyaknya TKI yang pernah korban, kemungkinan kasi pelaku sudah terorganisir.
Sementara itu, Dari mengaku, sangat senang bisa kembali k tanah air. Dirinya tidak menyangka akan bekerja sebagai wanita penghibur di pub. Sebab, ketika akan diberangkatkan, dia dijanjikan bekerja di restotan dengan gaji Rp 2 juta per bulan.
“Awalnya kaget. Tapi karena tidak dapat berbuat apa-apan, saya hanya pasrah saja menjalani pekerjaan tersebut,” ucapnya dengan nada sedih. (mg-dedi)

Tersambar Petir

4 Warga Cireundeu Tersambar Petir
* 1 tewas, 3 Selamat

TANGERANG – Empat orang warga Rt 04/02 Kelurahan Cireundeu Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan tersambar petir, Jumat (19/12) sore. Bahkan satu korban, yaitu Didi (80) warga Kampung Poncol Rt 04/02, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur tewas saat dakan dibawa ke rumah sakit.
Sementara 3 korban lainnya, Uce (40), Tono (40), dan Bagong (35) berhasil selamat, meskipun mereka sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) UIN Syarif Hidayattullah Ciputat.
Ketua Rt 04/02 Nasan mengatakan, peristiwa yang mnewaskan satu orang warganya terjadi sekitar pukul 16.15 WIB. Saat ini, kondisi cuaca memang sedang mendung namun belum hujan. Awalnya, tidak ada suara petir sedikitpun.
Namun, tiba-tiba terdengar suara dentuman petir yang sangat kecang dari arah pangkalan ojek. Nahasnya, saat itu, ada 4 warga yang sedang berteduh dibawah pohon di pangkalan ojek. Tiga orang korban, yaitu Didi, Uce, dan Tono langsung terpental sejauh 2 meter. Sedangkan Bagong hanya terjatuh saja.
“Awalnya saya tidak menyangka petir sangat kencang. Ketiga korban langsung terjatuh begitu ada suara petir,” ungkap Nasan.
Mengetahui ada warga yang tersambar petir, Nasan dibantu warga sekitar berusaha untuk menolong korban dan membawanya ke rumah sakit. Namun, nahas bagi Didi, dirinya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Di bagian perutnya terdapat bercak hitam seperti luka bakar," katanya.
Sementara itu, Uce mengaku, tiba-tiba tubuhnya seperti dihantam aliran listrik yang sangat besar. Sengatan tersebut seperti angin sehingga tubuhnya langsung terpental.
"Sayar sadar terpelanting seperti salto. Tapi saya langsung tidak sadar,"ucapnya.
Tidak hanya itu saja, akibat sambaran petir tersebut, Uce mengaku telinganya masih berdengung kencang. Dan tangannya masih terasa ngilu. Sama halnya dengan Toni yang masih merasakan sakit dan ngilu pada bagian punggung belakangnya.
"Syukurlah saya masih dikasih umur. Saat sadar saya langsung minta pulang untuk diurut saja karean gak sanggup untuk biaya rumah sakitnya," ucapnya sambil terbata-bata. (mg-dedi)

Kamis, 18 Desember 2008

Eksekusi Rumah

Eksekusi Rumah Berlangsung Histeris

TANGERANG – Eksekusi sebuah rumah milik Teddy Lukito di Perumahan Melati Mas Pondok Anyelir Dalam Blok 22/46 Kelurahan Lengkong Karya Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan berlangsung histeris, Kamis (18/12).
Pemilik rumah yang tidak terima dengan eksekusi berteriak memaki petugas dari Pengadilan Negeri (PN) Tangerang yang akan mengosongkan rumah. Tiga anak pemilik rumah menjerit histeris ketika petugas mengelurkan barang-barang dari dalam rumah.
Bahkan, isteri Teddy Lukito, Heni (40) sempat jatuh pingsan. Ditambah lagi, Heni sempat mengunci pintu rumah untuk mencegah petugas masuk ke dalam. Petugas terpaksa harus mencongkel pintu menggunakan sebuah linggis agar dapat masuk ke dalam rumah.
Pemilik lama akhirnya hanya dapat pasrah begitu melihat petugas dapat masuk ke dalam untuk mengeluarkan barang satu per satu.
Pemimpin eksekusi Suherman mengatakan, rumah yang dieksekusi tersebut sesuai dengan surat keputusan PN Tangerang No 72/PEN.ES/2008/PN.TNG tertanggal 29 Oktober 2008.
Pemilik rumah sebelumnya Teddy Lukito pernah menjaminkan surat rumah beserta bangunannya kepada sebuah bank, yaitu BCA. Tapi, kerena tidak dapat melunasi pinjaman tersebut, pihak bank terpaksa melelang tanah seluas 304 hektar tersebut.
“Setelah dilakukan pelelangan, tanah tersebut dibeli oleh Rusdi. Harganya rumah beserta bangunan sebesar Rp 281 juta,” ungkap Suherman.
Sementara itu, Rusdi mengaku membeli rumah tersebut dengan harga Rp 325 juta berikut sertifikatnya. Tapi, pemilik rumah yang lama berjanji akan membeli kembali rumah tersebut secara mencicil. Namun, hingga Juli 2008, ternyata pemilik lama tidak dapat melunasi pembayaran rumah.
“Pemilik lama minta rumahnya dibeli lagi. Saya pun menyetujuinya. Tapi, setelah ditunggu lama pemilik lama tidak kunjung membayar rumah tersebut. Saya pun melapokann hal ini ke pengadilan,” jelas Rusdi. (mg-dedi)

Pupuk

Tangerang Dapat Tambahan Pupuk Urea 600 ton

TANGERANG – Kelangkaan pupuk urea yang menghantui Kabupaten dan Kota Tangerang nampaknya tidak akan terjadi. Pasalnya, PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) selaku distributor utama pupuk urea memberikan tambahan pasokan pupuk sebanyak 600 ton.
Pupuk-pupuk tersebut dibagikan secara merata sebanyak 60 ton per minggu kepada masing-masing distributor pupuk yang ada, yaitu CV Rizal Jaya, PT Pertani, CV Naga Jaya, CV Pandan Wangi I dan II.
Koordinator distributor pupuk di Tangerang Buher mengatakan, tambahan pupuk mulai diberikan pada minggu ketiga bulan Desember. Setiap minggunya, pupuk yang disalurkan sebanyak 300 ton.
“Seharusnya, pasokan pupuk urea untuk Tangerang sudah habis pada minggu ini. Pengiriman terakhir sudah dilakukan PT Pusri,” ungkap Buher kepada Banten Raya Post, Kamis (18/12).
Dikatakan pemilik CV Rizal Jaya tersebut, tambahan pasokan pupukurea didapatkan dari sisa pupuk urea untuk Tangerang yang masih disimpan di PT Pusri sebanyak 3 ribu ton lebih.
“Dengan adanya tambahan pasokan, kemungkinan kelangkaan pupuk untuk Kabupaten dan Kota Tangerang tidak akan terjadi. Sebab, bulan Desember merupakan titik puncak penggunaan pupuk oleh petani,” terangnya.
Diungkapkan Buher, mulai Januari hingga minggu kedua bulan Desember, realisasi pemakaian pupuk urea di Kabupaten dan Kota Tangerang sebanyak 11.440 ton. (mg-dedi)

Robot


Lomba Robitic di Sekolah Stella Maris
* Cari Bibit Unggul Untuk Olimpiade Robot

Bagi kebanyakan orang yang masih awam dengan teknologi, menciptakan sebuah robot mungkin hanya dapat dilakukan oleh seorang profesor yang sudah berkepal botak. Mungkin, pendapat tersebut dapat berubah ketika mereka mendatangi Sekolah Stella Maris di BSD Serpong Kota Tangerang Selatan, Kamis (18/12).

Dedi Mirwan – Tangerang

Ya, di sekolah yang berada di tengah perumahan tersebut sedang diadakan kompetisi robotic antar pelajar se-Jabodetabek. Sebanyak 47 pelajar yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Senior usia 13-17 tahun dan junior usia 7-12 tahun berebut menjadi yang dalam merakit robot yang dipasok oleh Lego sebuah perusahaan asal Denmark. Satu tim terdiri dari 2-3 orang.
Setiap tim diberikan waktu selama 2 jam untuk merakit robot dan memasukan programnya menggunakan komputer sebelum di ujicobakan dalam sebuah track dengan panjang 240 centimeter dan lebar 120 centimeter.
“Ada perbedaan jenis robot untuk kelompok senior dan junior. Kelompok senior akan menggunakan robot NXT sedangkan junior menggunakan robot RCX,” kata Centre Coordinator Agung Saputra kepada Banten Raya Post.
Setiap tim diberikan kebebasan untuk merakit menjadi apapun. Robot-robot yang dibentuk akan melewati beberapa rintangan diantaranya mission point dan zone point. Tak ketinggalan poin waktu. Khusus untuk kelompok senior, robot akan mendapatkan tantangan tambahan, yaitu membawa dua buah bola ke tempat yang sudah ditentukan.
“Standarnya untuk kelompok junior, sebuah robot dapat melewati semua rintangan selama 90 detik. Sedangkan senior 120 detik,” paparnya.
Dikatakan Agung, setiap rintangan yang berhasil dilewati, robot akan mendapatkan nilai. Missing point diberikan nilai 20 poin, zone point dapat nilai 10 poin. Sedangkan point waktu dihitung menggunakan rumus 5 X (120 detik-mission point). Sementara itu, tantangan membawa bola mendapatkan nilai 25 poin.
“Pemenang dihitung berdasarkan nilai terbanyak yang berhasil dikumpulkan. Jika robot tidak dapat menyelesaikan pertandingan, maka yang didapat hanya mission point dan zone point,” kata Agung.
Tidak semua robot dapat menyelesaikan misinya. Ada juga robot yang gagal karena tidak dapat melewati rintangan dan kehabisan tenaga.
Partenership Sekolah Stella Maris Herry Joe mengatakan, tujuan dari lomba robot yang adakan adalah untuk mencari bibit-bibit unggul perakit robot. Pemenang lomba ini akan dikirim untuk mengikuti indonesia robotic olimpiade (IRO).
“Jangka panjangnya, untuk menciptakan murid-murid yang mampu berdiri sendiri. Sensor motorik dan sensorik yang ada di otak anak harus ditingkatkan dan dikembangkan,” pungkas Herry. (***)

Rabu, 17 Desember 2008

Penganiayaan TNI

Anggota TNI Aniaya 6 Pemuda Mauk
* Dituduh Curi Hp
* Pelaku 8 anggota TNI

TANGERANG - Enam pemuda Kampung Buaran Asem, Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang menjadi korban penganiayaan 8 anggota TNI dari Rindam Jaya, di kawasan Pantai Karang Serang Desa Karang Serang Kecamatan Mauk, Selasa (16/12) malam.
Enam pemuda tersebut adalah Jaenal (15), Nurdin (19), Andi (20), Suhendi (15), Ma'ruf (15), dan Muhsin (28). Mereka mengalami luka di bagian dadam, tangan, dan kaki. Tiga di antaranya sempat menjalani perawatan di UGD RSU Tangerang dan Puskesmas Mauk. Kini, semua korban sudah kembali ke rumah masing-masing.
Sedangkan pelaku penganiayaan adalah tentara personel Latihan Tempur TNI AD dari Rindam Jaya, Condet, Jakarta Timur. Mereka adalah Serka Malik, Serka Gatot, Serka Sugiman, Sertu Kristanto, Sertu Rahmat, Serda Sutrisno, Kopral Kepala (Kopka) Sabaryanto, dan Prajurit Satu (Pratu) Wahyu. Anggota TNI tersebut adalah sebagian dari pasukan yang mengikuti latihan tempur di kawasan pantai Karang Serang dan Tanjung Kait, Mauk, Tangerang. Latihan tempur rutin itu dilaksanakan dengan sejumlah calon bintara TNI AD Rindam Jaya selama lima hari sejak Kamis (11/12) lalu.
Informasi yang berhasil dihimpun, awalnya delapan personel tentara itu curiga terhadap enam warga telah mencuri telpon selular milik tentara. Dua telpon selular milik Mayor TNI AD Anggit yang bertindak sebagai instruktur. Dua telpon selular milik Serda Sutrisno, satu telpon selular lagi milik Sertu Rahmat.
Tak jauh dari lokasi, ada juga warga yang nongkrong di warung dan gardu siskamling beberapa meter dari rumah Naim. Sebagian yang nongkrong masih ABG. Anggota TNI kemudian curiga dan menuduh mereka yang telah mencuri hp.
Atas kecurigaan itu, sejumlah anggota melakukan kontak ke salah satu telpon selular dan diangkat. Ada negoisasi untuk memgembalikan, dengan mengadakan pertemuan di suatu tempat dekat pantai Selasa malam, sekitar pukul 20.00.
Dalam pertemuan itu, warga tidak ada yang mengaku. Rupanya, jawaban dari warga membuat tentara kesal. Terjadi pemukulan dengan posisi tidak seimbang. Akhirnya, warga yang dipukuli itu pulang ke rumah masing- masing. Selain dipukuli, sepeda motor yang dikendarai warga itu diceburkan ke parit sawah.
Kapolsek Mauk AKP Dody membenarkan peristiwa tersebut. Namun menurutnya, saat ini kasus tersebut ditangani polisi militer. “Kejadiannya memang di wilayah hukum kami. Namun karena tersangkanya adalah anggota TNI, penangannya dilakukan Denpom,” ungkapnya.
Namun, versi menurut korban, berbeda dengan versi dari TNI. Suhendi, salah seorang korban mengungkapkan, usai ada peristiwa kehilangan telpon selular milik tentara, dia dan lima temannya berjalan-jalan menikmati pantai Karang Serang.
Saat jam 22.00 hendak pulang ke rumah, mereka dihadang oleh personel TNI AD Rindam Jaya, yang baru saja usai berlatih di sekitar pantai. "Mereka nggak bilang apa-apa, langsung maen tonjok aja," kata Suhendi.
Menurut Suhendi, saat dicegat mereka diminta untuk mengaku telah melakukan pencurian. Namun, permintaan itu dibantah keras. Usai bantahan itu, delapan tentara yang menghadang mulai menyerang.
"Kami ditendang dan dipukul beberapakali. Ada yang kena tangan, karena kami coba menangkis, kaki, dan yang paling sakit pukulan di dada. Pukulan di dada itu membuat sesak nafas dan kami jatuh ke tanah. Sudah begitu sepeda motor kami dijatuhkan ke parit sawah," katanya.
Sampai kemarin, delapan personel TNI AD Rindam Jaya itu masih ditahan di markas Denpom Jatake Tangerang. Pihak Denpom belum memberikan keterangan terkait peristiwa pengeroyokan itu. Seluruh personel TNI AD yang berlatih tempur di Karang Serang sudah kembali ke Rindam Jaya, Condet, Jakarta Timur. (mg-dedi)

Sunset Policy

Peserta Sunset Policy Tidak Capai Target

TANGERANG – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Provinsi Banten J Syam mengaku, target peserta sunset policy untuk tahun 2008 tidak akan mencapai target yang sudah ditentukan. Pasalnya hingga pertengah bulan Desember, yang baru terdaftar hanya 37 ribu orang. Sedangkan target peserta mencapai 275 ribu peserta.
“Tahun ini peserta sunset policy tidak akan mencapai target. Peserta masih minim. Yang sudah terdaftar baru sekitar 20 persen saja. Masih ada kekurangan sekitar 235 ribu peserta lagi. Sedangkan waktu pendaftaran hanya 13 hari lagi,,” ungkap Syam saat seminar dengan pengusaha di padang golf Pondok Cabe Pamulang Kota Tangerang Selatan, Rabu (17/12).
Dikatakannya, orang-orang yang harus mengikuti sunset policy adalah orang pribadi atau badan hukum yang sudah mempunyai Nomor Pajak Wajib Pajak (NPWP). Dibandingkan antara pribadi dan pengusaha, kebanyakan yang tidak mengikuti sunset policy adalah orang pribadi. Hal tersebut terlihat dari data wajib pajak yang belum menyerahkan surat pemberitahuan (SPT).
“Kalau badah hukum sudah lancar. Tinggal orang pribadi yang belum. Tingkat kepatuhan orang Banten terhadap pajak masih rendah,” pungkas Syam.
Meskipun begitu, Syam tetap optimis, pencapaian target pajak dalam APBN tidak akan turun. Bahkan, kemungkinan dapat bertambah. “Target tetap 100 persen. Bahkan bisa 101-102 persen,” katanya.
Syam memperkirakan, hingga akhir tahun, peserta sunset policy akan mencapai 230 ribu orang. Jika tidak, mereka tencam akan terkena sanksi berupa denda sebesar 48 persen dari jumlah pajak yang harus dibayarkan. (mg-dedi)

Teror Bom

Penjagaan Kantor DPC PKS Ciputat Diperketat

TANGERANG – Pasca teror bom pada Selasa (16/12), penjagaan di kantor DPC PKS Kecamatan Ciputat di Jalan Nusa Indah Raya Komplek Bukit Nusa Indah kelurahan Sarua Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan diperketat.
Tak hanya itu saja semua tamu yang mendatangi kantor DPC PKS Ciputat juga lebih diseleksi. Dengan lebih dahulu meminta informasi tujuan kedatangan. Setelah diyakini tak bermasalah, tamu pun harus menunjukan data dirinya. Ini dilakukan untuk menghindari aksi bom yang mungkin dilakukan kelompok tertentu.
Plt DPD PKS Kabupaten Tangerang, Anugrah mengatakan, pada prinsipnya pengamanan di kantor DPC PKS Ciputat sudah cukup baik. Terlebih letak kantor yang berdekatan dengan pos polisi. Sehingga tidak terlalu ada kegiatan pengamanan dianggap terlalu menonjol. Semua masih relatif aman saja.
"Hanya saja wajar kalau kita lebih waspada. Kasus kemarin itu jadi pembelajaran buat kader untuk lebih siaga dan konsentrasi. Ada hikmahnya lah. Kita coba berpikir positif saja," ungkap Anugrah.
Dikatakan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tangerang tersebut, kegiatan pengamanan kantor memang selalu dilakukan. Dengan menetapkan jadwal piket bagi kader-kader partai. Itu diberlakukan selama 24 jam. Karena kantor DPC PKS Ciputat pun beroperasi setiap jam.
Kegiatan pengamanan, sambung dia dikoordinir bidang kepanduan PKS. Semua personil yang dilibatkan, sistem pengamanannya, dan prosedur lainnya dikelola kepanduan PKS. Sedangkan bidang lainnya cukup menikmati saja pelayanan tersebut.
"Biasanya setiap hari ada 2-4 orang yang bertugas. Mereka bekerja secara bergilir berdasarkan jadwalnya," pungkas lelaki bertubuh gempal ini.
Sedangkan aparat polisi, tambah Anugrah telah memberikan dukungan yang cukup baik. Ada personil yang secara kontinue mengunjungi kantor DPC PKS Ciputat. Untuk lebih berkoordinasi dan menekan aksi teror yang mungkin dapat kembali terjadi.
Dia berpendapat, munculnya aksi teror tersebut memang sangat berpeluang terjadi. Agenda pemilu 2009 dapat menjadi alasan mulai memanasnya kancah politik nasional. Sehingga banyak kelompok tertentu yang memiliki tujuan menggagalkan agenda pemilu. (mg-dedi)

Amien Rais

Amin: Fatwa Golput Tak Rasional

TANGERANG – Mantan Ketua MPR Amien Rais mengaku, fatwa haram bagi masyarakat golput dalam pemilu sangat tidak rasional. Bahkan, fatwa tersebut dapat menimbulkan insiden politik yang buruk dan mencederai demokrasi di Indonesia.
"Haram-halal itu sudah jelas ada di kitab suci dan hadis. Mendorong fatwa haram golput sama saja melanggar prinsip beragama. Apalagi persoalan golput bukan hal yang patut dimasukan dalam kepentingan agama," ujar Amien usai Seminar Kebangsaan Agenda Mendesak Bangsa Selamatkan Indonesia di aula rektorat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Cireundeu Ciputat Kota Tangerang Selatan, Rabu (17/12).
Amien menyayangkan, pihak-pihak yang membawa agama agar dimasukan dalam proses politik yang cenderung pragmatis. Tentunya upaya tadi dapat menggagalkan proses politik yang tengah berjalan. Sikap golput harus dianggap sebagai bagian dari demokrasi.
Menurutnya, usulan fatwa haram untuk Golput sudah sangat keterlaluan. Itu sudah sangat eksesif. Kelompok golput tidak perlu dilihat sebagai antilegitimasi pemerintahan. Karena pilihan golput merupakan aspirasi politik yang perlu dihormati.
Dalam dimensi politik, Golput adalah suatu hak warga yang tidak bisa dibantah. Namun ia juga tidak membenarkan jika Golput dihalalkan. "Golput itu kan hak, tapi jangan juga dihalalkan," pungkasnya. (mg-dedi)

BKPMD


BKPMD Serap Aspirasi dari Pengusaha

TANGERANG – Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Banten tengah gencar melakukan pertemuan dengan sejumlah pengusaha lokal maupun nasional untuk menyerap aspirasi mengenai dampak krisis global yang terjadi.
Kepala BKPMD Provinsi Banten Hudni Hasan mengatakan BKPMD tengah gencar melakukan komunikasi dengan pengusaha. Jangan sampai ada perbedaan yang terlalu jauh antara pemerintah daerah dengan pengusaha.
“Kita saling membagi informasi saja. Menyerap aspirasi dari pengusaha,” ungkap Hudni usai The Investor and Stakeholder Gethering Golf Tournament di Pondok Cabe Pamulang Kota Tangerang Selatan, Rabu (17/12).
Dikatakan Hudni, dengan menyerap aspirasi dari para pengusaha, maka pemerintah daerah akan mendapatkan masukan mengenai langkah-langkah yang dilakukan mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal akibat krisis global.
“Ada industri yang terkena krisis dan ada yang tidak. Jangan sampai yang terkena krisis mem-PHK buruh. Mereka harus mampu bertahan,” katanya.
Diakui Hudni, tingkat investasi di Provinsi Banten cukup besar. Bahkan, di tahun ini, Banten menempati peringkat keempat tingkat investasi terbesar se-Indonesia.
“Saya optimis tahun depan, tingkat investasi di Banten akan meningkat. Tahun ini saja menempati peringkat 4,” paparnya.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Pemprov Hidayat Jouhari mengaku, untuk meningkatkan investasi di Banten membutuhkan peran dari pengusaha. Tidak hanya dari pemda saja.
“Kalau sendiri sangat sulit. Hal tersebut merupakan pekerjaan besar,” kata mantan Pjs Bupati Lebak tersebut.
Dikatakan Hidayat, besok (hari-ini) direncanakan akan dilakukan rapat dengan Bank Indonesia (BI) cabang Banten dengan Struktur Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banten. Dalam pertemuan tersebut akan dibuat draf untuk menyikapi inflasi yang sangat tinggi di Banten. Bahkan inflasi sudah melebihi rata-rata inflasi nasional.
Hidayat optimis, meskipun kris global masih terjadi, namun tahun depan tingkat inflasi di Banten dapat turun. Semua masalah, dapat diselesaikan dengan adanya komunikasi antara pengusaha dengan pemda.
“Peran pemerintah daerah dalam pembangunan hanya 16 persen. Sisanya merupakan peran swasta. Makannya, perlu investasi besar-besaran untuk membangun Banten,” pungkas Hidayat. Dalam tournament golf yang diselenggarkan, Mochtar Purbaga berhasil menjadi juara pada flight A. Posisi kedua dan ketiga ditempati Elling dan Ahmad Sori Alam. Di flight A, yang menjadi juara adalah Taufik. Disusul Adi Setiawan dan Made ditempat kedua dan ketiga.
Di kelompok wanita, yang menjadi juara adalah Henny Hidayat. Juara kedua ditempati Lind Nur. Sementara Sri Miyati hanya menempati posisi ketiga. (mg-dedi)

Selasa, 16 Desember 2008

Flu Burung

Warga Bintaro Diduga Meninggal Akibat Flu Burung

TANGERANG – Lagi, warga yang diduga meninggal akibat terinfeksi virus avian influenza (AI) atau flu burung terjadi di Tangerang. Kali ini yang menjadi korbannya Sutinah (24) warga Jalan Kutilang Blok M3 Bintaro Jaya Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan diduga meninggal akibat flu burung, Selasa (16/12) pagi.
Wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga tersebut tidak dapat ditolong lagi, meskipun sudah dirawat di Rumah Sakit Sari Asih, Kota Tangerang.
Bibi korban Simiyati mengaku, keponakannya sudah menderita deman tinggi sejak 3 hari yang lalu. Awalnya, korban hanya diberikan obat yang ada di warung. Namun, karena demam yang tidak kunjung turun, kemudian keponakannya dilarikan ke RS Sari Asih.
“Saya tidak tahu keponakan saya meninggal akibat penyakit apa. Dokter belum mengatakan penyebabnya kepada saya,” akunya.
Dikatakannya, dirinya tidak mengetahui apakah sebelumnya keponakannya pernah melakukan kontak dengan unggas sebelum sakit. “Mungkin saja. Dia kan bekerja sebagai pembantu,” katanya.
Kasubdin Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Ati Pramudji membenarkan, bahwa Sutinah meninggal akibat flu burung.
“Berdasarkan pemeriksaan terhadap darah korban, Sutinah memang meninggal karena suspect flu burung,” papar Ati ketika dihubungi Banten Raya Post.
Namun, lanjutnya, Dinkes Kota Tangerang tidak dapat berbuat banyak karena korban bukan warga Kota Tangerang. Kewenangan tersebut berada di Dinkes Kabupaten Tangerang.
Dihubungi terpisah, Kabid Pengendalan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Tangerang, Yuli Soenar Dewanti mengaku belum mengetahui ada warganya yang meninggal akibat flu burung. Dia juga mengaku masih melakukan pengecekan kebenaran rumor tersebut ke kamar jenazah RSUD Tangerang.
“Saya belum dapat informasi apa-apa. Saya baru tahu dari wartawan malah,” kata mantan Kepala Puskesmas Pamulang tersebut. (mg-dedi)