Rabu, 04 Februari 2009

Kecelakaan Helikopter

KNKT Perancis Selidiki Kecelakaan Super Puma

KOTA TANGSEL - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengandeng tim dari Perancis untuk menyelidiki kecelakaan helikopter jenis Super Puma di Lapangan Udara Pondok Cabe Pamulang Kota Tangerang, Rabu (4/1). Tim penyelidik dari Perancis tersebut beranggotakan 5 orang yang dipimpin Francois Hochart.
Salah satu anggota tim penyelidik KNKT Sulaiman mengaku, hingga kini penyebab jatuhnya helikopter yang menewaskan 2 orang teknisi tersebut masih misterius. Bahkan KNKT sudah melakukan pertemuan dengan tim penyelidik tersebut untuk memberi gambaran tentang langkah-langkah yang telah dilakukan.
“Hingga kini KNKT belum mengetahui penyebabnya. KNKT sengaja melibatkan tim dari Perancis karena design pesawat tersebut berasal dari Perancis,” ungkapnya.
Nantinya, tim Perancis tersebut akan mencari komponen elektronik lainnya untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Pasalnya, sejauh ini ia melihat kecelakaan bukan disebabkan human error atau kerusakan mesin. "Bukan keduanya, dan kami masih cari bagian elektronik lainnya. Dan semua ini masih misterius," pungkasnya.
Diakui Sulaiman, pimpinan penyelidikan masih dipegang KNKT Indonesia. Tim dari Perancis hanya bersifat membantu dan memberikan masukan. (mg-dedi)

Selasa, 03 Februari 2009

PLN

PLN Pamulang Rugi Rp 22 Juta Per bulan

KOTA TANGSEL – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan (AP) Pamulang mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 22 juta per bulan. Hal ini akibat banyaknya, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) ilegal dan pencurian listrik oleh masyarakat.
Manager PLN AP Pamulang Hidmad Erhansyah mengatakan, setiap bulan PLN harus mengeluarkan daya listrik sebanyak 33.094,8 Kilo Watt per bulan. Daya tersebut, dibagi untuk 900 titik PJU. Titik-titik tersebut diantaranya di lingkungan Pamulang I sebanyak 15 titik, TPU Benda Pamulang 12 titik, dan 100 titik lebih di Pamulang Permai.
“Kerugian tersebut sudah terjadi sejak lama. Masyarakat sepertinya tidak pernah jera untuk mencuri listrik,” paparnya.
Menurut Hidmad, untuk mengurangi pencurian listrik, PLN mengalami banyak kendala. Program Penertiban Pencurian Tenaga Listrik (P2TL) yang dilakukan belum dapat mengurani tingkat pencurian listrik.
Dasar hokum yang digunakan untuk menertibkan PJU illegal adalah peraturan daerah (perda) No. 14 tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan pembangunan penerangan jalan umum dan sarana umum lainnya. Serta keputusan menteri (kepmen) no. 10/2002 tentang pemungutan pajak penerangan umum.
“Kami akan memberikan surat teguran kepada tokoh masyarakat setempat jika surat teguran tidak digubris maka kami akan mencabut aliran listrik PJU tersebut dan jika terbukti tindakan tegas dengan proses hukum yang berlaku,” ucapnya
Ditambahkannya, kerugian ini sudah berlangsung selama tahunan. Selama ini pihaknya telah mencoba dengan mensosialisasikan dengan tokoh masyarakat dan pelanggan PLN. “Kami pun selalu melakukan tindakan persuasif dengan tokoh masyarakat,” terangnya.
Dalam kesempatan ini, Ia pun menyampaikan program PLN di tahun 2009. Diantaranya pelaksanaan pengecekan wiring, kalibrasi kwh meter putaran normal, managemen travo dan pencatatan meteran. (mg-dedi)

Penyakit

ISPA Serang Warga Setu

KOTA TANGSEL – Ratusan warga di Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan terserang wabah Insfeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sejak 6 bulan terakhir. Penyebabnya, gaya hidup masyarat dan tingkat polusi yang sangat tinggi.
Kepala Puskemas Setu Dahlia Nadeak mengatakan, sebanyak 855 warga mengeluh karena sesak nafas sejak 6 bulan terakhir. Kebanyakan korban adalah warga sering keluar rumah.
“Polusi dan perubahan iklim dapat cepat menyebabkan warga terjangkit ISPA,” ucapnya ketika ditemui dikantornya di Puskemas kecamatan Setu, kemarin.
Menurut, mantan Kasi pengawasan pengendalian pelayanan swasta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang ini, untuk mengurangi jumlah penderita ISPA, puskesmas gencar melakukan penyuluhan kepada masyarakat
“Kami baru bisa melakukan penyuluhan setiap dua bulan sekali kepada warga untuk hidup bersih,” terangnya.
Dahlia Menyarankan, masyarakat cepat tanggap terhadap penyakit yang selama ini sering menjangkiti masyarakat. Cara termudah dengan hidup bersih dan mencegah datangnya penyakit. “Saya berharap disini tidak mengobati tapi hanya memberi penyuluhan, berartikan orang tidak ada yang sakit,” katanya.
Selain ISPA, penyakit yang banyak diderita masyarakat adalah influenza dengan pasien sebanyak 593 yang merupakan penyakit menular. Kemudian dilanjutkan hipertensi 369 kasus. Setelah itu TBC 225 kasus, Diare 156 kasus, nialgia atau pegal-pegal 132 kasus, Inspeksi saluran napas bawah 127 kasus, arthritis atau ngilu-ngilu 122 kasus, sakit kepala 108 kasus, dan tungak lambung atau maag sebanyak 106 kasus. (mg-dedi)

Senin, 02 Februari 2009

Pemilu


Waspadai 2 Titik Rawan Pemilu

TANGERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta saksi dan pemantau pemilu untuk mewaspadai dua titik rawan saat pemilu 2009 mendatang. Kedua titik rawan tersebut adalah saat pemindahan angka hasil penghitungan dari plano besar ke rekap folio dan daftar pemilih tetap (DPT).
Anggota KPU I Gusti Putu Artha mengatakan, titik krusial pertama adalah ketika memindahkan angka dari plano besar ke rekap folio. Angka yang didapatkan bisa berubah jika saksi dan pemantau tidak konsentrasi.
“Berdasarkan hasil simulasi di sejumlah daerah. Kemungkinan proses penghitungan paling cepat selesai pukul 22.00 WIB. Pemantau dan saksi harus konsentrasi saat penghitungan di malam hari. Bisa saja terjadi human error maupun technical error. Untuk itu penerangan harus baik. Khusus daerah yang belum ada listrik, harus disediakan petromak,” terang Putu kepada Banten Raya Post, kemarin.
Titik rawan kedua adalah di DPT. Saksi harus yakin bahwa yang datang membawa surat pemanggilan adalah orang yang terdaftar di DPT. Sebab, sudah tidak ada kartu pemilih. Sedangkan lembar C4 bisa diproduksi siapa saja.
“Karena saksi sudah mempunyai DPT, maka mereka harus konsentrasi untuk memperhatikan orang-orang yang datang pas atau tidak,” ujar Putu.
Dikatakan Putu, untuk mengurangi kesulitan pemantauan, maka harus dilakukan mobilisasi pemilih yang datang ke TPS agar tidak terjadi penumpukan. PPS harus bekerja sama dengan setiap RT untuk mendesign agar pemilih datang bergelombang.
“Hal ini dilakukan agar distribusi pemilih yang datang merata. Jika tidak, proses pemilihand apat molor. Apalagi yang wilayahnya jauh dari TPS,” ungkap Putu. (mg-dedi)

Pemilu


PKS Naikan Targetkan Suara di Banten

TANGERANG – Tiga kali kalah dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Provinsi Banten, tidak membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) patah arang. Bahkan, partai sempat heboh dengan menampilkan sosok Soeharto sebagai pahlawan ini menaikan target perolehan suara di provinsi yang sudah beruia 8 tahun ini. Dari target awal yang hanya 34.5 persen, PKS menaikan menjadi 40 persen.
Presiden PKS Tifatul Sembiring mengatakan, PKS menargetkan perolehan suara sebesar 40 persen atau sama dengan 33 kursi yang akan diraih dalam pemilu legislatif 2009 mendatang. Hasil yang didapatkan PKS dalam beberapa pilkda di Banten tidak mencerminkan perolehan suara partai. Buktinya, PKS berhasil mendapatkan banyak kursi di sejumlah daerah.
“Pilkada, calon yang dipilih hanya sedikit. Tapi, pemilu calonnya sangat banyak,” ujarnya, kemarin.
Tokoh yang sempat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan kampanye elegal di Jakarta tersebut beralasan, kader-kader PKS yang berada di Provinsi Banten sangat populer di masyarakat. Misalnya, di Kabupaten dan Kota Tangerang, pada 2004, PKS berhasil mendapatkan masing-masing 8 kursi.
“Karakteristik masyarakat di Tangerang sama dengan masyarakat yang tinggal di sekitar Jakarta. Mereka merupakan orang-orang yang selalu membaca media, terutama media nasional. Sehingga masyarakat mengetahui PKS adalah partai bersih. Yang terpenting adalah wakil rakyat dari kami belum pernah ada yang ditangkap KPK, berselingkuh dan menggunakan narkoba. Masyarakat tahu wakil dari PKS bersih dari itu,” tuturnya.
Dikatakan Tifatul, saat ini PKS sedang disibukan dengan persiapan menjelang Pemilu 2009. Meski begitu, PKS akan menyiapkan orang untuk di Pilkada Kota Tangerang Selatan. “Kami sudah persiapkan, namun saat ini kami sedang fokus kepada pemilu,” tukasnya.
Ketua DPD PKS Kota Tangerang Saring Suparyono mengatakan, meski kalah di Kota Tangerang PKS masih mampu menunjukan nilainya. “Hal ini terbukti kami masih mempertahankan suara kami, yakni 65.000 suara,” katanya. (mg-dedi)

Minggu, 01 Februari 2009

Peluru


Siswa SMK Bawa Lima Butir Selongsong Peluru

KOTA TANGSEL – Buka dan alat tulis merupakan barang bawaan yang kerap dibawa pelajar ke sekolah. Namun, barang berbeda malah dibawa Sulaeman (16) siswa Kelas I TP 2 SMK Pustek Jalan Raya Serpong No. 17 Kelurahan Pondok Jagung Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan.
Siswa yang tinggal di Ciater Barat Rt 09/04 Kecamatan Serpong tersebut kedapatan membawa 5 butir selongsong peluru ke sekolah. Hal ini terungkap saat pihak sekolah mengadakan razia terhadap siswa, Sabtu (31/1) lalu.
Menurut Sulaeman, lima butir peluru tersebut ditemukannya usai bermain bola di Lapangan Sepak Bola Ciater pada Jumat (30/1). Awalnya, peluru tersebut akan dibuat gantungan kunci. Namun, hal tersebut belum kesampaian karena pihak sekolah keburu merazia.
“Saya nemu di BSD sektor 12.5. Rencananya buat gantunga kunci. Saya tidak ada niat buruk dengan peluru tersebut,” katanya kepada sejumlah wartawan.
Kepala sekolah SMK Pustek Mathodah S menyatakan, peluru dengan kode pin 5.56 TO tersebut akan diselidiki lebih lanjut. Pihak sekolah akan mengambil langkah dengan memanggil orang tuanya. Sedangkan peluru akan diserahkan ke Polsek Serpong untuk diamankan.
“Kami akan mengundang orang tua siswa dan selanjutnya akan diproses BP,” ujarnya.
Dijelaskannya, siswa yang membawa peluru tidak akan mendapatkan sanksi apapun dari pihak sekolah. Sebab, Sulaeman tidak melanggar tata tertib sekolah.
“Ini merupakan kasus pertama. Kedepan hal seperti ini jangan sampai terulang kembali,” katanya.
Selain mengamankan 5 butir peluru, pihak sekolah juga menemukan sebuah keeping DVD yang diduga berisi film porno dari tangan Saeful (16).
Ditempat terpisah, Kapolsek Serpong Ajun Komisaris Yuldi Yusman ketika dikonfirmasikan mengaku pihaknya hingga kini belum menerima adanya laporan penemuan lima butir selongsong peluru. “Kita belum bisa melakukan penyelidikan jika belum ada laporan,” katanya.
Sementara mengenai apakah lokasi penemuan selongsong itu merupakan lokasi latihan tembak atau bukan, Yuldi juga mengaku belum mengetahuinya secara pasti. “Kita tidak bisa berbuat apapun. Kita baru bisa bertindak jika sudah ada laporan. Kita masih menunggu laporan penemuan tersebut,” tambahnya. (mg-dedi)

Pemilu


Pemilih Banyak Contreng Partai

TANGERANG – Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) gencar melakukan sosialisasi tata cara memilih dengan mencontreng ada nomor urut calon, namun pada kenyataannya masih banyak warga yang belum mengetahui hal tersebut. Hal tersebut terungkap saat simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilu legislatif 2009 di Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Sabtu (31/1).
Anggota KPU I Gusti Putu Artha mengaku, dari 6 simulasi yang dilakukan oleh KPU, masih ditemukan banyak pemilih yang mencontreng di lambang partai bukan di nomor urut caleg. Meskipun hal tersebut sah, namun pemilih belum mengetahui dengan benar tata cara memilih yang tepat.
“Dari 6 simulasi yang dilakukan hampir 90 persen pemilih masih mencontreng pada lambang partai,” katanya disela-sela semulasi.
Dijelaskan Putu, suara pemilih yang mencontreng pada lambang partai akan jatuh ke suara partai. Suara tersebut akan diakumulasikan kemudian dibagi dengan jumlah bilangan pokok pembagi (BPP), baru akan didapatkan jumlah kursi setiap partai. Nanti, kursi tersebut akan digaikan ke caleg yang memiliki suara terbanyak di sebuah partai.
“Persoalan seperti ini akan menimbulkan masalah di partai. Calon yang memiliki suara banyak belum tentu mendapatkan kursi. Sedangkan calon yang sedikit mendapatkan suara dapat memperoleh kursi. Contohnya, Satu kursi 450 suara. Di Partai A, suara caleg terbanyak 420 suara, suara partai 430. Sedangkan di Partai B suara caleg terbanyak hanya 5 suara. Sedangkan suara partainya 500 suara. Ini berarti partai B mendapatkan 1 kursi. Kursi tersebut akan diberikan ke caleg yang suaranya terbanyak,” terang lelaki asal Bali tersebut.
Dikatakan Putu, selain mencontreng di lambang partai, banyak pemilih yang menandai pilihannya bukan dengan tanda contreng cheklis. Banyak pemilih yang menandai dengan lingkaran garis datar, dan tanda kali.
Untuk itu, KPU akan segera melakukan revisi terhadap peraturan KPU nomor 35. kemarin, pelno mengenai revisi peraturan tersebut sudah dilakukan.
“Sudah pleno tapi belum dirubah. Untuk mengakomodir tanda lingkar, kali, dan garis datar. Namun, KPU akan tetap mensosialisasikan tanda contreng ke pemilih. Sosiaslisasi revisi hanya akan dilakukan kepada KPPS. Di buku pintar akan muncul indentifikasi suara sah atau tidak. Jangan sampai di TPS, panitia berantem dengan saksi,” katanya.
Sementara itu, anggota KPU lainnya Endang Sulastri menambahkan, KPU pusat segera memberikan bimbingan teknik kepada KPUD Provinsi dan kabupaten atau kota.
“Melihat kondisi yang terjadi saat simulasi, ditemukan sejumlah titik lemah. Titik lemah tersebut akan di evaluasi,” katanya.
Tidak menutup kemungkinan akan ada peraturan baru arau revisi peraturan yang lama setelah dilakukan evaluasi. “KPU ingin melindungi suara rakyat,” tegasnya. (mg-dedi)