Jumat, 06 Maret 2009

Sampah

Sampah dari Pasar Tradisional Sulit Dikendalikan

KOTA TANGSEL – Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Tangerang mengaku kesulitan untuk mengatasi persoalan sampah yang berasal dari sejumlah pasar tradisional, terutama pasar-pasar yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kadis DKPP Kabupaten Tangerang Heri Heryanto mengatakan, setiap pasar rata-rata menghasilkan 500 kubik sampah per harinya. Di setiap pasar sudah disediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Namun, kurangnya kesadaran para pedagang maupun masyarakat, pedagang maupun pembeli untuk membuang sampah yang telah disediakan, membuat pasar tradisonal identik dengan penumpukan sampah.
“Kami berharap peran dan partisipasi pedagang dan pembeli untuk memperhatikan kebersihan lingkungannya sendiri,” harapnya.
Dikatakan Heri, di setiap kecamatan sudah ada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) masing-masing. UPTD inilah yang bertugas mengontrol sampah dan mengangkutnya ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA).
Di setiap UPTD, 39 unit truk sampah, 5 mobil bak kecil, 1 unit konfektor, 1 unit kendaraan berat, serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang di kecamatan Serpong Kota Tangsel.
“Saat ini sedang dilakukan perencanaan kerjasama dengan yayasan Rumah Perubahan untuk pengolahan sampah. Sehingga sampah tersebut dapat dimanfaatkan, misalnya saja untuk dijadikan briket atau lainnya,” paparnya. (mg-dedi)

Tidak ada komentar: