Kamis, 08 Januari 2009

Partai Politik

Satpol PP Bongkar Atribut Partai dan Caleg

TANGERANG – Banyak atribut milik partai politik (parpol) dan calon anggota legislatif (caleg) di sejumlah ruas jalan di Ciputat membuat pemandangan menjadi semerawut. Atas dasar itu, puluhan anggota Satpol PP Kecamatan Ciputat dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Ciputat membongkar ratusan atribut milik partai dan caleg yang dipasang sembarangan.
Ketua Panwascam Ciputat Yudi mengatakan, atribut yang dibongkar berupa sapanduk, baliho, dan pamflet. Atribut yang dibongkar brada di Jalan Dewi Sartika, Ir Djuanda, dan Ki Hajar Dewantara. Selain itu, stiker yang ditempel di dinding fly over ciputat tidak lepas dari pembersihan.
“Atribut tersebut kemudian diinventarisir dan selanjutnya disimpan di Panwaslu sebagai barang bukti. Kalau-kalau ada partai dan caleg yang melanggar kampanye,” urai Yudi.
Dikatakannya, dari 38 partai yang bersaing dalam pemilu mendatang, atribut yang paling banyak ditemukan adalah milik 4 partai, yakni Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
“Atribut yang paling banyak milik PDIP. Karena melanggar ketentuan dan merusak pemandangan, maka atribut tersebut harus dibongkar,” katanya. (mg-dedi)

Klinik

Klinik Bersalin Disoal Warga

TANGERANG – Puluhan warga Perumahan Pondok Benda Indah RT 1/18, Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan mempersoalkan keberadaan Klinik Bersalin Vitalaya yang berada di pemukiman warga.
Warga menilai, klinik yang sudah berdiri sejak 1998 tersebut tidak memiliki pengolahan limbah yang sesuai dengan standar. Pasalnya, hingga kini limbah dari klinik hanya ditampung dalam karung dan dibuang sembarang.
Menurut Suhadi, salah satu warga, Bukti pengelolaan limbah yang tidak baik itu ditemukan warga saat memergoki petugas klinik tersebut. Petugas klinik tadi menyuruh pemulung untuk membawa tiga karung berisi limbah rumah sakit.
"Karung itu pun dibuang pemulung di pinggir jalan. Kita curiga dan melihat ada yang tidak beres," terang Suhardi, Kamis (8/1).
Tiga karung barang yang mencurigakan itu, lanjut dia segera dibongkar warga. Ternyata berisi limbah klinik bersalin. Berupa gumpalan perban, obat-obatan dan sebagainya. Limbah tersebut dicegah warga untuk dibuang ke lokasi umum. Alasannya, terang Suhardi limbah tersebut bisa menimbulkan penyakit. Apalagi limbah rumah sakit atau klinik itu masuk dalam katergori limbah berbahaya.
"Seharusnya ada pengelolaannya. Makanya kita pun protes dengan pengelelola klinik," terangnya.
Sikap protes tersebut dilanjutkan warga dengan mendatangi kantor kelurahan Pondok Benda. Mereka menuntut pihak kelurahan melakukan pemeriksaan terhadap klinik Vitalaya ini. Karena kasus pembuangan limbah itu sering dilakukan secara diam-diam.
Sementara itu, Camat Pamulang Toto Sudarto mengatakan, laporan warga itu bakal segera ditanggapi. Dengan merencanakan pemanggilan pengelola klinik Vitalaya. Termasuk memeriksa kembali izin-izin pendiriannya.
"Kalau terbukti ada pelanggaran izin, maka Vitalaya harus dihentikan operasinya untuk sementara," paparnya.
Menurutnya prosedur pendirian klinik bersalin seharusnya memenuhi standar. Tak hanya masalah keselamatan gedung dan lainnya, pengelolaan limbah klinik juga harus diperhatikan. Diantaranya menyiapkan insenerator bagi setiap klinik. Ini dibutuhkan untuk mencegah limbah klinik menjadi sumber penyakit.
Toto memastikan, pemeriksaan izin klinik bakal dilakukan segera. Setiap ada pelanggaran prosedur maka diberlakukan sanksi. TEramsuk jika ditemukan adanya pelanggaran pengelolaan limbah yang menimbulkan kerusakan alam.
Sayangnya pengelola klinik Vitalaya tidak ada yang bersedia memberikan keterangan. Berulang kali ditemui berusaha mengelak. Bahkan berdalih pemimpin klinik tidak berada ditempat. (mg-dedi)

Rabu, 07 Januari 2009

RPH

RPH Cikaret Ditolak Warga

TANGERANG – Puluhan warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang menolak keberadaan rumah potong hewan (RPH) Cikaret yang berada di dekat pemukiman warga. Warga menilai, RPH yang beroperasi sejak tahun 2003 tersebut mencemari lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk penolakan, puluhan warga berencana mendatangi RPH untuk menyegelnya, namun, upaya tersebut urung dilakukan, karena RPH sudah dijaga puluhan polisi. Akhirnya, aksi tersebut dialihkan ke rumah milik tokoh masyarakat setempat H Ibrahim.
Salah seorang warga Aen (27) mengaku, sejak RPH beroperasi, di Desa Mekar Jaya muncul banyak sekali lalat dan nyamuk. Selain itu, muncul bau busuk yang mencapoai radius 1 kilometer dari RPH. Bau tersebut sangat mengganggu warga yang beraktivitas.
“Dulu tahun 2007 warga pernah menutup secara paksa RPH. Tapi sekarang berfungsi lagi,” katanya.
Dikatakannya, sekitar tahun 2004 sebanyak 30 warga desa terserang Demam Berdarah Dengeu (DBD). Bahkan, Tiga warga sampai meningal. Nyamuk DBD berasal dari genangan air bekas penyiraman darah hewan yang sudah dipotong.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Imah (30). Menurutnya bau tidak sedap dari kotoran sapi juga sering datang terutama malam hari. Pasalnya, lokasi RPH itu bukan hanya tempat penjagalan tapi juga tempat pengembangbiakan sapi. "
Jelas saja kotoran sapi-sapi itu kan tercium sampai ke sini melalui saluran pembuangan air," pungkasnya.
Karena menggunakan pompa air yang modern, air tanah sekitar juga turut tersedot. Akibatnya sumur warga banyak yang kering karena warga kebanyakan menggunakan sumur timba. Warga jelas kesulitan karena raysan kepala keluarga di sini mengandalkan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. RPH ini juga diduga menyalahi izin.
Menurut Johani warga lainnya, saat pertama kali buka izin RPH tersebut adalah pabrik bakso. Tapi kenapa tiba-tiba berubah menjadi RPH. Oleh karena itu warga sangat keberatan dengan keberadaannya.
“Kemarin RPH ini beroperasi kembali. Warga yang mendengar berita ini pun berkumpul dan berencana melakukan aksi demo. Mereka tidak ingin hawa segar lingkungan mereka kembali tercemar bau busuk menyengat seperti beberapa waktu lalu. Warga pun bersiap-siap,” paparnya. (mg-dedi)

Demo Mahasiswa


Bendera Parpol Dibakar Mahasiswa


TANGERANG – Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa (KM) UIN melakukan demo didepan kampusnya Jalan Ir Djuanda, Rabu (7/1).
Dalam aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut, mahasiswa menilai pelaksanaan pemilu 2009 dan pemilihan presiden mendatang tidak akan membawa perubahan yang berarti terhadap masyarakat. Masyarakat hanya dijadikan sebagai objek politik.
Sebagai bentuk penolakan terhadap pemilu, puluhan mahasiswa tersebut sempat membakar beberapa buah bendera milik partai politik. Berdera yang dibakar milik Partai Golkar, Demokrat, PDIP, dan PKS.
Koordinator aksi Pippo mengatakan, sudah puluhan pemilu yang digelar di Indonesia. Tapi, hasilnya tidak ada yang mampu mensejahterakan masyarakat. Masyarakat hanya diperlukan jika ingin mendapatkan suara. Namun, sesudah itu, masyarakat seakan dilupakan.
“Para anggota DPR dan pemerintahan sekarang dipilih oleh rakyat. Sudah seharusnya mereka mensejahterakan rakyat. Tapi apa kenyataannya sekarang. Rakyat tetap saja susah,” katanya.
Ditegaskan Pippo, pemilu yang dilakukan sejak zaman reformasi hanya dijadikan sebagai peralihan kekuasan dari sejumlah partai besar. Pembakaran bendera partai politik itu merupakan simbol penolakan mahasiswa terhadap pemilu 2009. Pemilu 2009 tidak akan membawa perubahan terhadap masyarakat.
"Yang ada hanya pergantian kekuasaan saja dari yang tadinya PDIP ke Demokrat dan Golkar. Mungkin besok lain lagi partainya. Tapi rakyat tetap miskin, susah, dan sengsara. Tidak ada perubahan,” tegasnya.
Terlebih, dia menegaskan, pada tahun ini puluhan ribu buruh akan terancam pemutusan hubungan kerja. Sementara, sampai saat ini tidak ada tawaran solusi apapun dari partai politik menghadapi masalah ini.
“Wakil rakyat yang masih menjabat maupun yang menjadi caleg hanya sibuk mengenalkan diri mereka kepada masyarakat. Mereka tidak bekerja untuk mencari solusi menyelesaikan persoalan bangsa yang cukup banyak. Mereka hanya memikirkan kursi dan kekuasaan,” paparnya.
Pippo juga mengkritisi sistem partai politik yang masih kuat terindikasikan KKN. Contohnya masih banyak keluarga pemimpin partai yang tiba-tiba muncul menjadi calon anggota DPR.
Selain itu, juga partai masih menjadikan anggota DPR-nya sebagai sapi perahan untuk mencari uang. Makanya banyak anggaota DPR yang terjebak dalam praktek suap,? jelasnya.
Setelah membakar bendera parpol, puluhan demonstaran sempat melakukan aksi tiduran di jalan raya. Akibatnya, jalur dari Ciputat menuju Jakarta sempat macet kurang lebih 1 kilometer. (mg-dedi)

Bandara

Bandara Budiarto Bakal Diperluas

TANGERANG – Departemen Perhubungan (Dephub) berencana memperluas Bandara Budiarto di Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang. Perluasan dilakukan agar bandara yang selama ini dijadikan sebagai pusat pelatihan pilot dapat menjadi bandara kargo dan penrbangan nonkomersil.
Kepala Bandara Budiarto M Budi Kuntjoro mengatakan, berbagai faslitas akan dibangun jika bandara jadi diperluas. Mulai terminal penumpang, museum dirgantara, hanggar maintenance, general aviation, hingga show room pesawat. Rencananya perluasan bandara seluas 465 hektar tersebut akan dimulai tahun 2010 mendatang.
“Masterplan bandara telah disepakati Dephub. Program perluasan fungsi bandara Budiarto pun mengikuti Peraturan Menhub No KM.16 Tahun 2008 yang diperkuat dengan surat Gubernur Banten No 056/3584-BAP/2006 dan surat Bupati Tangerang No 550/4341-DTRP-2005,” kata Budi, Rabu (7/1).
Dikatakannya, perluasan dilakukan untuk mendukung terminal kargo yang ada di Bandara Soekarno-Hatta (BSH). Selama, fungsi Bandara Budiatro tidak terlalu optimal. Disaat bandara lain sudah mulai berbenah, tapi Bandara Budiatro masih sama seperti dahulu.
Menurut Budi, perluasan akan dilakukan 2010. Dengan memulai penambahan run way pesawat. Selama ini panjang run way hanya 1850 meter. Bakal ditambah menjadi 2250 meter yang mampu menjadi landasan pesawat jenis Boeing 737-400.
“Pesawat jenis Boeing 737-400 banyak dioperasionalkan maskapai nasional. Selama ini pesawat tadi dipaksa berada di hanggar BSH yang mulai sesak. Dengan perluasan bandara Budiarto, maka kondisi di Soekarno Hatta dapat semakin baik,” terangnya.
Lebih jauh, Budi menjelaskan fungsi Bandara Budiarto bakal menjadi pusat pelatihan penerbang, pusat teknologi dirgantar dan pelayanan penerbangan umum non komersil. Sekaligus menjadi pusat perawatan pesawat.
“Dephub tidak dapat melakukan pembenahan sendiri. Harus ada dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyiapan sarana infrastrukturnya. Sehingga fungsi bandara dapat lebih optimal,” ucap Budi.
Terpisah, Kabid Komunikasi dan Informasi Dishubkominfo Kabupaten Tangerang M Yusrizal mengaku sangat mendukung rencana perluasan Bandara Budiarto. Diharapkan, akses ekonomi lokal yang selama ini belum terserap dan lebih berkembang.
“Pemerataan pembangunan akan lebih berjalan. Selama ini, pembangunan lebih terpusat di Tangerang Selatan. Setelah ada perluasan, pasti wilayah tengan dan barat akan cepat majunya,” harapnya. (mg-dedi)


Minggu, 04 Januari 2009

Baliho

Baliho Ucapan Bupati Dirusak

TANGERANG – Puluhan spanduk dan baliho ucapan terima kasih yang ditujukan kepada Bupati Tangerang Ismet Iskandar dirusak sejumlah massa tidak dikenal, Jumat (2/1) malam.
Spanduk dan baliho ucapan terima kasih atas jasa Ismet sebagai pelopor pembentukan Kota Tangerang Selatan ditemukan sudah dirusak di beberapa tempat. Diantaranya, di Jalan Pisangan Pamulang Barat, Jalan Lamtoro Pamulang Timur, Pondok Cabe Udik, dan Pisangan Cireundeu Ciputat Timur.
Sekretaris Umum (Sekum) Forum Komunikasi Komunitas Tangerang Selatan (FK Kotas) Landung Mintoharjo mengatakan, pengerusakan spanduk dan baliho yang dilakukan massa sudah melecehkan bupati selaku orang nomor satu di Kabupaten Tangerang.
”Informasi yang saya peroleh, pengerusakan dilakukan beberapa orang yang tidak jelas. Kejadiannya sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Landung kepada Banten Raya Post, Minggu (4/1).
Dikatakannya, jumlah pasti spanduk dan baliho yang dirusak masih dihitung. Pelaku pengerusakan pasti orang-orang tidak bertanggung jawab yang ingin mengadu domba agar suasana di Kota Tangerang Selatan menjadi kacau.
”Saat ini bupati dan gubernur sedang memfokuskan untuk memilih penjabat walikota Tangerang Selatan. Mereka pasti ingin mengadu domba bupati dan gubernur,” duganya.
Landung meminta, polisi segera mengusut pelaku tindakan pengerusakan spanduk dan baliho milik bupati. Selain spanduk bupati, baliho milik caleg DPR RI dari Partai Golkar Zaki Iskandar dan caleg DPRD Kabupaten Tangerang Saderi A Kariem juga dirusak massa.
”Zaki merupakan anak bupati. Sedangkan Saderi tidak jelas maksudnya,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Jazuli Juwaini menyesalkan pengeruskan sejumlah spanduk milik bupati. Seharusnya, masyarakat tidak perlu melakukan pengerusakan. Karena ada Satpol PP yang akan melakukan penertiban spanduk liar.
”Pengerusakan pasti tanggapan emosi dari masyarakat. Bupati juga tidak perlu mengaku sebagai pelopor. Sebab, seharusnya yang menjadi pelopr adalah warga Kota Tangerang Selatan itu sendiri,” terang politisi dari PKS tersebut. (mg-dedi)



Pencurian

Warga Korea Selatan Kemalingan di SMS

TANGERANG – Tempat parkir di pusat perbelanjaan ternama nampaknya tidak menjamin akan bebas dari incaran pelaku pencurian. Buktinya, mobil milik Kim (34) warga negara Korea Selatan dibobol kawanan maling di tempat parkir Summarecon Mall Serpong (SMS) Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Sabtu (3/1) malam.
Dari dalam mobil Avanza warna silver tersebut, maling berhasil menggondol sebuah laptop dan uang tunai sebanyak Rp 4,5 juta. Pelaku dapat mengambil barang setelah merusak kaca mobil bagian depan sebelah kiri.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa pencurian terhadap warga Korea Selatan bermula saat Kim akan makan malam beserta dua rekan kerjanya di sebuah food court SMS sekitar pukul 19.30 WIB.
Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran sektor 2, kim langsung meninggalkan mobil. Namun, ketika kembali ke mobilnya 15 menit kemudian, Kim langsung kaget melihat mobilnya sudah dibobol maling.
Mengetahui mobilnya dibobol maling, Kim langsung melaporkan hal tersebut ke Secure Parking selaku pengelola parkiran. Namun, Secure Parking tidak mau bertanggung jawab atas tindakan pencurian tersebut. Kemudian Kim segera melaporkan tindakan pencurian ke Polsek Kelapa Dua.
Kapolsek Kelapa Dua AKP Ojo Sunaryo membenarkan, adanya pencurian terhadap seorang warga negara asing di parkiran SMS. Namun, Ojo enggan menjelaskan secara rinci kronoligis dan nama lengkap korban serta nopol mobilnya.
”Saya sudah menerima laporan dari anak buah saya namun baru melalui telepon. Saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh anggota di lokasi. Nanti kalau sudah jelas baru saya mau menginformasikannya,” kilahnya.
Dihubungi terpisah, Koordinator Humas Sumarecon Mall Serpong, Eki Mery juga membenarkan adanya pencurian di tempat parkir SMS.
“SMS tidak dapat bertanggung jawab atas pencurian di dalam mal. Semuanya sudah diserahkan ke Secure Parking selaku pengelola tempat parkir,” karangnya.
Mengenai tanggung jawab keamanan, lanjut Eky, berada di tangan petugas parkir dan polisi setempat. Tidak mungkin pihak Summarecon yang tetap melakukan pengawasan. ”Semuanya sudah diserahkan ke outsourching,” tegasnya. (mg-dedi)