Jumat, 11 September 2009

spirit ramadan Tarmizi Taher


Oleh:
Tarmizi Taher

Nuzulul Quran dan
Pemahaman Jihad

Ramadan merupakan bulan diturunkannya Alquran. Umat Islam di seluruh dunia diwajibkan menjadikan kitab suci terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini sebagai panutan. Sehingga orang yang ingin mendapatkan petunjuk dan perlindungan pada bulan puasa ini disunnahkan membaca Alquran dan mengerti arti dan makna yang terkandung di dalamnya.
Sekarang ini banyak sekali Alquran yang dijual sudah dengan arti maupun maknanya. Umat Islam tinggal membacanya. Namun, dalam kehidupan globalisasi sekarang ini, orang sering keliru menafsirkan Alquran. Bagaimana kita bisa mendapatkan perlindungan Allah kalau kita salah mengartikan wahyunya. Harus ada pemahaman dengan membaca arti dan memahami maknanya.
Makna Nuzulul Quran (hari diturunkannya Alquran) adalah kita memperingati perintah Allah untuk membaca petunjuknya. Petunjuk itu adalah penuntun untuk manusia. Manusia yang dicoba oleh Allah bernama Muhammad SAW. Untuk apa? Untuk akhlaknya. Karena Nabi itu mau tidak mau adalah orang sangat mulia, sehingga menjadi panutan bagi umatnya.
Tetapi, yang terjadi sekarang ini, banyak umat Islam yang mengartikan dan menafsirkan Alquran secara sepotong-potong. Sehingga maknanya sedikit berubah bahkan cenderung salah. Pemotongan-pemotongan ayat Alquran kebanyakan digunakan untuk kepentingan politik. Contohnya gerakan teroris. Sebenarnya teroris itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan dakwah maupun Islam. Gerakan tersebut merupakan murni gerakan politik.
Apakah yang namanya Osama Bin Laden, Noordin M Top, dan DR Azahari itu merupakan ahli agama? Mereka semua hanya orang biasa yang salah mengartikan Alquran.
Di dalam Alquran sendiri sudah ada ayat yang membantah tindakan mereka, yaitu dalam Alquran Surat al-Maidah ayat 72. Bunyinya: ’’Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi’’.
Orang yang membunuh manusia tanpa rasa salah adalah orang-orang yang disisipi. Sama saja dengan membunuh seluruh umat manusia di dunia. Manusia sekarang ini jumlahnya mencapai 6 miliar. Mana ada orang yang sanggup membunuh semuanya meskipun perlahan-lahan. Bisa gila dia.
Menurut saya, jihad paling besar itu adalah jihad melawan hawa nafsu kita. Selama bulan puasa ini, kita harus bisa menahan hawa nafsu untuk makan, minum, dan lainnya. Termasuk menahan hawa nafsu untuk korupsi. Sedangkan yang diajarkan Noordin tersebut salah.
Untuk itu, para ustad yang ada di daerah harus memperbaiki pemahaman yang salah tersebut dengan dakwah. Selama puasa, perbanyak dakwah di masjid maupun tempat lainnya. Lawan ajaran yang salah tersebut dengan Alquran. Jangan dilawan dengan kekerasan lagi.
Istilahnya, kalau kita ingin membuat orang kafir masuk Islam, kita harus bisa menunjukkan ajaran Islam yang benar kepada mereka. Ajaran-ajaran tersebut terkandung di dalam Alquran. Kalau kita salah menunjukkan, mereka tidak akan mau masuk Islam. Semua kegiatan yang dilakukan para teroris tidak ada kaitannya dengan dakwah. Kita harus mengubah semua ini. Pengajian-pengajian selama Ramadan diperbanyak. Begitu juga dengan pesantren kilat. (disampaikan kepada wartawan INDOPOS/cdl)

Tidak ada komentar: